Kejadian Gempa & Hubungan Erat Penyebaran Penutur Austronesia

gempa
Peta Penyebaran Kebudayaan Austronesia, Sumber: presentasi Iksam Djorimi
Ekspedisi Jawadwipa

Hari ini sudah memasuki bulan Oktober, namun disasterchannel.co masih belum bisa move on dari peringatan tiga tahun bencana gempa Padagimo. Kamis lalu (29/09/2021) kami mengadakan diskusi virtual Bincang Bencana Series ke 11 disasterchannel.co dengan tema memutar “Waktu untuk Melihat Jejak Bencana di Lembah Palu”.

Diskusi ini terasa sangatlah menarik. Pemateri pertama ialah Iksam Djorimi yang merupakan anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) sekaligus merupakan Wakil Ketua Museum Sulawesi Tengah. Setiap kata dalam cerita yang disampaikan olehnya seolah membawa kita kembali ke masa lalu. 

Iksam membuka perbincangannya dengan menampilkan hasil wawancaranya dengan nenek Hoko pada tahun 2012, nenek ini berumur 115 tahun pada saat itu. Dalam wawancaranya nenek Hoko berkata “Terjadi gempa Tahun 1902 dan 1907 yang berlangsung sampai 1 bulan lebih di Behoa Ngamba (Lembah Behoa), membuat kami takut turun dari rumah”. 

Kejadian Gempa & Hubungan Erat Penyebaran Penutur Austronesia

gempa
Nenek Hoko, penyintas bencana gempa pada 1907, Sumber: dokumentasi Iksam Djorimi, 2012

Dari perkataan nenek Hoko mengartikan bahwa pada saat itu terjadi gempa besar dalam waktu yang lama di Lembah Behoa. Dan dahulu rumah-rumah yang dihuni adalah rumah panggung. Bisa dibayangkan, bila pada 28 September tiga tahun lalu mengalami gempa yang durasinya lebih lama seperti yang dialami oleh nenek Hoko, mungkin kerugiannya jauh lebih banyak. Sebab struktur bangunan hunian warga sudah berubah, bukan lagi rumah panggung tapi rumah dengan batako dan lainnya.

gempa
Peta Penyebaran Kebudayaan Austronesia, Sumber: presentasi Iksam Djorimi

Ikhsam kembali bercerita dan membawa kita jauh menjelajah ke masa ribuan tahun yang lalu. Austronesia adalah istilah para sarjana ketika mereka harus menjelaskan adanya kebudayaan awal dalam masa prasejarah yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Bukti-bukti adanya kebudayaan masa prasejarah yang mempunyai kemiripan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Asia Tenggara daratan, kepulauan Indonesia, Filipina, Taiwan, di pulau-pulau Pasifik hingga kepulauan Fiji, hingga ke Pulau Paskah (Chile), ke barat bukti-bukti tersebut dapat ditemukan hingga Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika.

“Suku-suku yang penutur Austronesia sudah mengalami peristiwa gempa yang sangat panjang sejarahnya, dari ribuan tahun lalu. Karena sebagian besar wilayah yang dihuni oleh penutur Austronesia adalah wilayah ring of fire” kata Iksam.

Baca juga: Cerita Tsunami dalam Kayori

Penyebaran penutur Austronesia dipengaruhi dengan oleh bencana gempa. Sebab penyebaran penutur Austronesia dipengaruhi oleh kemampuan makhluk hidup dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa wilayah Sulawesi adalah wilayah pertemuan tiga lempeng lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Keunikan tatanan geologi dan keragaman peninggalan budaya prasejarah di Sulawesi sangat kaya dan saling mempengaruhi hingga kehidupan pada masa kini.(LS)