gempa
Peta Penyebaran Kebudayaan Austronesia, Sumber: presentasi Iksam Djorimi

Kejadian Gempa & Hubungan Erat Penyebaran Penutur Austronesia

Hari ini sudah memasuki bulan Oktober, namun disasterchannel.co masih belum bisa move on dari peringatan tiga tahun bencana gempa Padagimo. Kamis lalu (29/09/2021) kami mengadakan diskusi virtual Bincang Bencana Series ke 11 disasterchannel.co dengan tema memutar “Waktu untuk Melihat Jejak Bencana di Lembah Palu”. Diskusi ini terasa sangatlah menarik. Pemateri pertama ialah Iksam Djorimi yang merupakan anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI)…

Selengkapnya..
Ilustrasi Pemandangan Bali, Foto: Dok. shutterstock

Tri Hita Karana, Bali Tidak Boleh Punya Bangunan Lebih dari Pohon Kelapa

Pemerintah Provinsi Bali mempunyai peraturan unik tentang tata ruang dan tata bangunan, dimana masyarakat dilarang membangunan bangunan lebih dari tinggi pohon kelapa atau hanya boleh membangun gedung dengan ketinggian maksimal sekitar 15 meter, hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana tata ruang wilayah Provinsi Bali tahun 2023-2043. Menariknya peraturan ini bukan hanya didasarkan…

Selengkapnya..
cimahi
Foto udara kota cimahi, Foto: Dok. cimahikota.go.id

Cimahi, Mempertahankan Hutan Ditengah Arus Pembangunan

Di tengah padatnya Kota Cimahi yang terus berkembang, masih tersisa sebuah ruang hijau yang dijaga bukan oleh pagar beton, tetapi oleh nilai-nilai adat yang diwariskan turun-temurun. Kawasan itu adalah Hutan Adat Cireundeu, yang merupakan bagian dari Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan. Pasca tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 2005 yang merenggut ratusan nyawa dan mengubah lanskap kawasan sekitarnya,…

Selengkapnya..
Ilustrasi Toponimi, Foto: freepik.com

Wana dan Alas, Sebuah Toponimi Penanda Degradasi Lingkungan

Dalam kajian ilmu pengetahuan modern, penamaan tempat seperti ini dipelajari melalui ilmu toponimi, yaitu cabang ilmu yang mengkaji asal-usul, makna, serta perkembangan nama-nama wilayah dalam konteks geografis dan budaya. Pada masa lalu, penamaan suatu tempat atau wilayah umumnya tidak dilakukan secara sembarangan. Nama-nama tersebut lahir dari kondisi geografis, karakteristik lingkungan, sejarah, maupun pengalaman masyarakat yang hidup di dalamnya. Di Indonesia,…

Selengkapnya..
Tradisi Mappalette Bola, Foto: dok. istimewa

Mappalette Bola, menggotong Rumah Lari dari Bahaya

Tradisi memindahkan rumah ini disebut Mappalette Bola atau Marakka Bolla. Dalam hal ini memindahkan rumah adalah memindahkan bentuk bangunan yang biasanya merupakan rumah panggung berbahan kayu dan bambu dan diangkat beramai-ramai oleh manusia, namun sebelumnya barang-barang yang ada didalamnya dipindahkan terlebih dahulu agar menghindari kerusakan. Jika hari ini banyak rumah dibangun dengan kokoh, menancap seakan membentuk paku bumi. Rumah adat…

Selengkapnya..
Ilustrasi Tsunami, Foto: Schäferle/Pixabay

Cerita Tsunami dalam Kayori

Satu abad berlalu setelah karya fenomenal Beethoven tercipta, bencana terjadi di Sulawesi Tengah. Tepatnya pada tahun 1938, terjadi gempa yang mengakibatkan tsunami melanda Teluk Palu. Berlatar kejadian ini, masyarakat lokal di Kayumalue menciptakan syair yang bercerita mengenai peristiwa tsunami yang terjadi kala itu.  Sebuah karya sering kali muncul dalam kondisi yang tak terduga. Bahkan di tengah kondisi yang menyedihkan, terkadang…

Selengkapnya..
Ilustrasi Gempabumi, Foto: Getty Images/CHUYN

Kata Bencana Gempa dalam Bahasa Jawa Kuno

Kata bencana gempa yang kita dengar sekarang ini mungkin merupakan penyempurnaan bahasa, tapi bagaimana dengan penyebutannya di masa lampau ?. Berbicara masa lalu tidak selalu membosankan seperti yang diperkirakan kebanyakan orang. Berbicara masa lalu justru terkadang membawa kita pada temuan baru yang menakjubkan.  Disasterchannel.co berkesempatan mendengarkan penjelasan arkeolog asal Malang bernama Rakai Hino dalam diskusi virtual pada 31/07/2021. Rakai Hino…

Selengkapnya..
Ilustrasi kejadian bencana, Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bencana Alam dalam Cerita Di Sulawesi Tengah

Berbagai peristiwa bencana alam di Lembah Palu zaman dahulu telah terekam dalam ingatan kolektif  secaraturun-temurun dalam bentuk berbagai cerita. Cerita-cerita tersebut bukan sekedar dongeng, tetap merupakan pesan tersirat  tentang kewaspadaan. Masyarakat di Sigi dan Donggala mengenal cerita tentang terbentuknya Lembah Palu dan Danau Lindu. Menurut cerita, tepi laut di jaman dulu meliputi area yang dimulai dari wilayah Ganti (sebelah barat Donggala) sampai  ke arah Selatan Kampung Bangga dan…

Selengkapnya..
Prosesi upacara festidal egek, Foto: tribunsorong.com/Safwan Ashari

Batasi Diri Mengambil Sumber Daya Alam, Lewat Sasi dan Egek

Konsep pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebenarnya telah lama dipraktikkan oleh masyarakat adat jauh sebelum istilah sustainability dikenal dalam literatur modern. Melalui sistem sasi dan egek, masyarakat secara kolektif menetapkan batas, waktu, dan cara pengambilan sumber daya alam. Praktik ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara adil….

Selengkapnya..
Ilustrasi Upacara Labuhan, Foto: Dok. kratonjogja.id

Upacara Labuhan, Penjaga Keseimbangan Alam Jawa, Pengingat Bencana

Upacara Labuhan merupakan salah satu tradisi sakral di tanah Jawa, yang diwariskan turun-temurun dari masa kerajaan hingga kini. Kata labuhan berasal dari kata “labuh”, yang berarti melarung atau menurunkan sesuatu ke laut atau tempat tertentu sebagai bentuk persembahan.  Dalam konteks budaya Jawa, ritual ini dilaksanakan di dua titik penting secara kosmologis yaitu Gunung Merapi di utara dan Laut Selatan di…

Selengkapnya..