Gempa Padang 2009, Rumah Gadang : Rumah dengan Arsitektur Tahan Gempa

Bangunan Tradisional seperti rumah gadang merupakan salah satu bangunan yang terdampak ketika kejadian gempa besar mengguncang Padang dan wilayah sekitarnya, merusak rumah, fasilitas umum, hingga bangunan tempat tinggal masyarakat. 30 September 2009 menjadi salah satu hari yang meninggalkan jejak panjang bagi masyarakat Sumatera Barat. Di tengah reruntuhan tersebut, beberapa Rumah Gadang masih berdiri. Bangunan tradisional yang diwariskan masyarakat Minangkabau itu ternyata…

Selengkapnya..
Letusan Gunung Etna, Foto: AP/Salvatore Allegra

Mengingat Gunung Aktif Tertinggi Di Eropa yang 103 Tahun Lalu Mengalami Erupsi

Gunung Etna adalah gunung aktif tertinggi di dataran Eropa memiliki ketinggian puncak sekitar 10.900 kaki (3.320 meter), tingginya hampir sama dengan gunung Sumbing di Jawa Tengah.  Gunung Etna atau dalam bahasa Latin disebut Aetna berada di daerah pantai timur Sisilia. Nama itu berasal dari bahasa Yunani Aitne, dari aithō, yang artinya “Aku terbakar.” Seperti gunung berapi aktif lainnya, ketinggiannya bervariasi, meningkat…

Selengkapnya..
Suku Punan, Foto: Chris Djoka/YKAN

Menghindari Wabah, Begini Cara Masyarakat Nomaden “Punan”

Pasca bencana covid-19 yang terjadi beberapa tahun yang lalu, wabah menjadi penyakit yang amat mengerikan bagi masyarakat, membunuh perlahan dan mengancam manusia. Salah satu anjuran yang paling diingat dalam pandemi covid adalah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang menganjurkan untuk masyarakat tetap dirumah agar tidak tertular wabah dan meminimalisir korban jiwa, namun bagaimana jika wabah terjadi di masyarakat nomaden yang…

Selengkapnya..

Rumah Adat Nias “Omo Hada” Fleksibel dan Tahan Gempa

Indonesia memiliki banyak warisan arsitektur tradisional serta rumah adat yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat menghadapi alam. Salah satu contohnya adalah rumah adat Nias yang telah lama dikenal sebagai bangunan tahan gempa. Kemampuannya bukanlah hasil teknologi modern, melainkan buah dari pengetahuan lokal yang diwariskan selama ratusan tahun. Ketika gempa besar mengguncang Pulau Nias pada tahun 2005, banyak rumah adat masih…

Selengkapnya..
Ilustrasi Galodo, Foto: Dok. BNPB

Rekaman Bencana Galodo dalam Syair Nagari Talu (1890)

​Jauh sebelum teknologi peringatan dini (early warning system) modern diperkenalkan, masyarakat Minangkabau telah merekam memori bencana dan sistem mitigasi melalui tradisi literasi manuskrip. Salah satu karya literatur lokal yang secara spesifik mengabadikan peristiwa ini adalah Naskah Syair Nagari Talu yang ditulis pada tahun 1890. ​Meskipun dikemas dalam bentuk syair dan kronik sastra sejarah, manuskrip ini memiliki nilai historis dan filologis…

Selengkapnya..
Ilustrasi Segitiga Masalembo, foto: Dok. Grid.id

Misteri Segitiga Masalembo: Mengapa Perairan Ini Rawan Kecelakaan?

Perairan Masalembo selama bertahun-tahun sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis dan bahkan disebut sebagai “Segitiga Bermuda Indonesia”. Namun, dari perspektif sains, kawasan ini jauh lebih menarik untuk dipahami sebagai bagian dari sistem laut Indonesia yang memiliki dinamika oseanografi dan meteorologi maritim yang kompleks. Kompleksitas tersebut tidak berarti Masalembo memiliki fenomena laut yang misterius atau unik yang secara otomatis menyebabkan kapal…

Selengkapnya..
Ilustrasi memadamkan api kebakaran hutan, Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU

Memadamkan Api dengan Tepung, Apakah Bisa?

Bagaimana jika api tidak dipadamkan dengan air, melainkan dengan tepung? Gagasan ini terdengar tidak biasa, tetapi baru-baru ini muncul dalam pembahasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.  Dalam rapat penanganan karhutla di Sumatera Selatan pada 24 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan pemadam alternatif, termasuk inovasi berbahan baku tepung ubi atau singkong.  Bahan tersebut disebut berpotensi…

Selengkapnya..
ilustrasi Babad Lombok, Foto: Dok. lombokpost.jawapost.com

Letusan Samalas Abad Ke-13 Dalam Babad Lombok dan Jejak Masyarakat Yang Bangkit Setelahnya

Sejarah sering kali mengingat bencana melalui angka dan kehancuran. Kita mengenal letusan gunung karena ribuan orang meninggal. Kita mengingat tsunami karena kota-kota dihancurkan. Kita mengenal gempa melalui bangunan yang runtuh dan wilayah yang berubah menjadi puing-puing. Sejarah mencatat kapan gunung meletus, kapan laut naik, kapan kerajaan runtuh, dan berapa banyak manusia yang kehilangan nyawa. Tetapi ada satu bagian yang sering…

Selengkapnya..
Letusan Gunung Anak Krakatau, Foto: Dok. PVMBG

Gunung Kapi (Krakatau Purba), Laut yang Naik, dan Ingatan tentang Bencana 1.600 Tahun Lalu, Membaca Kembali Pustaka Raja Purwa

Indonesia mengenal Krakatau sebagai salah satu gunung api paling terkenal dan paling dahsyat dalam sejarah dunia. Letusannya pada 1883 menghancurkan sebagian besar Pulau Krakatau, memicu tsunami besar, menghantam pesisir Jawa dan Sumatera, serta menewaskan lebih dari 36.000 orang. Suara ledakan Krakatau bahkan dilaporkan terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya. Gelombang tsunami menyapu permukiman di sepanjang pantai Selat Sunda. Abu vulkanik menutupi…

Selengkapnya..
Kick off Pilot RCC, Foto: Atep Maulana

Pilot Resilient Community Coach Resmi Diluncurkan, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Kearifan Lokal dan AI

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Atma Connect resmi meluncurkan Pilot Resilient Community Coach (RCC) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Program ini memadukan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan pengetahuan dan kearifan lokal untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana. Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, mengatakan kesiapsiagaan bencana pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan masyarakat…

Selengkapnya..