Respons Kemanusiaan Menyediakan Air Bersih bagi Masyarakat yang Dilanda Kekeringan

Relawan memberikan Air Bersih pada Masyarakat, Foto: Atep Maulana
Ekspedisi Jawadwipa

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan perusahaan daerah air minum Perumda Tirta Bumi Wibawa, telah menyalurkan bantuan air bersih darurat kepada ratusan keluarga yang terdampak kekeringan di Cikundul Hilir, Jawa Barat.

Operasi darurat yang dilaksanakan pada hari Sabtu tersebut memberikan bantuan kepada sekitar 340 keluarga di Cikundul Hilir, RW 04, Desa Cikundul, tempat cuaca kering berkepanjangan telah secara signifikan mengurangi akses terhadap air bersih.

Respons Kemanusiaan Menyediakan Air Bersih bagi Masyarakat yang Dilanda Kekeringan

air bersih
Pemberian Air Bersih bagi masyarakat yang dilanda kekeringan, Foto: Atep Maulana

Respons ini dilaksanakan menyusul permintaan resmi dari pihak berwenang setempat, yang mencerminkan upaya terkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan mendesak masyarakat. Selama operasi berlangsung, Palang Merah Indonesia mendistribusikan 10.000 liter air bersih melalui dua kali pengiriman dengan truk tangki, sementara perusahaan daerah air minum menyuplai tambahan 45.000 liter, guna memastikan keluarga yang terdampak memiliki akses terhadap air bersih yang aman untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

HR. Imran Wardhani, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi sekaligus Asisten Sekretaris Daerah III Pemerintah Kota Sukabumi, mengatakan bahwa respons tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah kesiapsiagaan yang lebih luas menyusul penetapan status darurat kekeringan di kota tersebut.

air bersih
Respon kemanusiaan pada masyarakat yang dilanda kekeringan di kota Sukabumi, Foto: Atep Maulana

“Bersama dengan perusahaan daerah air minum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kami segera merespons permintaan dari pemerintah daerah setempat. Operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Keputusan Wali Kota mengenai penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan, yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Hari ini, PMI mendistribusikan 10.000 liter air bersih melalui dua kali pengiriman dengan truk tangki, sementara perusahaan daerah air minum menyediakan tambahan sebanyak 45.000 liter. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap salah satu kebutuhan paling mendasar mereka—yaitu air bersih dan aman—selama masa darurat kekeringan berlangsung,” ujar Imran Wardhani.

Menurut Wardhani, Palang Merah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kota Sukabumi, BPBD, perusahaan daerah air minum, serta mitra lainnya untuk memantau wilayah-wilayah yang berisiko mengalami kekurangan air. Distribusi air darurat tambahan akan dikerahkan setiap kali ada permintaan resmi yang diajukan oleh pihak pemerintah desa atau kecamatan setempat.

Operasi gabungan ini menyoroti pentingnya kerja sama kemanusiaan dalam merespons tantangan terkait iklim. Seiring dengan semakin intensnya musim kemarau, akses terhadap air bersih menjadi kekhawatiran yang kian meningkat bagi masyarakat rentan di seluruh wilayah Sukabumi.

PMI juga mengimbau warga yang mengalami kekurangan air untuk melaporkan kebutuhan mereka melalui kantor pemerintah setempat agar bantuan dapat dinilai dan disalurkan segera sesuai dengan mekanisme tanggap darurat kota.

Baca juga: Belajar Ketahanan Pangan Kota, 4 Tempat Ini Wajib Kamu Kunjungi!

Kota Sukabumi secara resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan mulai 1 Juli hingga 30 September 2026, yang memungkinkan instansi pemerintah dan mitra kemanusiaan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat penyaluran bantuan darurat. Melalui langkah-langkah terkoordinasi, Palang Merah Indonesia beserta para mitranya berupaya memastikan masyarakat rentan tetap memiliki akses terhadap air bersih selama musim kemarau, sekaligus meminimalkan dampak kemanusiaan akibat kekeringan.(Atep Maulana)