Siapa sih yang nggak tau berubahan iklim, pasti sobat DC tau kan?. Perubahan iklim itu beda tipis yaa sama kehidupan percintaan di masa muda. Perubahan iklim mengakibatkan terjadinya perubahan pola dan perubahan ekstrem dari curah hujan, suhu dan sebagainya. Perubahan iklim sama seperti perubahan mood si dia yang berubah-ubah yang makin lama makin panas kalo nggak ditanggulangi.
Perubahan iklim itu bisa menyebabkan banyak becana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor iklim (curah hujan). Misalnya, bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi pada saat musim penghujan. Ada pula bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan pada saat musim kemarau.
Hal ini menunjukan bahwa Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim. Menurut BNPB (2018), bencana akibat faktor iklim (bencana hidrometeorologi) masih tetap mendominasi di Indonesia dengan prosentase paling tinggi, yaitu 96,9 persen (banjir, longsor, puting beliung). Bahkan catatan kejadian bencana per tanggal 1 Januari sampai 4 Februari 2021 yang dikeluarkan oleh BNPB menunjukkan bahwa bencana banjir adalah bencana paling banyak, yaitu 192 kejadian, disusul puting beliung sebanyak 52 kejadian dan longsor 49 kejadian. Hal ini menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi sebagai kejadian bencana di Indonesaia hingga saat ini.
Perubahan Iklim yang Berdampak pada Bencana Hidrometeorologi

Begitu banyak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia, salah satunya akibat dari perubahan iklim. Indonesia termasuk negara yang ikut terkena dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global. Pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan intensitas dan frekuensi curah hujan serta aktivitas manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan terjadinya perubahan besar pada aliran air dan pengendapan sedimen secara berkala, yang menyebabkan terjadinya perubahan karakteristik sungai.
Perubahan lahan berupa alih fungsi daerah resapan menjadi ladang serta lahan terbuka menyebabkan daerah tersebut memiliki daya serap yang kurang sehingga daerah tersebut tidak mampu menyerap air dan menjadikan air hujan yang turun langsung menuju sungai dan menyebabkan sungai tidak mampu menampung air tersebut sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

Sebagai manusia yang cerdas dan sudah mengetahui dampak dari hal ini terhadap kejadian bencana hidrometeorologi. Sobat DC harus mengetahui bagaimana sih cara menaggulangi dampak perubahan iklim, salah satunya adalah dengan melakukan strategi pengurangan risiko bencana akibat perubaha iklim. Banyak cara yang bisa dilakukan di antaranya:
- Menanamkan dan mengembangkan budaya sadar bencana dan kearifan lokal, seperti melibatkan peran tokoh agama dan tokoh adat ataupaun tokoh lainnya sampai pada level komunitas maupun individu dalam hal pengetahuan tentang kebencanaan akibat perubahan iklim.
- Pengenalan dan pemahaman risiko bencana akibat perubahan iklim pada setiap level, mulai dari tingkat nasional, daerah, desa, komunitas, keluarga, sampai masing-masing individu. Upaya pengenalan dan pemahaman risiko dimulai dengan pengenalan bahaya, seberapa besar potensi dan jenis bencana iklim apa saja yang ada di wilayah kita. Selain itu perlu juga kita mengidentifikasi seberapa rentan kondisi fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan serta kapasitas apa saja yang dimiliki dari unsur-unsur tersebut di wilayah kita.
- Penyusunan rencana kontijensi maupun rencana operasi sebagai panduan kesiapsiagaan dan operasi ketika terjadi bencana akibat perubahan iklim. Rencana kontijensi merupakan rencana yang disusun ketika terdapat potensi untuk terjadi bencana atau pada tahap aktivitas kesiapsiagaan (disusun sebelum darurat bencana/kejadian bencana). Sementara Rencana Operasi merupakan tindaklanjut dari rencana kontijensi setelah dilakukan upaya kaji cepat bencana.
- Peningkatan sosialisasi dan diseminasi upaya pengurangan risiko dengan mengelola media untuk sosialisasi dan diseminasi pada saat sebelum terjadi (prabencana), pada saat terjadi (bencana), pada saat setelah terjadi (pascabencana) dengan memanfaatkan media online (sosial media seperti facebook, instagram, twitter, whatsapp dsbg), televisi, radio, media cetak, public figure (tokoh agama, artis, dll) dan sebagainya.
- Peningkatan kerjasama antar seluruh pelaku pembangunan Sinergi Pentahelix yaitu melibatkan Academician, Business, Community, Government, dan Media (ABCGM). Sebab urusan bencana dan perubahan iklim merupakan urusan bersama. Seluruh aktor harus berkolaborasi pada setiap tahapan bencana, prabencana, saat terjadi, maupun pascabencana.
Baca juga: Sejarah Mencatat: Banjir Jakarta Sudah Terjadi Sejak 15 Abad Lalu
Perubahan iklim terus terjadi hingga saat ini. Dampak perubahan iklim sudha jelas terlihat, maka kita tak boleh diam saja. Mari sama sama melakukan tindak pengurangan risiko bencana dari hal terkecil seperti contohnya menaiki kendaraan umum, membawa bekal dan tempat minum sendiri agar pemanasan global berkurang dan yang terpenting adalah tingkatkan literasi menganai kebencanaan dengan setia membaca Disasterchannel.co, sampai jumpa ditulisan berikutnya sobat DC (LS)
Sumber:
Shalih, O. (2019). Strategi Pengelolaan Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim di Indonesia.
Fathi, M. K. Pemodelan Perubahan Iklim Terhadap Peluang Kejadian Bencana Hidrometeorologi Di Daerah Aliran Batanghari Leko Sumatra Selatan Modeling of Climate Change on Opportunities of Hydrometeorological Disaster in Batanghari Leko Flow Area, South.
Twitter BNPB






