Filosofi Tanggap Bencana Orang Baduy: Tangguh Tanpa Angkuh

Ketika membahas penanganan bencana, kita kerap terjebak semata pada paparan data. Seperti jumlah korban dan total kerugian. Namun sebenarnya, ada satu hal yang tidak boleh terlewatkan ketika menelaah topik kebencanaan di sebuah daerah: bagaimana menangkap gambaran kemampuan masyarakat setempat dalam menghadapi bencana tersebut. Salah satunya dari kearifan lokal yang mereka terapkan dalam hidup sehari-hari. Hal tersebut menjadi sebuah pesan kunci…

Selengkapnya..

Rumah Adat Nias “Omo Hada” Fleksibel dan Tahan Gempa

Indonesia memiliki banyak warisan arsitektur tradisional serta rumah adat yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat menghadapi alam. Salah satu contohnya adalah rumah adat Nias yang telah lama dikenal sebagai bangunan tahan gempa. Kemampuannya bukanlah hasil teknologi modern, melainkan buah dari pengetahuan lokal yang diwariskan selama ratusan tahun. Ketika gempa besar mengguncang Pulau Nias pada tahun 2005, banyak rumah adat masih…

Selengkapnya..
ilustrasi Pulau Sebesi, Foto: helen_d.maria/D'traveler

Masyarakat Pulau Sebesi Waspada, Pulau Terdekat Gunung Krakatau

Pulau Sebesi merupakan salah satu wilayah berpenghuni yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Pulau yang berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, ini berjarak sekitar 15–20 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Jarak tersebut membuat masyarakat Sebesi hidup sangat dekat dengan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Kedekatan geografis tersebut menjadikan posisi Pulau Sebesi menempatkan masyarakatnya pada wilayah…

Selengkapnya..
Gunung Anak Krakatau, Foto: Dok. Pemprov Lampung

Selain Gunung Anak Krakatau, 4 Gunung Ini Wajib diwaspadai

Sebagai wilayah yang dilewati jalur Ring of Fire atau Cincin api Pasifik, Indonesia tak ayal sering kali dilanda erupsi gunung. Dampaknya  yang  paling parah tentu menyebabkan korban jiwa, namun dampak terganggunya aktivitas sehari-hari juga tidak bisa dihiraukan begitu saja. Baru-baru ini salah satu gunung api teraktif di Indonesia “Anak Krakatau” erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik yang dampaknya dirasakan hingga ibukota…

Selengkapnya..
Ilustrasi Galodo, Foto: Dok. BNPB

Rekaman Bencana Galodo dalam Syair Nagari Talu (1890)

​Jauh sebelum teknologi peringatan dini (early warning system) modern diperkenalkan, masyarakat Minangkabau telah merekam memori bencana dan sistem mitigasi melalui tradisi literasi manuskrip. Salah satu karya literatur lokal yang secara spesifik mengabadikan peristiwa ini adalah Naskah Syair Nagari Talu yang ditulis pada tahun 1890. ​Meskipun dikemas dalam bentuk syair dan kronik sastra sejarah, manuskrip ini memiliki nilai historis dan filologis…

Selengkapnya..
Ilustrasi liputan pada saat bencana, Foto: perlan.is

Liputan Bencana, Berikut 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Bencana selalu menghadirkan kebutuhan informasi yang tinggi. Ketika gempa, banjir, longsor, erupsi gunung api, atau kebakaran hutan terjadi, masyarakat membutuhkan informasi mengenai apa yang terjadi, siapa yang terdampak, bagaimana kondisi terbaru, serta apa yang harus dilakukan.  Pada situasi seperti ini, jurnalis memiliki peran penting untuk menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan berguna. Tetapi meliput kejadian ini bukan sekadar mengejar kecepatan…

Selengkapnya..
Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh, Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman/nz

Imbas Sebaran Abu Anak Krakatau Meluas, Sejumlah Wilayah Tetapkan PJJ

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak hingga ke sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa. Sebaran abu vulkanik yang terpantau mencapai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu membuat pemerintah daerah mengambil langkah antisipasi, termasuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026) pukul…

Selengkapnya..
Kick off Pilot RCC, Foto: Atep Maulana

Pilot Resilient Community Coach Resmi Diluncurkan, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Kearifan Lokal dan AI

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Atma Connect resmi meluncurkan Pilot Resilient Community Coach (RCC) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Program ini memadukan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan pengetahuan dan kearifan lokal untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana. Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, mengatakan kesiapsiagaan bencana pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan masyarakat…

Selengkapnya..
Ilustrasi Gempa, Foto: pixabay

Antisipasi Kaskade Gempa Demi Resiliensi Berkelanjutan

Gempa bumi dapat memicu rantai bencana yang saling terhubung yang dikenal dengan kaskade gempa (cascading earthquake hazards). Guncangan gempa memicu serangkaian bencana berikutnya yanv lebih mematikan dari pada gempa itu sendiri. Kaskade bencana gempa melalui (1) kaskade geologi dari alam ke alam seperti gempa dapat memicu pergeseran tanah, tsunami, likuifaksi, longsor dsb., (2) kaskade alam ke manusia dimana guncangan gempa…

Selengkapnya..
Ilustrasi Sekat Bakar, Foto: Dok. BPBD Sumsel

Warisan Pengetahuan Pengendalian Karhutla, Sekat Bakar

Setiap kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi, perhatian publik hampir selalu tertuju pada helikopter pengebom air, patroli darat, hingga teknologi pemantauan berbasis satelit. Padahal jauh sebelum berbagai teknologi tersebut berkembang, masyarakat telah mengenal cara sederhana untuk mencegah api meluas yaitu dengan membuat batas aman agar kobaran tidak merambat ke kawasan lain. Praktik inilah yang kemudian berkembang dan distandarisasi menjadi…

Selengkapnya..