Aksi Mitigasi Perubahan Iklim, Peran Penting Relawan Muda Didalamnya

Ekspedisi Jawadwipa

Isu perubahan iklim merupakan isu global saat ini, penangananya perlu melibatkan semua pihak secara global pula. Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai organisasi yang berakar di masyarakat, memandang penting untuk melibatkan semua komponen Khususnya kaum remaja sebagai generasi masa depan untuk menjadi pelopor dan berpartisipasi aktif dalam berbagai aksi mitigasi seperti halnya isu perubahan iklim saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Muchrizal Harris Ritonga, Country Program Manager Palang Merah Amerika (Amcross) di Indonesia dalam sebuah lokakarya Perubahan Iklim yang digelar dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja Tingkat Nasional IX/2023.

Didepan ratusan peserta lokakarya Harris mengatakan, isu perubahan iklim ini sangat penting disampaikan kepada para peserta jumbara yang merupakan relawan muda PMI saat ini yang akan menjalankan berbagai aksi dan misi kemanusiaan kedepannya.

Peran Penting Relawan Muda Dalam Aksi Mitigasi Perubahan Iklim

perubahan iklim
Lokakarya Perubahan Iklim, Foto: Atep Maulana

“Isu perubahan iklim ini penting disampaikan, karena dampaknya telah mengakibatkan jumlah kejadian bencana dimana mana, serta menambah daptar panjang tragedi kemanusiaan diberbagai negara,” ungkap Harris.

Lebih lanjut harris menambahkan, perubahan iklim ini telah nyata dan berdampak masif terutama dalam kontek kerentanan terhadap risiko bencana saat ini.

Harris menyebut, salahsatu dampak yang terlihat saat ini dengan kenaikan muka air laut sehingga berpotensi menyebabkan banjir dan hilangnya pulau- pulau kecil saat ini.

Selain itu, perubahan curah hujan, sehingga berpotensi menyebabkan banjir dan erosi, gagal panen dan rusaknya mata pencaharian.

Tidak hanya itu tambah Harris, dampak yang sangat terasa saat ini adanya kenaikan temperatur suhu sehingga berpotensi menyebabkan kebakaran hutan, kekeringan dan hilangnya keragaman hayati.

Dalam Lokakarya perubahan iklim ini Harris mengajak partisipasi aktip anak muda relawan PMR untuk lebih peduli kondisi saat ini.

“Generasi muda PMR harus lebih peduli isu lingkungan dan memiliki literasi perubahan iklim yang memadai sehingga bisa menjadi peer educator atau pendidik sebayanya dalam menyampaikan pesan pesan isu lingkungan untuk kemanusiaan,” terang Harris.

Kegiatan lokakarya perubahan iklim ini merupakan bagian rangkaian kegiatan Jumbara Nasional yang dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan perwakilan kontingen dari berbagai provinsi Se- Indonesia dan perwakilan
Youth Delegation dari berbagai perhimpunan negara sahabat yang hadir.

perubahan iklim
Kegiatan saat Lokakarya, Foto: Atep Maulana

Selain dari perwakilan Palang Merah Amerika (Amcross) turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan lokakarya ini dari IFRC yang diwakili oleh Edwin Siahan sebagai Disaster Risk Management IFRC di Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini Palang Merah Indonesia ( PMI) sedang menyelenggarakan kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Nasional Palang Merah Remaja (PMR) IX yang dipusatkan di Taman Agro Wisata Way Handak di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan pada 2-10 Juli 2023.

Baca juga: PMI dan Yayasan Saka Warga Indonesia Siap Luncurkan “Warga Siaga”, Inovasi AI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat

Jumbara PMR tingkat nasional ini diikuti sekitar 4.200 peserta yang terdiri atas PMR tingkat mula, madya, dan wira se-Indonesia. Selain itu, sekitar 55 peserta dari sejumlah Palang Merah dan Bulan Sabit Merah negara sahabat, di antaranya Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Italia, Tiongkok, dan Timor Leste.

Kontributor: Atep Maulana