Sinyal Siaga Tsunami di Pulau Kecil Sangihe

Titik Gempa, Foto: Antara/HO-BMKG
Ekspedisi Jawadwipa

Gempa berpotensi tsunami, pagi ini (08/06) gempa bumi besar dirasakan di laut wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina. Dalam portal realtime gempa BMKG, catatan gempa pagi ini dirasakan awal di wilayah Mindanao, Filipina pada sekitar pukul 06.37 WIB dengan kekuatan magnitudo 8,2.

Di saat yang sama, Indonesia juga mengalami goncangan gempa dengan magnitudo 7,7, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada koordinat 5,69° LU dan 125,05° BT dalam kedalaman 105 kilometer.

Sinyal Siaga Tsunami di Pulau Kecil Sangihe

tsunami
Rumah rusak akibat gempa di Kepulauan Sangihe, Foto: Dok. Basarnas Sulawesi Utara

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Indonesia dengan intensitas yang bervariasi. Intensitas IV MMI tercatat di Morotai, Halmahera Utara, dan Toli-Toli, yang berarti gempa yang dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo Utara merasakan guncangan pada skala III–IV MMI. Getaran dengan intensitas III MMI juga dirasakan di Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah.

Menurut BMKG, gempa bumi yang terjadi berpotensi tsunami dengan status siaga dan waspada di berbagai wilayah, antara lain: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Wilayah yang diperkirakan menerima dampak paling awal dan memiliki tingkat kewaspadaan lebih tinggi berada di pesisir Sulawesi Utara, khususnya Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Manado, serta wilayah pesisir utara Minahasa.

Beberapa menit setelah gempa dirasakan BMKG melakukan update melalui konferensi pers yang dilakukan secara zoom meeting dan disiarkan langsung di platform youtube.

“Tsunami sudah tercatat di tiga lokasi, di Ulu Siau, Maluku Utara, dan Melonguane tetapi memang tinggi tsunaminya berkisar antara 9 sentimeter sampai 18 sentimeter” Ujar Nelly Florida Riama (Deputi Bidang Geofisika) dalam pernyataan konferensi pers yang dilakukan oleh BMKG.

tsunami
Rumah rusak akibat kejadian gempa, Foto: Dok. istimewa

Dalam konferensi pers tersebut BMKG juga menjelaskan, berdasarkan episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat subduksi lempeng laut Filipina, hasil analisis mekanisme sumber menunjukan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust).

Baca juga: Titik Awal “Rentetan Gempa Besar Sumatra”, Gempa Enggano 2000

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa kondisi di wilayah terdampak gempa bumi saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali. Berdasarkan laporan cepat yang diterima dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado, guncangan gempa hanya dirasakan dalam intensitas lemah selama sekitar 2–3 detik. Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai dampak signifikan akibat peristiwa tersebut, meskipun dalam video yang beredar di media sosial menunjukan bahwa wilayah Filipina beberapa bangunan mengalami kerusakan.(Kori)