Bibir Pantai di laut Mindanao, Filipina kini digegerkan oleh fenomena terumbu karang, lamun serta biota laut yang tersingkap jelas di sudut-sudut pantai.Garis pantai seakan berganti, menjorok keluar berjarak bahkan hampir 200 meter. Dan dikonfirmasi oleh Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi – Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina bahwa laut Filipina terangkat sekitar 2 meter.
Kondisi terumbu karang yang tersingkap ke permukaan ini terjadi di pantai-pantai wilayah Sarangani dan Davao Occidental. Hal ini terjadi setelah gempa besar bermagnitudo 7,8 (08/06) di perairan Filipina yang juga mengguncang wilayah sekitarnya termasuk beberapa kepulauan di Indonesia.
Fenomena tersebut bukan karena air laut yang tiba-tiba menghilang, tetapi akibat perubahan bentuk kerak bumi setelah aktivitas tektonik besar di kawasan Palung Cotabato. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah tersebut menyebabkan sebagian dasar laut mengalami pengangkatan atau uplift.
Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter Pasca Gempa Besar

Dalam proses geologi, wilayah pesisir yang sebelumnya berada di bawah permukaan laut dapat terdorong naik ketika energi yang tersimpan di zona subduksi dilepaskan. Pergerakan lempeng yang selama puluhan tahun berlangsung perlahan akhirnya menghasilkan pelepasan energi besar dalam waktu singkat, mengubah posisi daratan dan dasar laut.
Data pengamatan satelit dari Badan Antariksa dan Informasi Geospasial Filipina (PhilSA) menunjukkan adanya pergeseran garis pantai di wilayah Barangay Burias dan Pangyan, Sarangani. Analisis citra satelit Sentinel-2C sebelum dan setelah gempa memperlihatkan perubahan batas pasir terbuka serta kemungkinan munculnya fitur bawah laut yang sebelumnya tertutup air.
Palung Cotabato sendiri merupakan salah satu zona tektonik aktif di kawasan Filipina. Wilayah ini berada pada pertemuan sistem lempeng yang kompleks, tempat kerak samudra Laut Celebes bergerak menunjam ke bawah bagian Sabuk Bergerak Filipina. Proses subduksi yang berlangsung beberapa sentimeter setiap tahun menjadi sumber akumulasi tekanan yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan sebagai gempa besar.

Selama bertahun-tahun, dua lempeng bumi di bawah Laut Celebes saling menekan. Tetapi bagian yang saling bertemu itu terkunci oleh gesekan sehingga tidak bisa bergerak bebas. Sementara Lempeng Laut Celebes terus bergerak turun, bagian kerak di atasnya ikut tertarik, menekuk, dan menyimpan energi seperti papan kayu yang ditekan hingga melengkung.
Baca juga: Sesar Sausu Penyebab Gempa M 6,7 Palu
Pada 8 Juni, bagian yang terkunci itu akhirnya patah dan bergerak tiba-tiba. Energi yang selama ini tersimpan dilepaskan dalam waktu singkat, membuat kerak bumi di atasnya meloncat naik. Pergerakan mendadak inilah yang menyebabkan dasar laut terangkat hingga sekitar 2 meter dan membuat beberapa bagian garis pantai tampak berubah. Dalam ilmu geologi, peristiwa ini disebut pengangkatan ko-seismik, yaitu kenaikan permukaan bumi yang terjadi langsung akibat gempa.(Kori)
Sumber:
https://en.tempo.co/read/2108702/philippine-earthquake-latest-tremor-seabed-raised-by-2-meters






