Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia masih belum padam. Laporan terbaru yang dirilis BMKG menyebutkan paparan asap masih menyelimuti sejumlah daerah, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.
Pantauan citra sebaran asap yang dilakukan BMKG pada Selasa (15/9) pukul 08.00 WIB mendeteksi asap di wilayah Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Maluku. Laporan ini juga memaparkan bahwa sebaran di wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kep. Bangka Belitung bergerak ke arah Barat Laut. Sementara di wilayah Kep. Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku, dan Papua Selatan, asap bergerak ke arah Barat Laut – Utara. Sedangkan di wilayah Kalimantan Timur, sebaran asap bergerak ke arah Utara – Timur Laut.
Pantauan citra sebaran asap ini juga mendeteksi terjadinya Transboundary Haze dari wilayah Kalimantan Timur menuju ke Sarawak (Malaysia), Semenanjung Malaysia, dan Singapura.
Sehari sebelumnya (Senin, 14/9) Kementerian Kehutanan merilis laporan bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan bersama tim gabungan melalui operasi darat, water bombing, patroli udara, dan operasi modifikasi cuaca (OMC), memberikan hasil yang menggembirakan. Hasil pemantauan terakhir menunjukkan adanya penurunan hotspot yang cukup signifikan dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Kebakaran Hutan dan Lahan Belum Padam Hingga Saat Ini

Laporan ini juga menyebutkan bahwa berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu, 13 September 2026 pukul 21.20 WIB, secara nasional terdeteksi 592 hotspot high confidence, meningkat dibandingkan dengan 567 titik pada 12 September 2026. Namun, di enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan, jumlah hotspot high confidence masih menunjukkan tren naik turun.
Di Kalimantan Tengah, misalnya, dari 197 titik menjadi 89 titik. Sama seperti di Kalimantan Barat, dari 91 titik menjadi 14 titik. Â Namun, di Kalimantan Selatan justru meningkat dari 7 titik menjadi 28 titik. Begitu pula di Jambi yang sehari sebelumnya dilaporkan nihil, malah terdeteksi 17 titik baru. Hanya Riau dari enam provinsi prioritas ini yang dilaporkan nihil hotspot high confidence.
Meskipun dilaporkan terjadi penurunan hotspot high confidence, Kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, hingga Selasa (15/9) titik api masih terpantau di beberapa daerah seperti Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Kubu Raya.
Di kawasan gambut Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, juga dilaporkan Kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga hari ke-25 pada Senin (14/9) lalu. Meski api utama telah berhasil diredam, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang mengeluarkan asap.
Sementara di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) dilaporkan munculnya sejumlah titik api baru. Seperti dilaporkan Kompas.id, pada Sabtu (12/9), api merembet ke hutan Desa Padu Banjar yang merupakan buffer area Tanagupa di Kabupaten Tayong Utara. Rembetan inilah yang dikhawatirkan karena Tanagupa merupakan kantong populasi orangutan Kalimantan Barat.
Kebakaran hutan dan lahan juga masih terus terjadi di wilayah Palangkaraya. Metro TV melaporkan (Selasa, 15/9) bahwa kebakaran cenderung meluas hingga mendekati kawasan permukiman. Salah satunya di kawasan Jalan G Obos 20. Warga di wilayah ini lebih memilih untuk bertahan dan mengungsi sementara.

Meskipun petugas gabungan dari Dinas Kehutanan, BPBD, pemadam kebakaran, serta personel lainnya telah mengerahkan lebih dari tiga armada untuk melakukan pemadaman, pemadaman di lahan gambut tersebut menghadapi kendala berat. Tiupan angin yang cukup kencang membuat bara api di lahan gambut yang luas kerap kembali muncul hanya dalam kurun waktu tiga jam setelah proses pendinginan dilakukan.
Baca juga: Memadamkan Api dengan Tepung, Apakah Bisa?
Di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan, karhutla juga dilaporkan belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Di Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat titik api masih terlihat aktif berkobar hingga Minggu (13/9). Di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, titik api sisa Karhutla juga masih terlihat. Hasil pantauan udara yang dilakukan satgas Karhutla Provinsi Jambi pada Senin (14/9) menunjukkan titik api dari Taman Nasional Sembilang (Sumatera Selatan) telah menjalar hingga ke wilayah Taman Nasional Barbak (Jambi). Empat helikopter water bombing dikerahkan untuk mengatasi rambatan api di area yang sulit dijangkau lewat darat itu.(MS)





