Radioaktif dari Cikande, Apa Bahaya nya bagi Kesehatan?

radioaktif
Garis Pembatas Badan Pengawas Tenaga Nuklir di area Cikande, Foto: Dok. kemenlh.go.id
Ekspedisi Jawadwipa

Sebanyak sedikitnya 20 drum, 17 jumbo bag, dan 3 pallet berisi material dengan kadar tinggi kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) telah dievakuasi dari dua lokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, pada Kamis, 2 Oktober 2025. Temuan ini menambah panjang daftar titik yang tercemar total sepuluh lokasi di dalam kawasan industri tersebut kini terdeteksi sebagai sumber kontaminasi dengan tingkat intensitas berbeda-beda.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Agustus 2025 menginvestigasi laporan adanya kontaminasi Cesium-137 pada produk udang beku milik PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Dugaan muncul setelah Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) mendeteksi unsur radioaktif Cs-137 di empat pelabuhan utama Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Pelacakan kemudian menelusuri sumbernya ke fasilitas produksi PT BMS di kawasan industri Cikande. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kontaminasi tidak berasal dari proses produksi udang, melainkan paparan eksternal dari lingkungan sekitar. “Jadi sifatnya eksternal, bukan dari sistem pengolahan udang,” ujar Roni Nugraha, pengajar Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University.

Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa sumber utama pencemaran berasal dari pabrik pengolahan logam bekas milik PT Peter Metal Technology (PMT). Limbah logam dari pabrik ini teridentifikasi mengandung Cesium-137, zat radioaktif buatan manusia yang memancarkan radiasi beta dan gamma dengan waktu paruh hingga 30 tahun. Artinya zat ini dapat tetap aktif dan berbahaya di lingkungan selama beberapa dekade.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sejumlah titik di kawasan industri tersebut menunjukkan tingkat radiasi sangat tinggi, mencapai 33.000 mikro sievert per jam, atau sekitar 875.000 kali lipat dari radiasi alamiah. Angin dan aktivitas industri diduga kuat mempercepat penyebaran partikel radioaktif ke area sekitar, termasuk ke pemukiman penduduk yang berjarak kurang dari satu kilometer dari lokasi pabrik.

Radioaktif dari Cikande, Apa Bahaya nya bagi Kesehatan?

radioaktif
Area yang terpapar radioaktif di Cikande, Foto: Dok.kemenlh.go.id

Kawasan Industri Modern Cikande kini resmi ditetapkan sebagai kawasan kejadian khusus Cs-137. Wilayah ini menampung sekitar 300 pabrik dari berbagai sektor industri, sehingga risiko paparan bagi pekerja dan masyarakat menjadi perhatian utama. Para pegiat lingkungan menilai kasus ini sebagai “alarm keras” bagi sistem keselamatan dan keamanan radiasi di Indonesia.

Paparan Cesium-137 dapat menyebabkan kerusakan sel tubuh, gangguan sistem imun, hingga kanker, tergantung pada dosis dan lama paparan. Radiasi gamma yang dihasilkannya mampu menembus jaringan tubuh manusia dan mengganggu fungsi organ vital. Dalam jangka panjang, risiko mutasi genetik dan penyakit kronis juga meningkat, terutama bagi mereka yang terpapar tanpa perlindungan memadai.

Dalam laporan BBC Indonesia, warga sekitar masih mengaku bingung dan tidak tahu apa yang menjadi sumber bahaya tersebut, meski banyak plang telah dipasang dengan simbol radiasi.

radioaktif
Satgas penanganan radioaktif mengumpulkan barang-barang yang terpapar radioaktif, Foto: Dok. KLH

Menurut CDC (Center for Disease Control and Prevention) mengatakan bahwa radiasi dapat merusak tubuh manusia karena kemampuannya berinteraksi langsung dengan DNA, yaitu bahan genetik yang mengatur fungsi dan pertumbuhan sel. Kerusakan bisa terjadi secara langsung ketika radiasi memutus ikatan dalam DNA, atau secara tidak langsung ketika radiasi memecah molekul air di sekitar DNA. Pecahan air tersebut menghasilkan zat tidak stabil (radikal bebas) yang kemudian bisa merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Jika kerusakan hanya sedikit, tubuh masih mampu memperbaikinya. Namun jika terlalu banyak sel yang rusak, organ tubuh dapat gagal berfungsi dan berujung pada kematian.

Baca juga: 4 Dampak Nuklir Terhadap Lingkungan

Paparan radiasi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan Sindrom Radiasi Akut (ARS) dengan gejala seperti mual, muntah, rambut rontok, dan pendarahan, atau Cedera Radiasi Kulit (CRI) berupa luka bakar dan kerusakan jaringan. Dalam jangka panjang, paparan radiasi yang terus-menerus bisa memicu kanker, karena DNA yang rusak membuat sel-sel tubuh tumbuh tidak terkendali.(kori)