Longsor Bandung Barat, Puluhan Warga Masih dalam Pencarian

Tanah Longsor di Bandung Barat, Foto: Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
Ekspedisi Jawadwipa

Hujan deras mengguyur wilayah Bandung Barat, Jawa Barat pada dini hari, puncaknya terdengar suara gemuruh keras disertai tanah longsor yang yang membawa material tanah serta lumpur dari Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Tanah Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, Sabtu 24 Januari 2025, saat manusia kebanyakan masih terlelap tidur. Per Minggu (25/01) BNPB mengidentifikasi 81 orang belum ditemukan, 23 jiwa selamat, serta 9 orang diantaranya dipastikan meninggal. Hingga kini proses evakuasi dan identifikasi korban masih dilakukan, mengingat banyak korban yang tidak ditemukan secara utuh.

Longsor Bandung Barat, Puluhan Warga Masih dalam Pencarian

longsor
Aliran Lumpur yang melewati Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda, Foto: Tim PPMB dan DPMK ITB

Bencana ini setidaknya berdampak pada 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, para pengungsi yang selamat masih dalam pendataan dan dalam pengungsian di posko pengungsian Balai Desa Pasir langu.

Dalam menghadapi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan kondisi cuaca ekstrem, pemerintah sebelumnya telah memperkuat langkah kesiapsiagaan serta upaya perlindungan masyarakat. Berbagai kebijakan status siaga darurat ditetapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana.

Kabupaten Bandung Barat melalui Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025, yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Telah menetapkan diri berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor. 

Yang hal ini juga sejalan dengan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Dikepung pegunungan membuat beberapa wilayah Indonesia memang harus ekstra siaga dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk di malam hari.

Badan Geologi mengingatkan adanya potensi longsor susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama. Ancaman ini meningkat seiring kondisi tanah yang masih labil pasca kejadian longsor sebelumnya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa bencana gerakan tanah yang terjadi di Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2025) dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian.

longsor
Relawan dan Warga membantu mencari korban akibat tanah longsor, Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

“Faktor pemicu utamanya adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan tekanan pori air dalam tanah, menurunkan kekuatan geser, hingga akhirnya memicu kegagalan lereng,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Ahad.

Baca juga: 5 Bencana Sinkhole yang Memakan Korban

Prioritas yang saat ini dilakukan adalah pencarian korban dengan penurunan ratusan personel gabungan dari TNI, Basarnas ataupun berbagai relawan lain, untuk mempermudah pencarian dan pemetaan wilayah bencana, BNPB melakukan pemetaan udara melalui drone serta melakukan operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat termasuk Bandung Raya.(Kori/Nugrah)