Mengenal SinkHole, Bencana Lubang Mengerikan

Kejadian Sinkhole di Thailand, Foto: Dok. aljazeera.com
Ekspedisi Jawadwipa

Baru-baru ini di Thailand sebuah Sinkhole atau lubang besar muncul menenggelamkan beberapa mobil yang sedang berjalan di atas. Jika sebagian besar orang berpikir bahwa itu adalah video buatan teknologi AI, maka jawabannya salah hal tersebut nyata adanya, beberapa orang menyebutnya sinkhole.

Sinkhole adalah lubang besar yang muncul akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laman resmi Commonwealth of Pennsylvania, fenomena ini sangat berkaitan dengan peran air. Air yang meresap ke dalam tanah dapat melarutkan mineral di dalam batuan, terutama batu kapur, sehingga terbentuk rongga-rongga kosong di bawah permukaan. Lama-kelamaan, jika rongga tersebut semakin besar dan tidak lagi mampu menahan beban diatasnya, tanah di permukaan bisa tiba-tiba amblas dan membentuk lubang besar.

Mengenal SinkHole

sinkhole
Kejadian lubang besar yang terjadi di Mexico pada 2018, Foto: Francisco Robles / AFP / Getty

Sinkhole, atau lubang runtuhan tanah, dapat terbentuk melalui dua mekanisme utama, yaitu solution sinkhole dan collapse sinkhole.

Solution sinkhole terbentuk secara bertahap akibat proses pelarutan batu kapur oleh air yang bersifat asam. Dalam jangka waktu lama, air tersebut mengikis dan melarutkan batuan di bawah permukaan tanah hingga tercipta rongga-rongga besar.

Sebaliknya, collapse sinkhole terjadi secara tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah melemah dan tidak lagi mampu menahan beban di atasnya. Akibatnya tanah di permukaan runtuh dan membentuk lubang besar yang dapat menelan apapun di sekitarnya.

sinkhole
Kejadian di Guatemala pada 2010, Foto: Daniel LeClair/Reuters

Fenomena ini paling sering terjadi di wilayah yang oleh para ahli geologi disebut sebagai medan karst, yaitu daerah yang lapisan bawah tanahnya terdiri dari batuan yang mudah larut oleh air tanah, seperti batu kapur, gipsum, garam, dan batuan karbonat lainnya. Contohnya adalah Florida di Amerika Serikat, yang sebagian besar tanahnya tersusun dari batu kapur sehingga sangat rentan terhadap terbentuknya kejadian ini.

Baca juga: 3 Kearifan Lokal Masyarakat dalam Hadapi Longsor dan Tanah Bergerak

Saat air hujan meresap ke bawah tanah, air tersebut melarutkan batuan di lapisan bawah, menciptakan rongga atau gua bawah tanah. Permukaan tanah di atasnya biasanya tetap stabil untuk sementara waktu, tetapi ketika rongga tersebut semakin besar dan tidak lagi mampu menopang beban di atasnya, tanah bisa runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang besar di permukaan.

Kejadian ini sangat berbahaya, terutama di wilayah karst yang padat penduduk atau memiliki banyak infrastruktur.(Kori/Nugrah)