Ilustrasi Angin Kencang, Foto: Dok. bbc.com

Bencana Puting Beliung, Memikirkan Kembali Konstruksi Rumah di Indonesia

Bencana angin kencang atau angin puting beliung merupakan salah satu cuaca ekstrim di Indonesia dan bencana yang perlu diwaspadai selain banjir dan tanah longsor. Meskipun dalam catatan statistik bencana angka bencana cuaca ekstrim di tahun 2025 menurun 715 dari sebelumnya di tahun 2024, 733 total kejadian.  Baru-baru ini di Banyumas (16/01) puting beliung  menghantam ratusan rumah warga di Kotayasa, Kecamatan…

Selengkapnya..
Ilustrasi kejadian bencana, Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bencana Alam dalam Cerita Di Sulawesi Tengah

Berbagai peristiwa bencana alam di Lembah Palu zaman dahulu telah terekam dalam ingatan kolektif  secaraturun-temurun dalam bentuk berbagai cerita. Cerita-cerita tersebut bukan sekedar dongeng, tetap merupakan pesan tersirat  tentang kewaspadaan. Masyarakat di Sigi dan Donggala mengenal cerita tentang terbentuknya Lembah Palu dan Danau Lindu. Menurut cerita, tepi laut di jaman dulu meliputi area yang dimulai dari wilayah Ganti (sebelah barat Donggala) sampai  ke arah Selatan Kampung Bangga dan…

Selengkapnya..
Cover Film The Great Flood, Foto: Netflix

Film The Great Flood: Meskipun Mengulang Bencana Ribuan Kali, Pelukan Ibu Tetap Dinanti

Film rilisan platform digital Netflix yang tayang pada 19 Desember 2025, The Great Flood ramai menjadi perbincangan. Pasalnya film yang Korea yang disutradarai oleh Kim Byung-Woo ini bagi sebagian besar penonton agak membingungkan karena bertemakan bencana sekaligus science fiction. Bercerita tentang seorang perempuan An Na seorang peneliti pengembangan AI yang hidup bersama putranya, berjuang untuk bertahan hidup di gedung apartemen…

Selengkapnya..
Ilustrasi era kolonial di Depok, Foto: historiek

Gempa Depok 1874, Mengarsipkan Berita Gempa

Sangat sulit mencari arsip kegempaan sebelum masuk abad ke-19, gempa-gempa kecil yang berdampak namun tidak signifikan hampir sedikit sekali tercatat dalam katalog kegempaan yang ditulis oleh BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Tentu sangat tidak sebanding dengan data real time BMKG sekarang yang perharinya bisa mendeteksi belasan hingga puluhan kejadian perhari, sehingga setahunnya lebih dari ratusan kejadian terjadi. Mulai dari…

Selengkapnya..
Prosesi upacara festidal egek, Foto: tribunsorong.com/Safwan Ashari

Batasi Diri Mengambil Sumber Daya Alam, Lewat Sasi dan Egek

Konsep pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebenarnya telah lama dipraktikkan oleh masyarakat adat jauh sebelum istilah sustainability dikenal dalam literatur modern. Melalui sistem sasi dan egek, masyarakat secara kolektif menetapkan batas, waktu, dan cara pengambilan sumber daya alam. Praktik ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara adil….

Selengkapnya..
Kondisi TPA Leuwigajah pada juli 2005, Foto: Franck Lavigne

Bencana Sampah Pernah Mengancam Ketahanan Pangan Masyarakat Adat Cireundeu

Februari 2005 gunungan sampah TPA Leuwigajah mengalami kejadian longsor setelah dilanda hujan deras sebelumnya, menimbun lebih dari ratusan orang serta puluhan rumah. Merupakan bencana paling membekas di bagi masyarakat Kelurahan Leuwigajah. Masih teringat jelas oleh masyarakat Kelurahan Leuwigajah di pinggir Kota Kabupaten Cimahi (dulu Bandung). Meskipun kejadian longsoran sampah tersebut hanya terdampak pada satu kampung namun kampung-kampung lain disekitarnya turut…

Selengkapnya..
Ilustrasi Antroposentrisme, Foto: Dok. suarabsdk.com

Antroposentrisme, Ego Manusia Memahami Bumi

Hubungan manusia dan alam sering kali dibentuk oleh prinsip antroposentrisme. Pandangan manusia terhadap alam mengalami perubahan sepanjang sejarah peradaban. Dalam paradigma modern, cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pusat dan ukuran segala sesuatu.  Alam dianggap hanya memiliki nilai sejauh mana ia memberi manfaat bagi manusia, hanya sebagai sumber ekonomi yang memicu rasa eksploitatif yang tinggi. Perspektif ini membentuk ego kolektif…

Selengkapnya..
Ilustrasi Upacara Labuhan, Foto: Dok. kratonjogja.id

Upacara Labuhan, Penjaga Keseimbangan Alam Jawa, Pengingat Bencana

Upacara Labuhan merupakan salah satu tradisi sakral di tanah Jawa, yang diwariskan turun-temurun dari masa kerajaan hingga kini. Kata labuhan berasal dari kata “labuh”, yang berarti melarung atau menurunkan sesuatu ke laut atau tempat tertentu sebagai bentuk persembahan.  Dalam konteks budaya Jawa, ritual ini dilaksanakan di dua titik penting secara kosmologis yaitu Gunung Merapi di utara dan Laut Selatan di…

Selengkapnya..
Ilustrasi Observatorium, Foto: digitalcollections.universiteitleiden.nl

Historis Observatorium Sebagai Bagian Penting dalam Catatan Kegempaan

Sebagian catatan dalam penelitian ini bersumber dari Koninklijk Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Badan Observatorium Magnetik dan Meteorologi Kerajaan lembaga pusat pemantauan cuaca dan kegempaan di masa kolonial.  Bangunan ini didirikan pada tahun 1866 oleh Dr. Pieter Adrian Beergma, menandai tonggak awal sistematisasi pengamatan geofisika di Hindia Belanda. Sebelum keberadaan lembaga ini, pemantauan kondisi cuaca maupun aktivitas kegempaan hanya dilakukan…

Selengkapnya..
Studio Session Ungu, Foto: Youtube.com/@unguofficial

Band Ungu Bersolidaritas Bencana, Lewat Lagu “Ngatata Notumangi”

Ungu nama grup band pop Indonesia yang hadir sejak 1996, lagu-lagunya merajai tangga musik di awal-awal tahun 2000an. Para penggemar yang disebut Cliquers sejak dulu disajikan musik bernada mellow menyentuh hati. Lagu sering dijadikan ungkapan perasaan baik sedih maupun senang di berbagai daerah, termasuk dalam menanggapi bencana. Jika dalam dimasa lalu, orang Aceh mempunyai syair “smong” sebagai kearifan lokal masyarakat…

Selengkapnya..