Cerita Tentang Kupang yang Dilanda Gempa 50 Tahun Silam

ilustrasi gempa, Foto: Antara
Ekspedisi Jawadwipa

50 tahun yang lalu tepatnya pada 30 Juli 1975, wilayah Kupang dan sekitarnya mengalami gempa dengan magnitude 6,1 dengan kedalaman 30 km. Guncangan gempa ini dirasakan di Kupang hingga skala VII MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Kekuatan gempa VII MMI, artinya guncangan dirasakan hingga tiap-tiap orang keluar rumah. Terjadi kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

Secara umum, daerah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kupang di dalamnya adalah wilayah yang rawan terhadap gempabumi. Dilansir dari antaranews.com Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika (BMKG) Kupang mencapat 3.081 kejadian gempabumi di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama Januari hingga Desember 2020. “Dari 3.081 kejadian gempabumi, terdapat 48 kejadian gempabumi dirasakan di wilayah NTT dan sekitarnya,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Robert Owen Wahyu dalam keterangan yang diterima di Kupang, pada Minggu (03/01/2021).

Ia menjelaskan kejadian gempabumi selama 2020 didomonasi gempa dangkal dengan kedalaman 60km dengan magnitude dibawah 4,0. Aktivitas gempabumi tertinggi di NTT terjadi selama Agustus 2020 yakni sebanyak 703 kali atau 7% dari total kejadian gempabumi. Ia menjelaskan wilayah NTT merupakan daerah rawan gempabumi karena berada pada pertemuan dua lempeng tektonik yaitu lempeng indoaustralia dan lempeng Eurasia.

kupang
Ilustrasi rumah hancur akibat kejadian gempa, Foto: Yufen Bria/detikBali

Cerita Tentang Kupang yang Dilanda Gempa 50 Tahun Silam

Digambarkan pula dengan jelas pada Review Rencana Terpadu Dan Program Infrastruktur Jangka Menengah Kota Kupang Tahun 2017-2021 mengenai ancaman gempa di Kota Kupang. Menurut Peta Zona Seismik untuk Konstruksi Bangunan dari Beca Carter Holling dan Ferner Ltd (1976), wilayah Kota Kupang termasuk dalam Zona 5 (percepatan antara 0,25 – 0,33 g) dan Zona 4 (percepatan gempa antara 0,20 – 0,25 g), yaitu percepatan gempa untuk periode ulang setiap 20 tahun. 

Kota Kupang paling tidak telah terjadi gempa sebanyak empat kali yang mengakibatkan kerusakan, yaitu pada Tahun 1908, 1938, 1963 dan 1975. Gempa bumi yang terjadi Tahun 1975, pusat gempa berada di utara Kota Kupang (Laut Sawu), pada kedalaman 0 – 99 km, dengan magnitud 6,1 skala Richter, telah mengakibatkan retakan tanah dan retak-retak pada bangunan. 

kupang
Ilustrasi rumah hancur akibat gempa, Foto: Dok. BNPB

Jalur zona tumbukan lempeng Sumatra-Jawa ini menerus ke wilayah NTT. Di wilayah Timor, batas lempeng tektonik ini berubah sifatnya dari jalur zona subduksi (dimana lempeng lautan menunjam di bawah lempeng benua) menjadi zona tabrakan lempeng benua dengan benua ‘collision zone’. Di wilayah busur belakang pulau ‘back-arc’ di bagian ujung barat zona tabrakan lempeng ini pernah terjadi gempa tsunami pada tahun 1992, yaitu di utara Pulau Flores yang memakan korban lebih dari 2000 jiwa. Gempa tahun 1992 ini terjadi pada segmen ‘Sula back thrust’. Di segmen megathrust di Selatan Sumba, gempa terakhir terjadi tahun 1977 (M8.0). 

Baca juga: Letusan Gunung Ruang Ganggu Penerbangan

Gambaran sejarah gempa yang terjadi di wilayah ini menandakan bahwa daerah ini memiliki ancaman bencana gempa yang besar. Wilayah Nusa Tenggara Timur adalah wilayah kepulauan yang memiliki banyak sekali garis pantai, menyebabkan wilayah ini rentan terkena imbas tsunami. Terlebih terdapat banyak sekali destinasi wisata pantai andalan yang tersebar di provinsi ini.(Lien Sururoh)

Sumber:

https://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_1501383405Bab_2_PROFIL.pdf

https://www.bmkg.go.id/gempabumi/skala-mmi.bmkg

https://www.antaranews.com/berita/1925400/bmkg-catat-3081-kejadian-gempa-bumi-di-ntt-selama-2020

Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak 1821-2018 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika