Berbagai peristiwa bencana alam di Lembah Palu zaman dahulu telah terekam dalam ingatan kolektif secaraturun-temurun dalam bentuk berbagai cerita. Cerita-cerita tersebut bukan sekedar dongeng, tetap merupakan pesan tersirat tentang kewaspadaan.
Masyarakat di Sigi dan Donggala mengenal cerita tentang terbentuknya Lembah Palu dan Danau Lindu. Menurut cerita, tepi laut di jaman dulu meliputi area yang dimulai dari wilayah Ganti (sebelah barat Donggala) sampai ke arah Selatan Kampung Bangga dan Bora (Sigi). Menurut cerita saat melakukan pelayaran Sawerigading[1] singgah di perairan Kaili, dan menambatkan perahunya di Pelabuhan Bora di wilayah kerajaan Sigi, tetapi anjing raksasa milik Sawerigading yang bernama Labolong turun dan hilang tanpa diketahui kemana arahnya.
Bencana Alam dalam Cerita Di Sulawesi Tengah

Lalobong ternyata mengejar buruan dan terperosok dan jatuh ke telaga dimana hidup belut raksasa yang bernama Lindu. Maka seketika itu sang Lindu langsung menggigit kaki Labolong yang perkasa. Sebagai anjing yang sangat perkasa, Labolong melakukan perlawanan, maka terjadilah perkelahian dahsyat sampai anjing tersebut berdarah. Perkelahian tersebut saking dasyatnya menimbulkan gempa bumi yang dasyat pula. Karena perkelahian itu juga, telaga yang berbentuk kubangan tempat berlindungnya Lindu berubah menjadi air bah. Air terus mengalir tidak berhenti hingga meluluh lantahkan pepohonan, bukit-bukit pun ikut hancur karena diterjang air bah dan juga karena getaran gempa.

Guncangan gempa juga dirasakan sampai ke Kerajaan Sigi di arah utara tempat kapal Sawerigading bersandar. Gempabumi, banjir badang, dan tanah longsor kemudian menutupi laut Kaili. Sejak itulah, perairan Teluk Kaili yang sebelumnya menjadi tempat pelayaran, akhirnya mengering menjadi daratan yang kemudian dikenal dengan Lembah Palu.
Baca juga: Balaroa dan Toponimi Pertanda Bahaya
Sulawesi Tengah memiliki banyak sekali cerita mengenai bencana alam. khusus di bulan September ini, kalian semua bisa menikmati cerita mengenai bencana dari Sulawesi Tengah dengan berkunjung ke website disasterchannel.co. (LS)
Sumber:
Trinirmalaningrum et al. 2019. Ekspedisi Palu-Koro. Yayasan Skala Indonesia
[1](Sawerigading adalah nama seorang putera raja Luwu dari Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa setempat Sawerigading berasal dari dua kata, yaitu sawe yang berarti menetas (lahir), dan ri gading yang berarti di atas bambu betung).- Sawerigading – Kemendikbud






