Menjelang tahun baru Selasa, 30 Desember 2025 masyarakat Kabupaten Bener Meriah di Aceh Tengah digemparkan dengan adanya gempa magnitude 4,6 pada pukul 20.43 WIB. Berdasarkan data dari BMKG, kejadian ini dirasakan beberapa kali sejak 29 Desember 2025 dengan magnitude kisaran 2,6 hingga 4,6 yang paling besar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers, Rabu (31/12/2025). Abdul mengatakan, terjadi beberapa aktivitas kegempaan di Aceh Tengah
“BMKG juga mencatat aktivitas gempa di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang cukup signifikan. Jadi, dalam tiga hari, dari 29 Desember sampai 31 Desember pukul 01.16, itu terjadi 16 kali gempa tektonik,” ujar Abdul Muhari
Gempa Beruntun Picu Aktivitas Gunung Burni Telong, Bener Meriah

Gempa berkekuatan magnitudo 4,6 yang terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 20.43.10 WIB, merupakan aktivitas yang paling besar dirasakan sepanjang periode kegempaan yang terjadi di Aceh Tengah ini, dengan kedalaman 7 km. Pusat kejadian ini berada di darat, sekitar 7 km barat Bener Meriah, pada koordinat 4,73 LU – 96,80 BT. Guncangan dirasakan dengan intensitas IV MMI di Bener Meriah dan Aceh Tengah, II–III MMI di Pidie, Bireuen, dan Pidie Jaya, serta II MMI di Aceh Timur.
Dikutip dari Antara, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin, rentetan kejadian ini menyebabkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah yang kini aktivitasnya ditingkatkan menjadi ke level III (siaga).
“Gempa bumi yang terjadi pada beberapa lokasi di Aceh hari ini disebabkan adanya aktivitas sesar, baik yang berada di laut maupun di darat Aceh, ia juga menambahkan, seperti informasi yang telah disampaikan Badan Geologi Kementerian ESDM terkait status gunung Bur Ni Telong Bener Meriah, rentetan gempa tektonik yang terjadi sejak kemarin, Selasa (30/12) malam juga telah meningkatkan aktivitas vulkanik Bur Ni Telong” Katanya.
Masyarakat yang tinggal di lereng gunung Bur Ni Telong juga dievakuasi untuk melakukan pengungsian sejak selasa malam (30/12) ke berbagai tempat salah satunya di Kampus cabang Unsyiah, selain itu para pengungsi juga tersebar di beberapa lokasi seperti Rongka, Simpang Balik serta Lampahan, Kecamatan Timang Gajah.

Dalam pantauan dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB (01/01) gunung api Bur Ni Telong masih berstatus siaga III, dengan 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 45 mm, dan lama aktivitas getaran 5 detik. 13 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 15-60 mm, S-P 1-2.4 detik dan lama gempa 6-10 detik.
Masyarakat dan pengunjung/pendaki dihimbau tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 4 km dari kawah dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan.Masyarakat bisa kembali kerumah masing-masing ketika Gunung Api Bur Ni Telong sudah menurunkan siaganya ke level II.
Baca juga: 1 Bulan Pasca Banjir dan Longsor Sumatera
Rangkaian peristiwa ini dan peningkatan aktivitas vulkanik ini semakin memperberat kondisi kebencanaan di Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang sebelumnya juga terdampak banjir bandang dan tanah longsor dalam beberapa waktu terakhir. Entah dari bencana vulkanis, bencana iklim atau bahkan tektonik, masyarakat harus mulai bersiap untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana yang dapat terjadi, sekaligus memantau selalu aktivitas alam yang bisa diakses melalui portal-portal resmi.(Kori/Nugrah)






