5 Bencana Banjir di Indonesia dengan Jumlah Korban Terbanyak

Ilustrasi Banjir, Foto: dok. BPBD Provinsi Babel
Ekspedisi Jawadwipa

Banjir di Indonesia mulai menghantui ketika memasuki musim penghujan, sebagian besar masyarakat Indonesia mulai khawatir tentang bencana hidrometeorologi seperti banjir serta tanah longsor. Di beberapa wilayah dengan kontur perbukitan tinggi bencana hidrometeorologi ini dapat berupa keduanya yakni banjir bandang serta tanah longsor berbeda dengan masyarakat urban perkotaan yang cenderung landai, genangan banjir dapat berlarut-larut menggenangi area pemukiman.

5 Bencana Banjir di Indonesia

Keduanya sama berbahayanya dapat menyebabkan kerugian material serta korban jiwa, berikut rangkuman banjir di Indonesia dengan jumlah korban terbanyak yang pernah terjadi :

  1. Banjir Bahorok (2003)
banjir di indonesia
Foto kejadian banjir di Bahorok 2003, Foto: Dok. onrizal.wordpress.com

Salah satu banjir di Indonesia yang terjadi pada Minggu malam, 02 November 2003,  banjir bandang meluluhlantakkan Desa Bukit Selawang Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dikutip dari Tempo (2002), bencana ini  menewaskan sekitar 200 orang dan menghancurkan 400 bangunan. kejadian banjir di Indonesia ini yang terjadi di Bahorok, sekitar 76 kilometer arah selatan Medan, menimbulkan kerugian yang mencapai triliunan rupiah.

Banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur serta degradasi atau rusaknya lingkungan hidup akibat alih guna (konversi) lahan, penebangan liar, dan pembangunan/proyek Ladia Galaska. Keadaan ekosistem TN Gunung Leuser, yang luasnya 788 ribu hektar, pada saat itu sekitar 22 persen atau 170 ribu hektar dalam kondisi rusak. Meskipun dalam pernyataannya dalam Tempo.Newsroom (10/11/2003), Pemerintah menyimpulkan bahwa peristiwa banjir di Bahorok, Sumatera Utara, adalah murni bencana alam. Karena tim pencari fakta kasus tersebut tidak menemukan indikasi adanya penebangan kayu secara ilegal. Menteri Kehutanan, M.Prakosa, mengungkapkan hal itu sebelum diterima presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

  1. Banjir Jakarta (2007)
banjir di indonesia
Kejadian banjir di jakarta tahun 2007, Foto: x.com/@SoundRhythm

Pada awal Februari 2007, banjir besar kembali melanda Jakarta selama hampir dua pekan, dari 1 hingga 12 Februari. Hujan lebat sejak malam 1 Februari, diperburuk drainase buruk, kiriman air dari 13 sungai wilayah Bogor–Puncak–Cianjur, serta pasang air laut, membuat sekitar 60% wilayah DKI terendam. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai lima meter.

Bencana banjir di Indonesia ini menimbulkan kerugian sekitar US$ 400 juta dan menewaskan 80 orang akibat terseret arus, tersengat listrik, atau terserang penyakit. Aktivitas bisnis lumpuh, dengan total kerugian mencapai triliunan rupiah. Hampir 500.000 warga terpaksa mengungsi.

Di banyak kawasan banjir mencapai titik kritis. Tanggul Kanal Banjir Barat di aliran Kali Sunter jebol, menggenangi permukiman di Jatibaru, Tanah Abang, dan Petamburan hingga dua meter. Daerah lain seperti Kampung Melayu (Jakarta Timur) serta wilayah Jakarta Utara, Marunda hingga Kapuk, terendam 30 cm sampai 1 meter. Arus banjir juga merusak lebih dari 82.000 m² jalan di seluruh Jakarta dan melumpuhkan jalur kereta menuju Stasiun Tanah Abang. Selain itu, penyakit seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit mulai merebak. 

  1. Banjir di Wasior (2010)
banjir di indonesia
kejadian banjir di Wasior, Foto: AP Photo/Abdul Muin

Banjir bandang di Wasior, Kab. Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat yang terjadi sejak Senin (4/10/2010), berdasarkan data di Kemenkokesra, tercatat 145 orang meninggal, 185 luka berat, 535 luka ringan dan 103 hilang (Tempo,11/10/2010).

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, saat itu menegaskan bahwa banjir bandang di Wasior, Papua Barat, dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia selama satu bulan terakhir. “Ini murni fenomena alam akibat curah hujan yang sangat tinggi,” ujarnya dalam keterangan pers di kantor Kemenkokesra, Jakarta, Senin (11/10).

Meskipun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menuding, banjir di Indonesia tersebut salah satunya karena aktivitas illegal logging yang menyebabkan banjir bandang di Wasior, Papua Barat.

  1. Banjir Sentani (2019)
banjir di indonesia
Kejadian banjir di Sentani, Foto: Dok. BNPB

Banjir bandang dan longsor yang melanda Sentani, Jayapura, terjadi Sabtu (16/3/2019) malam. Banjir bandang cukup unik memang, masyarakat yang berada di jalur air dekat kaki gunung Cycloop mendapat kiriman banjir bandang sedangkan masyarakat di sekitaran Danau Sentani terkena luapan air danau.

Jumlah korban sebanyak 105 korban meninggal, 17 orang hilang, 153 luka berat, serta puluhan ribu keluarga terdampak. Salah satu banjir di Indonesia ini juga merusak ribuan rumah, puluhan fasilitas umum, dan lebih dari 21 km jalan, dengan total kerugian mencapai Rp 506,4 miliar. 

Wilayah Sentani menjadi terkepung karena banjir bandang dari kaki Gunung Cycloop dan luapan air Danau Sentani. Menurut Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, penyebab bencana dipengaruhi tiga faktor: curah hujan ekstrim hingga 240 mm, topografi Pegunungan Cycloop yang sangat curam, serta kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan dan permukiman di kawasan cagar alam.

  1. Banjir Sumatera (2025)
banjir di indonesia
kejadian banjir di Sumatera, Foto: Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso

Baru-baru ini banjir bandang terjadi wilayah Sumatera ini merupakan banjir di Indonesia yang cukup mengerikan, tepatnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025, situasi banjir di Sumatera saat ini masih dalam tanggap darurat.

Baca juga: Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat, Dampak Bencana Terlalu Luas

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat jumlah korban meninggal saat ini sebanyak 442 orang dari ketiga provinsi terdampak. Sementara jumlah orang hilang saat ini dicatat sebanyak 402 jiwa, jumlah ini masih terus bertambah sesuai dengan update pencarian korban yang dilakukan. Banyak daerah juga masih dalam kondisi terisolir karena akses jalan yang tertutup longsor serta koMunikasi yang terputus.(kori/Nugrah)