Ilustrasi Gempabumi, Foto: Getty Images/CHUYN

Kata Bencana Gempa dalam Bahasa Jawa Kuno

Kata bencana gempa yang kita dengar sekarang ini mungkin merupakan penyempurnaan bahasa, tapi bagaimana dengan penyebutannya di masa lampau ?. Berbicara masa lalu tidak selalu membosankan seperti yang diperkirakan kebanyakan orang. Berbicara masa lalu justru terkadang membawa kita pada temuan baru yang menakjubkan.  Disasterchannel.co berkesempatan mendengarkan penjelasan arkeolog asal Malang bernama Rakai Hino dalam diskusi virtual pada 31/07/2021. Rakai Hino…

Selengkapnya..
Ilustrasi kejadian bencana, Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bencana Alam dalam Cerita Di Sulawesi Tengah

Berbagai peristiwa bencana alam di Lembah Palu zaman dahulu telah terekam dalam ingatan kolektif  secaraturun-temurun dalam bentuk berbagai cerita. Cerita-cerita tersebut bukan sekedar dongeng, tetap merupakan pesan tersirat  tentang kewaspadaan. Masyarakat di Sigi dan Donggala mengenal cerita tentang terbentuknya Lembah Palu dan Danau Lindu. Menurut cerita, tepi laut di jaman dulu meliputi area yang dimulai dari wilayah Ganti (sebelah barat Donggala) sampai  ke arah Selatan Kampung Bangga dan…

Selengkapnya..
Prosesi upacara festidal egek, Foto: tribunsorong.com/Safwan Ashari

Batasi Diri Mengambil Sumber Daya Alam, Lewat Sasi dan Egek

Konsep pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebenarnya telah lama dipraktikkan oleh masyarakat adat jauh sebelum istilah sustainability dikenal dalam literatur modern. Melalui sistem sasi dan egek, masyarakat secara kolektif menetapkan batas, waktu, dan cara pengambilan sumber daya alam. Praktik ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara adil….

Selengkapnya..
Ilustrasi Upacara Labuhan, Foto: Dok. kratonjogja.id

Upacara Labuhan, Penjaga Keseimbangan Alam Jawa, Pengingat Bencana

Upacara Labuhan merupakan salah satu tradisi sakral di tanah Jawa, yang diwariskan turun-temurun dari masa kerajaan hingga kini. Kata labuhan berasal dari kata “labuh”, yang berarti melarung atau menurunkan sesuatu ke laut atau tempat tertentu sebagai bentuk persembahan.  Dalam konteks budaya Jawa, ritual ini dilaksanakan di dua titik penting secara kosmologis yaitu Gunung Merapi di utara dan Laut Selatan di…

Selengkapnya..
puing yang terbawa saat banjir bandang, Foto: SY RIDWAN/PADEK

Galodo, Kearifan Lokal Tentang Banjir Bandang Masyarakat Minang

Pasca kejadian banjir bandang serta tanah longsor yang terjadi baru-baru ini, di beberapa wilayah Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat yang sebagian penduduknya adalah bersuku Minangkabau, menjadi pengingat kembali bahwa masyarakat Minang sebenarnya punya kearifan lokal dan ingatan tentang banjir bandang yang pernah melanda wilayah ini dimasa lalu, yang ini barangkali saat ini terlupa ataupun tidak banyak orang yang melakukannya. Galodo,…

Selengkapnya..
Suku Besemah, Foto: Dok. pagaralampos.disway.id

Ghumah Baghi: Rumah Tahan Gempa Ala Masyarakat Pagar Alam

Rumah tahan gempa menjadi penting karena rumah juga merupakan tempat dimana kita biasanya kembali setelah melakukan banyak kegiatan setiap harinya, dan tempat dimana kita biasanya bersantai. Selain itu rumah juga menjadi tempat kita berlindung dari banyak hal. Tapi bagaimana jika lokasi rumah berada di area yang rawan bencana atau di area yang sulit untuk di bangun seperti rumah pada umumnya…

Selengkapnya..
Ilustrasi Gangsiran, Foto: Dok. historia.id

Gangsiran Aswatama: Mitigasi Perairan Mataram Kuno di Pegunungan Dieng

Gangsiran aswatama yang ada di daerah Dieng merupakan warisan jaman dahulu. Selain itu daerah Dieng selain dikenal oleh pesona alamnya yang memikat lewat kabut serta kawah aktif, Dataran Tinggi Dieng juga menyimpan jejak peradaban kuno yang luar biasa. Di balik hijaunya lereng dan dinginnya udara, berdiri kokoh candi-candi warisan masa lampau yang menjadi saksi bisu kejayaan spiritual dan arsitektur Mataram…

Selengkapnya..
Pembangunan Terasering Bambu, Foto: Martda/jprm

3 Kearifan Lokal Masyarakat dalam Hadapi Longsor dan Tanah Bergerak

Hujan terus mengguyur membawa muatan bencana tak terkendali seperti banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah. Bencana Hidrometeorologi masih terus terjadi di wilayah Indonesia meskipun saat ini seharusnya sudah mengalami musim kemarau. Antisipasi dan anjuran dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) terus dilakukan sebagai upaya mitigasi di era modern ini dengan berbasis media digital: channel whatsapp, siaran youtube serta kampanye-kampanye…

Selengkapnya..

Rancag Kramat Karem: Kearifan Lokal Warga Jakarta Mengabadikan Letusan Krakatau 1883

Pengertian lain rancag, yaitu tuturan atau juga disebut pantun berkait. Pengalaman menghadapi bencana erupsi Gunung Krakatau begitu lugas dituangkan dalam rancag yang berjudul Kramat Karem. Tepat sebelum diperingatinya hari kesiapsiagaan bencana tanggal 26 April, Gunung Anak Krakatau yang semula berstatus waspada pada hari Senin (25/04/2022) berubah statusnya dari Waspada menjadi Siaga. Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi di tahun…

Selengkapnya..
Ilustrasi Angin Puting beliung,

Angin Lesus, Serat Centhini dan Potensi Bencana

Masyarakat Jawa biasa mengenal bencana angin besar dengan sebutan angin lesus atau “Lesus” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai angin puyuh; angin topan; angin pilin. Dikutip dari Detik.com Apa Perbedaan Angin Puyuh, Puting Beliung, Topan, Lisus, dan Tornado? , BPBD Sumut mendefinisikan angin puting beliung sebagai angin yang diisebut juga sebagai angin ribut, angin puyuh, dan angin leysus, lisus ataupun…

Selengkapnya..