Throwback Gempa Bengkulu Tahun 1914

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Bengkulu merupakan nama sebuah provinsi yang terletak di Kepulauan Sumatra, yang memiliki luas wilayah  20,130 KM. Daerah Bengkulu sendiri merupakan salah satu daerah yang sangat bersejarah di daerah Sumatra, Pasalnya terdapat bangunan bersejarah seperti Benteng Inggris yang berjumlah 5 buah di daerah Bengkulu. Selain itu daerah Bengkulu juga dijuluki sebagai Bumi Rafflesia dikarenakan banyaknya endemik Flora tersebut. Tapi tahukah anda bahwasanya Bengkulu pernah mengalami bencana gempa di masa lampau. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas kejadian bencana gempabumi di Bengkulu pada tahun 1914.

Daerah Bengkulu sendiri sebenarnya berada di daerah yang rentan terhadap kejadian bencana alam berupa gempa. Dikarenakan posisi Provinsi Bengkulu berada di zona pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Selain itu juga terdapat patahan Mentawai dan Semangko di sebelah timur yang menjadi penyebab terjadinya gempabumi di sekitar wilayah Bengkulu Utara. Dua hal tersebutlah yang menjadi penyebab gempa di daerah Provinsi Bengkulu.

Dalam Katalog “Southeast Asian Association of Seismology And Earthquake Engineering volume V” yang diterbitkan Juni 1985 , pada 26 Juni 1914 daerah Bengkulu pernah mengalami gempa yang cukup parah. Terdapat 4 daerah yang terdampak parah akibat bencana gempa yang terjadi. Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Seluma, daerah Kota Manna, Ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan, dan  dan daerah Kabupaten Seluma. 

Kejadian bencana gempa di daerah Bengkulu pada tahun 1914 setidaknya memakan korban sebanyak 20 jiwa meninggal serta 20 orang luka luka. Walaupun korban dari gempa tersebut sangat sedikit, akan tetapi kerusakan material merupakan hal yang paling parah imbas dari kejadian bencana tersebut. Pasalnya hampir semua bangunan yang berbahan batu terutama di daerah Kepahiang mengalami kerusakan yang parah.

Yang menarik dari kejadian tersebut, berdasarkan catatan “Southeast Asian Association of Seismology And Earthquake Engineering volume V”, tidak adanya bangunan kayu yang rusak akibat gempa yang terjadi pada kejadian tersebut. Akan tetapi sangat disayangkan tidak dijelaskan banguan kayu seperti apa, yang tahan terhadap bencana gempa Bengkulu yang terjadi pada 1914. Memang terdapat penelitian pada tahun 2010 dengan judul “Perkembangan Tipologi Rumah Vernakular dan Responya pada Bahaya Gempa” yang ditulis oleh Iwan Sudrajat dan tim, menunjukan bahwasanya Rumah Rejang yang ada di Desa Ulu, Provinsi Bengkulu sangat tahan terhadap guncangan gempa. Rumah Rejang sendiri merupakan rumah tradisional yang berasal dari Bengkulu.

Dari kejadian  Gempa Bengkulu 1914 membuktikan pentingnya kontruksi banguan yang sesuai dengan kondisi geografi sebuah wilayah. Hal tersebut tentunya sudah dilakukan oleh nenek moyang kita lewat banguan rumah tradisional yang tahan akan gempa. Pada era modern ini tentunya banyak pilihan akan rumah yang tahan gempa, yang tentunya juga memiliki estetika yang menarik. Jadi jika sobat DC ingin membangun rumah maupun properti lainnya, penting sekali untuk memperhatikan kondisi wilayah sekitar serta ancaman bencana yang ada. Hal tersebut bertujuan untuk mengambil keputusan terhadap model bangunan yang akan kita dirikan.  

Penulis: Abdurrahman Heriza

Editor: Lien Sururoh

Sumber:

“Visualisasi Data Kependudukan,” accessed June 22, 2023, https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/.

Nfn Mujib, “Spesifikasi Benteng-Benteng Di Kawasan Bengkulu Pada Masa Kolonial Inggris,” Berkala Arkeologi 15, no. 3 (November 30, 1995): 227–31, 

https://doi.org/10.30883/jba.v15i3.699.

“Kenapa Bengkulu Disebut Bumi Rafflesia?,” accessed June 22, 2023, https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3371690/kenapa-bengkulu-disebut-bumi-rafflesia.

Selly Tri Daiana, Nurhidayah, and Linda Handayani, “STUDI B-VALUE SEBAGAI ANALISIS SEISMISITAS BERDASARKAN DATA GEMPABUMI PERIODE 1914-2020 (STUDI KASUS : PROVINSI BENGKULU),” Jurnal Sains Dan Teknologi Mitigasi Bencana 16, no. 1 (June 30, 2021): h 32, https://doi.org/10.29122/jstmb.v16i1.4860.

 Selly Tri Daiana, Nurhidayah, and Linda Handayani, “STUDI B-VALUE SEBAGAI ANALISIS SEISMISITAS BERDASARKAN  Soetardjo et al., “Southeast Asian Association of Seismology And Earthquake Engineering Series on Seismology” (Southeast Asian Association of Seismology And Earthquake Engineering dan US Geological Survey Grant, 1985) h 10.

 “Perkembangan Tipologi Rumah Vernakular dan Responnya terhadap Bahaya Gempa Studi Kasus: Desa Duku Ulu, Bengkulu | Jurnal Permukiman,” January 3, 2023, h 109, https://jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/view/162.

Photo: betv.disway.id