Sumpah Pemuda Diperingati dengan Berbincang Mengenai Bencana

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Sebagai pemuda, pasti kalian pernah sesekali diremehkan secara tidak langsung dengan beberapa istilah, misalnya saja “anak kemaren sore, bisa apa si”. 

Kalo kalian pernah mengalaminya, please berhenti sampai kalian aja. Jangan pernah melakukan itu ke adik, adik kelas, junior atau siapapun yang masih lebih muda dari kalian.

Kalian pernah ngebayangin nggak, kalau dari zaman dulu aja pemuda Indonesia itu udah keren. Bayangin deh, di hari yang sama dengan hari ini, tepatnya 93 tahun yang lalu, pemuda Indonesia menggelar kongres yang luar biasa pengaruhnya. Peristiwa ini terus kita ingat ketika tanggal 28 Oktober tiba dan masih diperingati hingga hari ini.

Kerennya pemuda Indonesia nggak berhenti sampai Kongres Sumpah Pemuda saja. Sampai sekarang pemuda Indonesia masih keren, bahkan mungkin tambah keren. Salah satu buktinya, tim bulu tangkis Indonesia baru saja memenangkan piala Thomas. 

Tapi kenapa masih banyak dijumpai praktik-praktik tidak mendukung dan mempercayai pemuda dalam berkarya. Contohnya saja dalam upaya penanggulangan bencana, suara pemuda belum diperhitungkan.

Padahal semua orang di seluruh Indonesia tahu kalau wilayahnya itu rawan bencana. Bencana menjadi sebuah keniscahyaan yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Peristiwa ini dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana dapat disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Terlebih negara Indonesia yang letaknya berada di pertemuan lempeng dunia, membuat negara ini memiliki banyak sekali ancaman bencana.

Ada beberapa faktor yang dapat melemahkan dalam penanggulangan bencana, di antaranya adalah kurangnya inklusifitas dalam setiap rangkaian penanggulangan bencana. Salah satu kelompok yang belum dimaksimalkan keterlibatannya dalam penanggulangan bencana adalah para pemuda.

Pemuda dapat berperan dalam berbagai penyelenggaraan penanggulangan bencana. kegiatan ini meliputi kegiatan pencegahan bencana, tangap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, bahkan dalam hal penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana.

Padahal Indonesia akan mengalami bonus demografi atau kondisi di saat jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Keberlimpahan pemuda yang ada di Indonesia dapat menjadi agen-agen perubahan dalam berbagai rangkaian upaya penanggulangan bencana. Namun pada kenyataannya, belum banyak pemuda yang dipercaya terlibat aktif dalam berbagai rangkaian upaya penanggulangan bencana. 

Bentuk keresahan dan menyayangkan kondisi yang menyia-nyiakan potensi pemuda yang di lain sisi keberadaannya melimpah di negeri ini, membuat disasterchannel.co ingin melakukan suatu langkah berbeda. Sebagai media dan wadah bagi para anak muda untuk menyampaikan suaranya terkait dengan bencana di Indonesia, disasterchannel.co ingin memberikan kesempatan bagi para pemuda bertukar pikiran, pengalaman dan juga wawasan mengenai kebencanaan. Gagasan ini dituangkan dalam bentuk diskusi virtual yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Oktober 2021. 

Melalui diskusi yang bertemakan “Pemuda Bicara Soal Bencana”, kami berusaha menyajikan diskusi menarik yang dapat dihadiri oleh siapapun dengan mengakses link berikut: bit.ly/PemudaBencana 

Jika kalian penasaran dengan suara-suara anak muda yang berbicara mengenai bencana, maka jangan sampai terlewat untuk mengikuti acara kami. (LS)