Sumedang Siaga Gempa

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- 1 Januari 2024, Malam pergantian tahun  belum dimulai, sebagian warga, termasuk di Sumedang sedang bersiap-siap untuk merayakannya, jagung, tungku untuk pembakar, daging yang sudah dimarinasi baru saja disiapkan untuk menemani pergantian tahun. Tetapi tiba-tiba bumi tempat berpijak bergoyang, lantas saja sekumpulan anak muda yang asyik merekam kegiatannya melalui akun tik-tok lari berhamburan. 

Gempa berkekuatan  4.8 terjadi di wilayah Sumedang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, episenter gempa Kabupaten Sumedang ini terletak pada koordinat 6.85 LS dan 107.94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2 km Timur Laut Kabupaten Sumedang pada kedalaman 5 km. Sebelumnya Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama terjadi di Kabupaten Pangandaran pukul 11.52 dengan magnitudo (M) 5. Kemudian tiga kali gempa terjadi di Kabupaten Sumedang pada pukul 14.35 magnitudo 4.1, disusul pukul 15.38 dengan magnitudo 3.4.

Dalam konferensi persnya melalui saluran youtube BMKG,  Dwikorita mengatakan gempa bumi di Sumedang tergolong gempa bumi dangkal. Hasil analisa menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, yang dipicu aktivitas sesar aktif. namun, untuk hasil akhir lebih mendalam yang didukung oleh data lapangan. hasil analisis mekanisme menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Dwikorita.

Sementara itu, menurut pernyataan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (1/1/2024), terjadi keretakan dinding “Cisumdawu Twin Tunel“, terowongan di Tol Cisumdawu. “Forkopimda masih berkoordinasi dengan CKJT selalu pengelola Tol Cisumdawu,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Peristiwa gempa di Sumedang bukan yang pertama kali, Badan Geologi mencatat tahun 1972 Sumedang diguncang gempa merusak, sementara kejadian gempa bumi tahun 2010 menimbulkan kecemasan bagi penduduk di daerah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kabupaten Sumedang. Pada tahun 2022 juga tercatat kejadian gempa bumi dengan magnitudo (M2,7) pada kedalaman 16 km. 

Tidak hanya itu, pada tahun 1955 Sumedang pernah diguncang gempa merusak peristiwa gempa yang mengguncang Kabupaten Sumedang juga menjadi perhatian sejumlah surat kabar atau jurnal Hindia-Belanda kala itu. Salah satunya oleh Algemen Dagblad berjudul Ernstige Aardbeving op West (Gempa Parah Terjadi di Barat) yang terbit pada Selasa, 16 Agustus 1955.

“Een serie aardschokken heeft grote vernielingen aangericht In de plaats Soemedang in West-Java. De eerste van de tien aardschokken werd gevoeld om half elf Zondegochtend en de laatste om negen uur Maandagochtend. Een groet deel van Soemedang, een plaats van 12.400 Inwoners, 32 km ten oosten van Bandoeng, is vernield. Bijna 200 gebouwen werden vernietigd of beschadigd. Er deden zich geen persoonlijke ongelukken voor”

Di sana tertulis bahwa serangkaian gempa bumi terjadi sebanyak 10 kali di Sumedang. Dari rentetan gempa tersebut, getaran gempa pertama dirasakan pada Minggu sekitar pukul 10.30 pagi. Sementara getaran terakhir dirasakan pada keesokan harinya atau Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Akibat gempa itu, sedikitnya 200 bangunan hancur atau rusak. Disana juga disebutkan bahwa penduduk Sumedang kala itu berjumlah 12.400 jiwa. (RN – dari berbagai sumber)