Sudah Berhari-Hari Sebagian Wilayah Aceh Dilanda Banjir

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Setelah memperingati 17 tahun tsunami Aceh, kini sebagian wilayah Aceh malah dilanda banjir. Rasanya begitu sulit sekali daerah ini terlepas dari pembicaraan mengenai bencana. Sudah berhari-hari sejak 31/12/2021, wilayah di Kabupaten Aceh timur dilanda banjir. Akibat banjir ini, sebanyak 5.627 warga masih mengungsi akibat banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. 

Dilansir dari kompas.com Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Ashadi berkata”Jumlah pengungsi hingga saat ini yang masih mendiami tenda-tenda darurat sebanyak 1.318 keluarga dengan 5.627 jiwa”, Selasa (4/1/2022). 

Adapun warga terdampak banjir itu tersebar di Kecamatan Bireum Bayeun, Ranto Seulamat, Ranto Peureulak, Julok, Pante Bidari, Simpang Jernih, Pereulak Barat, Simpang Ulim, dan Peunarun. 

“Sedangkan warga yang terdampak banjir lainnya dan bertahan di rumah masing-masing sebanyak 1.315 keluarga dengan 4.612 jiwa,” kata Ashadi.

Masih di Provinsi Aceh, banjir juga terjadi di wilayah Aceh Utara yang semakin lama semakin parah saja. 

Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Fuad Mukhtar, mengatakan “Saat ini sebagian kecamatan sudah mulai agak surut. Namun, sebagian malah cenderung meluas banjirnya seperti di Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Tanah Luas. Itu sedang meluas banjirnya,” pada 04/01/2022 mengutip kompas.com.

Data yang berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa, saat ini jumlah pengungsi mencapai angka 41.189 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan di kabupaten itu. 

Kemarin dilaporkan bahwa akses lintas nasional di Kota Lhoksukon, Aceh Utara sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sementara, sebelumnya diberitakan bahwa banjir merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Sebanyak dua orang dilaporkan tewas terseret arus banjir.

Akibat banjir yang sudah terjadi beberapa hari ini menyebabkan berbagai macam keluhan dari penyintas. Dilansir dari tempo.co, Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Aceh Kombes Sariman mengatakan “Pengungsi diserang berbagai penyakit dikarenakan susahnya air bersih di lokasi pengungsian, mengingat banjir masih menggenangi daerah ini,” ujar Kombes Sariman, pada 04/01/2022.

Selanjutnya ia mengatakan “Hari ini sudah ada 350 korban banjir berobat, 217 pasien laki-laki dan 133 pasien perempuan. Rata-rata warga mengeluhkan penyakit kulit”.

Pada tahun-tahun sebelumnya, daerah Aceh Utara maupuan Aceh Timur juga berulang kali mengalami banjir. Pada akhir tahun 2020, kepada antara news, Direktur Eksekutif WALHI Aceh Muhammad Nur di Banda Aceh menilai bahwa banjir yang merendam sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh sejak dua hari lalu akibat terjadinya perubahan fungsi hutan karena perbuatan manusia sendiri.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, sampai Aceh Tamiang fungsi hutan di sana juga sudah berubah akibat illegal logging dan tingginya pembukaan lahan sawit.

Selain itu, kata M Nur, perubahan fungsi hutan juga disebabkan karena tingginya pembangunan proyek-proyek strategis seperti bendungan, infrastruktur jalan di kawasan hutan, bahkan masuk dalam hutan lindung.

Bila tak ingin mengulang kejadian yang sama, maka perlu ada perubahan. Agaknya keberulangan banjir yang terjadi dapat menjadi perhatian untuk mempertimbangkan pembangunan masa mendatang. (LS)

Sumber:

https://regional.kompas.com/read/2022/01/04/235043278/banjir-landa-aceh-timur-5627-orang-masih-mengungsi.

https://regional.kompas.com/read/2022/01/04/170655278/dampak-banjir-di-aceh-utara-41189-orang-mengungsi.

https://nasional.tempo.co/read/1546505/pengungsi-banjir-di-aceh-utara-mulai-terserang-penyakit/full&view=ok

https://www.antaranews.com/berita/1880288/walhi-banjir-aceh-akibat-perubahan-fungsi-hutan

Photo: ajnn.net