Sharing Knowledge: Peningkatan Kapasitas Jurnalisme Warga Disasterchannel.co

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- disasterchannel.co telah merayakan hari International Women’s Day dalam bentuk penyelenggaraan ajang lomba menulis yang diadakan sepanjang akhir bulan Maret.  Dalam lomba kali ini, kami mengusung tema “Cerita Perempuan Hebat Hadapi Bencana”. Cerita hebat yang kalian miliki tentang perempuan dalam menghadapi bencana pasti banyak yang masih terpendam sendiri. Pengalaman berbagi kisah melalui tulisan mengenai bencana dapat menjadi salah satu cara untuk mengabadikan ingatan kolektif masyarakat dalam menghadapi bencana. hal ini merupakan salah satu bentuk dari knowledge management dari aset-aset yang dimiliki para peserta lomba dalam menghadapi bencana. 

Melalui lomba ini, disasterchannel.co berhasil mengumpulkan puluhan tulisan dari berbagai penjuru Indonesia. Untuk memperkuat jejaring yang sudah ada, maka disasterchannel.co mengadakan sebuah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menuliskan berbagai pengalamannya menghadapai bencana yang diadakan pada 25 Juli 2022 lalu. Hal ini bertujuan untuk memperkuat knowledge management dalam pengurangan risiko bencana melalui jurnalisme warga. 

Dalam acara ini, 15 terbaik peserta lomba dan jejaring jurnalisme warga disasterchannel.co diundang menghadiri acara secara langsung di Hotel Santika TMII untuk mendapatkan pelatihan menulis. Materi yang pertama disampaikan oleh Prasidono Listiaji, ia mengajak semuanya untuk mulai menulis. Pria yang kerap disapa Inod menjelaskan bahwa di negeri ini yang sering dipromosikan dalam literasi bahasa adalah membaca, padahal menulis juga merupakan bagian dari literasi. 

Menjadi jurnalisme warga mengharuskan kita untuk menulis. Ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum menulis, yaitu: memastikan keperluan penulisan, mengumpulkan bahan, wawancara dan reportase serta membuat outline.

Inod menegaskan bahwa pertama kali kita menulis pasti tulisan kita dipandang jelek oleh orang lain. Kalau kita ingin berkembang, maka teruslah menulis dan dengan sendirinya kemampuan kita terus bertambah. Menjadi penulis untuk jurnalisme warga bisa dimulai dengan membuat kerangka tulisan menggunakan pertanyaan 5W+1H (what, when, where, who, why + how).

Terakhir, Inod memberikan tips agar selamat saat menulis. Hal yang pertama perlu dilakukan adalah memilih angle dan setia pada angle tersebut. Kedua, menulislah dengan ejaan yang disempurnakan. Ketiga, berusahalah untuk mengeluarkan data yang detail namun ringkas dengan membentuk tabel atau infografis. Keempat, hindarilah menggunakan anak kalimat karena seringkali membuat kita tersesat. Kelima, hati-hatilah menggunakan kata adjektif, sebab kata kata adjektif akan menimbulkan banyak tafsiran. 

Diskusi begitu hangat terjalin antara peserta dan pemateri. Begitu banyak pertukaran pengalaman dan juga pengetahuan mengenai hasil tulisan dan praktik menulis. Pada akhirnya semua sepakat bahwa tulisan mengenai bencana sangat penting untuk meningkatkan literasi kebencanaan, terlebih di negara yang rawan bencana seperti Indonesia. (LS)