Trowback Gempa dan Tsunami Mamuju 8 Januari 1984

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Sabtu telah tiba, waktunya disasterchannel.co throwback peristiwa bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Hari ini, tepat 38 tahun yang lalu, terjadi gempa besar yang melanda wilayah Mamuju, Sulawesi Barat. Gempa ini memiliki intensitas mencapai 7 MMI. Akibat bencana gempa yang terjadi, sebanyak dua orang harus meregang nyawa. Sebanyak 23 orang mengalami luka parah, 84 orang mengalami luka ringan. 

Selain itu, banyak kerusakan yang terjadi, di antaranya sebanyak 15 gedung pemerintah, 23 rumah dinas, 31 gedung sekolah, 1 klinik mengalami kerusakan yang parah. Sebanyak 213 rumah penduduk, 4 toko, 18 masjid, 1 gereja mengalami kerusakan parah pula. Sebanyak 16 gedung pemerintah, 12 rumah dinas, 14 gedung sekolah, 2 klinik dan juga sebanyak 321 rumah penduduk, 4 toko, 13 masjid, 1 gereja mengalami kerusakan ringan. Gempa yang terjadi juga memicu terjadinya tanah longsor di Tapalang.

Salah satu gedung sekolah yang mengalami kerusakan adalah tempat bersekolahnya Bapak Ali (52), seorang warga Mamuju. Kala gempa terjadi 38 tahun yang lalu, Pak Ali masih duduk di kelas empat bangku sekolah dasar. dikutip dari kumparan, Pak Ali berkata “Pas tahun 1984 Mamuju juga pernah diguncang gempa keras. Saat itu saya masih kelas 4 SD,” ujarnya, saat ditemui di tempat pengungsian di Jalan Pongtiku, Mamuju, Kamis (21/1/2021).

Pak Ali memberikan keterangan bahwa gempa 38 tahun lalu banyak menyebabkan bangunan roboh dan rata dengan tanah. Begitu pun dengan kantor Bupati Mamuju yang saat itu masih menjadi wilayah Sulawesi Selatan.

Kala itu, saat gempa terjadi, Pak Ali dan yang lainnya menyuarakan “diangngi linor, diangngi linor” yang artinya ‘ada gempa, ada gempa’. Dahulu, masyarakat Mamuju mengenal istilah gempa dengan kata ‘linor’. 

Karena sekolahnya yang roboh, maka kala itu ia harus libur dari sekolah selama seminggu lamanya. 

Seolah mengulang cerita yang ia alami ketika kelas 4 SD, Ali kembali merasakan gempa yang kekuatannya hampir sama pada 15 Januari 2021. Mamuju kembali diguncang gempa pada 15 Januari 2021 pukul 01.28.17 WIB, data BMKG menunjukkan gempabumi tersebut berkekuatan 6,2 SR pada kedalaman 10 km. Lokasi pusat gempa terletak di darat pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT. Kejadian gempabumi ini diperkirakan diawali dengan gempabumi pembuka (foreshock) yang terjadi sebelumnya pada kamis 14 Januari 2021. Menurut badan geologi, gempabumi akibat sesar naik di bagian barat Provinsi Sulawesi Barat pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1928, 1967, 1969 dan 1984. 

Daryono selaku Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG menduga kuat bahwa pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). “Terbukti bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.  Sesar Naik Mamuju memiliki magnitudo tertarget mencapai 7,0 dengan laju geser sesar 2 mm/tahun sehingga sesar ini harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat. 

Mengutip republika.com, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan bahwa episenter Gempa Majene 14-15 Januari 2021 sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 km. Berdasarkan catatan BMKG, telah terjadi tiga kejadian gempa dan tsunami merusak di sekitar Majene, yaitu pada 11 April 1967 dengan magnitudo 6,3 di Polewali Mandar yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia. 

Kemudian pada 23 Februari 1969 di Majene dengan magnitudo 6,9 menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka dan 1.287 rumah rusak di empat desa. Gempa tersebut menimbulkan tsunami setinggi empat meter di Pelattoang dan 1,5 meter Parasanga serta Palili. Kemudian kejadian gempa pada 8 Januari 1984 dengan magnitudo 6,7 di Mamuju namun tidak ada catatan korban jiwa, tapi banyak rumah yang rusak dengan maksimum intensitas VII MMI.

Bencana gempa adalah sebuah siklus yang dapat berulang, bahkan mungkin hingga hari kiamat tiba. Kisah Pak Ali adalah sebagian kecil dari pengalaman merasakan keberulangan gempa. puluhan tahun, bahkan ratusan tahun mendatang, akan berulang kembali kejadian yang sama di tempat yang sama. Akankah kerusakan dan kematian masih terus terjadi, padahal kita sudah tahu ancaman itu akan datang. (LS)

Sumber: 

Katalog Gempabumi signifikan dan Merusak 1821-2018 MBKG

https://kumparan.com/sulbarkini/cerita-warga-mamuju-yang-rasakan-kuatnya-guncangan-gempa-di-tahun-1984-1v1OJnDc3Ns/full

https://news.detik.com/berita/d-5335498/sejarah-gempa-dan-tsunami-majene-1969-renggut-600-korban-jiwa.

https://www.republika.co.id/berita/qmze5w354/mengenal-sesar-naik-mamujumajene-penyebab-gempa-sulbar

Photo: tribunnews.com