Pesan Kepada Manusia yang Membuat Bencana

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Bencana terjadi dimana mana tanpa tahu kapan datangnya. Tetapi terkadang bencana datang dengan undangan dari perbuatan manusia. Keserakahan membawa petaka kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana. Sederet bencana terjadi akibat kerusakan alam, contohnya saja banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan pada Januari lalu yang disebabkan oleh deforestasi hutan dan alih fungsi lahan. Deforestasi di wilayah Cagar Alam Cyclops juga diduga sebagai sebab dari banjir yang melanda wilayah Sentani, Jayapura, Papua pada 2019 lalu. Banjir yang melanda Konawe, Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 juga kemungkinan terjadi karena adanya tambang. 

Belum lama ini kita semua juga dikejutkan dengan terbentuknya badai tropis Seroja di wilayah Nusa Tenggara Timur. Siklon tropis biasanya terbentuk di atas lautan luas, namun siklon Seroja terbentuk di atas daratan Nusa Tenggara Timur. Perubahan iklim turut andil dalam pembentukan cuaca ekstrem. Sedangkan perubahan iklim terjadi karena kerusakan alam akibat prilaku manusia. Suhu bumi semakin naik karena kebiasaan manusia yang banyak menghasilkan gas rumah kaca, contohnya saja berpergian dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Ironis sekali manusia, ia yang memicu terjadinya bencana, ia juga yang menjadi objek bila terjadi bencana. Beberapa ayat dalam Al-Qur’an melarang segala tindakan perusakan lingkungan dan eksploitasi alam secara berlebih yang dapat menimbulkan kerusakan. Salah satu perbuatan manusia yang merusak alam terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi: 

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; supaya Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Ayat ini merefleksikan kejadian yang terjadi saat ini. Daratan telah rusak dengan deforestasi dan berbagai tambang. Lautan telah rusak akibat buang sampah sembarangan, pencemaran limbah dan semua ini adalah hasil dari perbuatan manusia. Setelah terjadi kerusakan maka timbul bencana sebagai balasan Allah bagi perbuatan mereka. 

Orang yang baik adalah orang yang dapat belajar dari berbagai peristiwa yang terjadi untuk terus-menerus memperbaiki diri. Bila bencana terjadi akibat ulah manusia maka hendaknya manusia memperbaiki kesalahannya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al- A’raf ayat 56 yang berbunyi:

Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

Dari ayat di atas, kita diperintahkan untuk kembali ke jalan yang benar. Memperbaiki lingkungan yang rusak, melestarikan lingkungan yang saat ini ada dan melakukan berbagai tindakan mitigasi bencana merupakan langkah yang benar untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik. (LS)