Mengingat Kembali Sejarah Gempa di Sepanjang Sesar Cimandiri

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Pesona wilayah Sukabumi selalu memikat hati, namun siapa sangka dibalik daya pikatnya ada ancaman gempa. Salah satu ancaman gempa di wilayah Sukabumi adalah keberadaan sesar aktif Cimandiri. Sesar Cimandiri merupakan salah satu sesar utama yang berada di wilayah Jawa Barat. 

Sesar Cimandiri merupakan sesar yang terbentang dari teluk Pelabuhan Ratu melewati Sukabumi dan Cianjur hingga Padalarang. Zona sesar terlihat karena adanya kelurusan lembah dan pegunungan, panjang sesar ini diperkirakan mencapai 100 km. Struktur geologi regional daerah sesar CImandiri dipengaruhi oleh aktivitas tektonik akibat interaksi pergerakan lempeng Indo – Australia dan Eurasia. Lempeng Indo – Australia bergerak ke arah utara dan menghasilkan tumbukan lempeng sebagai hasil dari interaksi lempeng. Tumbukan lempeng ini menghasilkan jalur subduksi, gempabumi, prisma akresi, cekungan muka, jalur gunung api dan pola struktur geologi yang tersebar di sekitarnya. Berdasarkan buku peta sumber gempa nasional, penentuan segmen-segmen dari sesar Cimandiri di antaranya adalah segmen Cimandiri, Cibeber-Nyalindung dan Rajamandala. 

Visser (1922) telah mendata gempabumi di Sumatra dan Jawa, sebaran gempabumi di Pulau Jawa. Gempa di sekitar Sesar Cimandiri terjadi pada tanggal 23 Maret 1879, gempa ini mengakibatkan hampir semua bangunan di Cianjur hancur dan kerusakan juga terjadi di Kota Sukabumi dan Bogor. Gempa selanjutnya terjadi pada tanggal 14 Januari 1900 yang terjadi di Kota Sukabumi dan terasa di seluruh Jawa bagian barat. Akibat gempa ini, terjadi kerusakan besar di Kota Sukabumi dan sekitarnya dan muncul rekahan dari Karang Tengah hingga Cibeber, Gunung Gede juga dilaporkan meningkat aktifitasnya setelah gempa terjadi. 

Koran New Strait Times Singapore pada 23 Januari 1900 juga melaporkan gempa terjadi di Sukabumi. “beberapa laporan menyebutkan gempa yang menghawatirkan di Sukabumi. Gempanya lumayan besar tapi tidak ada rumah eropa yang hancur, hanya retak-retak. Rumah yang mengalami kerusakan termasuk rumah asisten residen, kapten Tionghoa, patel dan gaol. Beberapa toko juga rusak dan banyak rumah pribadi, kaca dan perabotannya hancur. Hotel Victoria juga mengalami kerusakan kecil, dapurnya runtuh. Atap villa Mr. Van Delden juga lepas tetapi tidak ada yang cedera serius. Pada malam tanggal 15 juga ada guncangan yang lumayan besar di area segitiga yaitu puncak gunung gede dan dasarnya ada di Cisaat dan Cibeber. Akibatnya, untuk sementara jalur kereta api antara Gandasoli dan Sukabumi tidak bisa digunakan.   

Kejadian gempabumi tanggal 10 Februari 1982 telah mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan di sepanjang lembah Cimandiri Kejadian gempabumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan Sesar Cimandiri. Gempa pada 10 Februari 1982 memiliki magnitudo 5,5 mengakibatkan banyak rumah rusak dan 17 orang luka-luka. Getaran gempa saa itu terasa di Sukabumi dan Bogor. (LS)

Sumber:

Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Pusat Studi Gempa Nasional PUPR

Indrajati, R. (2018). DISTRIBUSI CHANNEL STEPNESS INDEX ZONA SESAR CIMANDIRI UNTUK IDENTIFIKASI JALUR SESAR AKTIF. Bulletin of Geology2(2), 217-228.

Firmansyah Irman. 2016. Sukabumi the Untold Story: Kisah di balik sejarah sukabumi. Mer C Publishing. Pagayuban Soekabumiheritages. Cisaat Sukabumi.

https://sukabumiupdate.com/posts/66134/10-gempa-di-sukabumi-paling-merusak-sepanjang-sejarah

Sumber foto : radarsukabumi.com