Menelisik Peran Pertiwi Srikandi Tangguh Dalam Upaya Disaster Management

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Cerita ini datang dari seorang bernama Cucun Supredi. Cucun telah aktif berpartisipasi dalam lomba yang diadakan oleh disasterchannel.co dengan tema “Perempuan Hebat Menghadapi Bencana”,  berikut adalah tulisannya:

Perempuan yang selama ini lebih sering dipandang sebagai objek, dalam arti menjadi korban bencana. Namun di sisi lain perempuan ternyata dapat berperan sebagai subjek dalam penanggulangan bencana, baik pada masa pra-bencana, tanggap darurat, pasca-bencana. Dalam masa pra-bencana, perempuan berperan dalam pengurangan risiko bencana, termasuk pengurangan risiko bencana yang berperspektif gender. Peran perempuan dalam masa tanggap darurat adalah penyediaan air bersih dan pelaku dapur umum makanan. Sementara peran dalam masa pasca-bencana meliputi peran dalam penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi, akses terhadap pendidikan dan keterampilan, serta partisipasi dalam setiap usaha rehabilitasi dan rekonstruksi.

Membangun masyarakat tangguh bencana merupakan tindakan pemberdayaan dan mempersiapkan masyarakat untuk mengurangi kerentanan. Pada saat terjadinya bencana, masyarakat tidak lagi dianggap sebagai korban, tetapi dapat menjadi sebagai sumber daya dan kekuatan untuk mengurangi risiko bencana. Upaya mewujudkan masyarakat tangguh bencana, harus melibatkan perempuan. Ketangguhan perempuan dapat dibentuk dengan memberikan kepada perempuan untuk memperoleh kesetaraan akses, kapabilitas, sumber daya, dan peluang yang setara. Upaya membangun masyarakat tangguh bencana harus dilakukan dengan prinsip kesetaraan gender, didasari pada kesamaan hak.

PERAN PERTIWI DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA

Memandang perempuan sebagai kelompok potensial dalam pengurangan risiko bencana akan menempatkan mereka sebagai subjek pelaku aktif dalam pengurangan risiko bencana. Perempuan dipandang memiliki kekuatan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) yang tersimpan dan dapat dikembangkan untuk terlibat nyata memainkan peran penting dalam pengurangan risiko bencana. Memandang perempuan dalam konteks yang lebih luas akan memberi ruang mereka pada ranah strategis dalam proses penanggulangan bencana. Peran-peran publik perempuan diaktualisasikan selaras dengan peran-peran domestiknya. Begitu juga dengan Pertiwi warga Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang terlibat langsung dalam upaya mitigasi bencana yang ada di Kota Semarang.

Pertiwi menyadari betul bahwa dengan terlibat secara langsung mengedukasi masyarakat, maka upaya untuk meminimalisir korban akibat bencana menjadi sesuatu yang tidak mustahil. Perempuan kelahiran Boyolali, 19 Maret 1973 itu sudah relatif lama mengabdi untuk masyarakat. Kepeduliannya kepada masyarakat diawali menjadi pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM Sejahtera Kelurahan Bringin) pada tahun 2003. Sejak saat itu perempuan berzodiak Pisces terlibat di banyak organisasi. Organisasi kemasyarakatan yang diikut meliputi; Sekretaris TP. PKK Kelurahan Bringin, Sekretaris FPRB Kota Semarang, Ketua KSB Kelurahan Bringin, Bendahara Brigade Siaga Bencana Bhayangkara Perdana serta menjadi Duta Perubahan perilaku BNPB dan masih banyak organisasi lainya.

Setiap adanya kejadian bencana baik tanah longsor, banjir, kecelakaan, kebakaran, perempuan dengan rambut ikal ini tampil di depan dengan melakukan identifikasi kejadian serta melaporkan secara langsung kepada BPBD Kota Semarang atau kepolisian terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan secepatnya. Jiwa sosialnya mudah tersentuh jika melihat adanya kejadian bencana. “Membantu dengan tulus ikhlas adalah pendoman hidupnya, dengan membantu secara ikhlas ada kepuasan tersendiri”. Tutur lulusan sarjana sosial

Kasus Covid-19 meningkat

Hal yang dilakukan oleh Pertiwi untuk membantu para korban Covid-19 adalah dengan terjun langsung mengedukasi masyarakat dengan sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan terbatas, membagikan masker secara gratis. Kegiatan sosialisasi dan pembagian masker secara gratis dilakukan tidak hanya di wilayah kelurahan Bringin, tapi juga lintas kelurahan. Beberapa titik yang sudah datangi meliputi kawasan Simpang Lima, Pasar Ngaliyan, Obyek Wisata Pantai Marina, Gor Tri Lomba Juang dan lainnya. Pada saat angka kematian akibat Covid-19 meningkat tajam, Pertiwi dan relawan lainya mendirikan paguyuban relawan Ronggolawe yang bertugas secara langsung membantu pemandian, pemulasan dan pemakaman jenazah. Kegiatan ini dilakukan karena adanya panggilan jiwa melihat banyak korban kasus Covid-19 tidak tertangani dengan baik karena petugas rumah sakit dan modin kewalahan. Dalam keteranganya :”Jiwa sosial  kami terpanggil untuk melakukan pengurusan jenazah karena banyak korban yang tidak diurus akibat stigma masyarakat yang merasa takut jika ketularan virus Covid-19. Namun sebelum terjun mengurusi jenazah Covid-19, kami dan relawan lainya telah mendapatkan beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Karyadi Semarang.