Throwback Gempa dan Tsunami 15 Januari 1975

Tsunami
Ilustrasi Tsunami, Sumber: kompas.com
Ekspedisi Jawadwipa

Tsunami dan gempa yang pernah terjadi di tanah rempah dapat dibilang tepat untuk menggambarkan wilayah Maluku yang subur nan indah. Tak banyak yang menyangka bahwa wilayah ini sering sekali dilanda gempa besar yang mengundang tsunami. salah satu gempa dan tsunami yang terjadi di antaranya adalah gempa pada 15 Januari 1975 di Banda Neira, Maluku Tengah. 

Gempa dan Tsunami 15 Januari 1975

Tak banyak catatan mengenai gempa yang disusul tsunami 47 tahun yang lalu ini. Namun yang jelas, ada catatan bahwa tsunami dibangkitkan oleh gempa berkekuatan 5,9 M dengan koordinat 5.0S dan 130.0o BT, dan kedalaman 33 km. Gempa ini dirasakan di Bandaneira dengan skala VII MMI. Tercatat ada 81 korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Kerusakan yang terjadi akibat bencana ini di antaranya 81 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak ringan.

Banda Neira berada dekat pada busur Banda yang terletak di daerah pertemuan tiga lempeng kerak bumi, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Kerak samudra atau lempeng Laut Banda ini dibatasi oleh beberapa palung luar, yakni Palung Timor, Palung Tanimbar, Palung Aru dan Palung Seram yang saling bersambung membentuk bujur sangkar. 

Seismisitas laut Banda dihasilkan oleh tumbukan kontinen Australia dan Busur Kepulauan Banda. Seismisitas di Laut Banda sebagian besar terjadi pada slab bagian selatan dari Palung Timor hingga Palung Tanimbar. Di wilayah ini mekanisme gempa dengan Mw ≥ 6 sebagian besar adalah mekanisme reverse oblique dan strike slip pada kedalaman hingga 170 km. Gempa-gempa tersebut kemungkinan merupakan gempa intra-slab pada kedalaman hingga 170 km. Seismisitas di slab bagian utara sebagian besar memiliki kedalaman kurang dari 100 km. 

Gempa intraslab biasanya disebabkan karena lempeng samudra yang menunjam mengalami pecah, retak atau patah. Salah satunya, disebabkan karena proses dehidrasi batuan di dalam bumi. Gempa intraslab memiliki sumber gempa berada di bagian dalam dari zona subduksi. (LS)

Sumber:

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Pusat Studi Gempa Nasional, Puslitbang Perumahan dan Pemukiman.

Setyanta, B., & Setiadi, I. (2007). Anomali Gaya Berat dan Tataan Tektonik Sekitar Perairan Laut Banda dan Pulau Seram. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral17(6), 408-419.

Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak BMKG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *