Simak Bagaimana Perkembangan COVID-19 Selama PPKM Darurat Jawa Bali

Grafik Perkembangan COVID-19 selama PPKM darurat 3.11 Julil 2021, sumber: Kemenkes RI
Ekspedisi Jawadwipa

Perkembangan Covid-19 saat ini setelah sudah lewat dari seminggu setelah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dilakukan. Begitu banyak yang terjadi dalam rentang waktu ini. disasterchannel.co telah merangkum beberapa hal yang terjadi selama PPKM Darurat ini diberlakukan.

covid-19
Grafik 1. Perkembangan COVID-19 selama PPKM darurat 3.11 Julil 2021, sumber: Kemenkes RI

Selama dijalankannya kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali sejak 03/07/2021 hingga 11/07/2021 jumlah kasus positif cendrung mengalami peningkatan. Peningkatan kasus positif yang paling tinggi terjadi pada 06/07/2021 dengan jumlah kasus positif sebanyak 38.391. Sementara untuk jumlah angka kematian perhari selama PPKM juga mengalami kenaikan dengan rata-rata kematian perharinya sebesar 770 orang. Kematian dan angka kasus positif terbanyak terjadi pada tanggal 06/07/2021 dengan jumlah kematian 1.040 jiwa. Kabar baiknya peningkatan kesembuhan pada pasien menderita COVID-19 juga terus bertambah.

Simak Bagaimana Perkembangan COVID-19 Selama PPKM Darurat Jawa Bali

Data-data tersebut menunjukkan bahwa pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali tidak berpengaruh banyak terhadap penurunan jumlah angka positif dan kasus kematian akibat COVID-19. Bahkan karena peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang begitu tinggi hingga menyebabkan functional collapse pada layanan kesehatan.

Dilansir dari kompas.com – Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi menilai, kondisi pandemi COVID-19 saat ini sudah mencapai functional collapse yang berarti tidak berfungsinya layanan kesehatan. Oleh karena itu, tak dipungkiri apabila dokter dan tenaga kesehatan meminta bantuan gerakan kemanusiaan untuk mendukung apa yang dibutuhkan. “Itu satu upaya yang memang mau tidak mau kita harus menggandeng juga civil society. Enggak bisa, masalah ini kita selesaikan dari kita sendiri. Dan kondisi saat ini memang kondisi yang kalau saya berbicara sebagai seseorang yang biasa bergerak di dalam disaster, ini adalah functional collapse,” kata Adib

Angka kematian yang terus meningkat bahkan hingga mencapai seribu lebih ini berimbas pada pemakaman khusus kasus COVID-19 yang menjadi viral karena proses pemakaman yang tidak ada henti-hentinya di TPU Rorotan. 

Baca Juga: Zona Merah COVID-19 Bertambah, 2 Wilayah Jateng jadi Zona Merah

Sebab angka perkembangan COVID-19 yang terus bertambah setelah PPKM Darurat Jawa- Bali, kini sebagian daerah ikut pula menerapkan PPKM Darurat. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi berkata ““Dengan mempertimbangkan penilaian terhadap semua parameter tersebut, pemerintah menetapkan 15 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali yang harus menerapkan PPKM Darurat,” kata Dedy saat menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan implementasi PPKM Darurat, Sabtu (10/07/2021). Dedy memaparkan kabupaten/kota yang juga diterapkan PPKM Darurat di antaranya adalah kota Tanjungpinang, Kota Singkawang, Kota Padang Panjang, Kota Balikpapan, Kota Bandar Lampung, Kota Pontianak, Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, Kota Batam, Kota Bontang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Berau, Kota Padang, Kota Mataram dan Kota Medan.

Upaya ini tidak akan berjalan efektif bila setiap individu tidak menerapkan prokes. Total kematian per tanggal 11/07/2021 saja sudah mencapai 66.464 jiwa. Di antara angka ini juga termasuk di dalamnya kerabat kita seperti, saudara, teman ataupun tetangga. Kita semua tidak mau kejadian buruk terus mengelabui hidup. Olehkarenanya patuhilah protokol kesehatan yang ada untuk menjaga sesama. (LS)

Sumber:

https://nasional.kompas.com/read/2021/07/09/21190251/idi-kita-harus-gandeng-civil-society-rs-sudah-functional-collapse.

https://maritim.go.id/ppkm-darurat-hari-ke-8-tekan-penularan-kasus-covid-19/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *