Definisi Long COVID yang Diterbitkan Oleh WHO

Ilustrasi Pasien Covid-19, Sumber: healthwatchrichmond.co.uk
Ekspedisi Jawadwipa

Long Covid yang didefinisikan sebagai bagian dari efek covid-19 dan dalam Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia akhir-akhir ini mengalami penurunan. Meskipun hal ini adalah kemajuan yang sangat besar dalam penangana COVID-19. Tetapi ada hal yang masih mengganjal yang mungkin dialami oleh sebagaian orang yang pernah mengidap COVID-19. Kerap kali ditemukan beberapa pentintas COVID-19 yang mengelami gejala berkepanjangan setelah dinyatakan sembuh dari penyakit ini. biasanya kondisi tersebut disebut sebagai istilah “Long COVID”.

Definisi Long COVID yang Diterbitkan Oleh WHO

Baru-baru ini, tepatnya pada 6 Oktober 2021, WHO menerbitkan dokumen Dokumen yang berjudul “A clinical case definition of post COVID-19 condition by a Delphi consensus”, menjelaskan kondisi kondisi pasca COVID-19. Pada dokumen ini juga mendefinisikan secara formal apa yang disebut sebagai istilah Long COVID. 

Para medis telah menyadari bahwa, kebanyakan orang yang pulih dari COVID-19 dalam hitungan minggu, beberapa di antaranya akan mengalami gejala yang menetap selama 4 minggu atau lebih setelah mengalami COVID-19. Kondisi seperti ini belum didefinisikan secara formal oleh berbagai pihak yang memangku bidang kesehatan.

Dalam dokumen yang diterbitkan oleh WHO, menyebutkan bahwa kondisi ini sebagai “kondisi pasca COVID-19,”. Dokumen ini mengatakan bahwa Long COVID “terjadi pada individu dengan riwayat kemungkinan atau terkonfirmasi infeksi SARS-CoV-2, biasanya 3 bulan sejak awal COVID-19, dengan gejala yang berlangsung setidaknya 2 bulan dan tidak dapat dijelaskan dengan diagnosis alternatif”.

Baca Juga: Perubahan Iklim dan Dunia Harus Bersiap Hadapi Potensi Bencananya

Definisi lebih lanjut menyatakan bahwa gejala umum mungkin termasuk kelelahan, disfungsi kognitif, dan beberapa lainnya yang dapat memengaruhi fungsi sehari-hari. Gejala-gejala ini mungkin baru muncul setelah pemulihan awal dari penyakit atau kelanjutan dari penyakit awal. Gejala ini juga dapat berubah atau kambuh seiring waktu.

Dijelaskan pula dalam dokumen tersebut bahwa definisi terpisah mungkin diperlukan untuk anak-anak.

Dilansir dari healthline.com Inimary Toby, PhD, asisten profesor di Departemen Biologi di University of Dallas dan anggota American Physiological Society, mengatakan Long COVID dapat mempengaruhi orang dalam beberapa cara. Orang mungkin mengalami gejala terus-menerus, atau mungkin mengikuti perjalanan remisi dan kambuh, katanya.

Gejala dapat sangat bervariasi tetapi dapat mencakup disfungsi kognitif, kelelahan, dan sesak napas. Beberapa komplikasi yang dijelaskan dengan baik dari COVID panjang termasuk stroke atau serangan jantung.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama sakit akut, cenderung ada tiga kelompok gejala:

  • Gejala pernapasan, termasuk batuk, dahak, dan sesak napas
  • Gejala muskuloskeletal, termasuk nyeri otot dan sendi, sakit kepala, dan kelelahan
  • Gejala enterik, termasuk sakit perut, muntah, dan diare

Joseph A. Roche, BPT, Dip. Rehabilitasi. PT, PhD, profesor di Program Terapi Fisik di Wayne State University dan anggota American Physiological Society, telah melakukan penelitian tentang efek Long COVID, ia mengatakan kasus yang telah terjadi menyatakan bahwa Long COVID mungkin menyerupai kondisi yang dikenal sebagai “myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome (ME/CFS),” yang dapat mempengaruhi beberapa individu setelah penyakit virus lainnya.

“Yang membuat kondisi pasca COVID-19 lebih memprihatinkan daripada ME/CFS, bukan hanya kelelahan fisik dan mental, tetapi juga masalah terus-menerus dan berulang yang memengaruhi paru-paru, jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya serta jaringan” kata Roche.

Selanjutnya dalam dokumen yang diterbitkan WHO juga ditulis bahwa definisi kondisi pasca COVID-19 ini akan membantu memajukan advokasi dan penelitian tetapi kemungkinan akan berubah ketika bukti baru muncul dan pemahaman kita tentang konsekuensi COVID-19 terus berkembang. (LS)

Sumber:

healthline.com/health-news/long-covid-now-has-a-formal-definition-from-the-who-what-to-know#1

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/345824/WHO-2019-nCoV-Post-COVID-19-condition-Clinical-case-definition-2021.1-eng.pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *