Cegah Terjangkit Penyakit Kala Omicron Berkembang dengan Minum Loloh Khas Bali

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Seluruh penjuru dunia sepertinya menghawatirkan keberadaan Omicron. Beberapa kegiatan terpaksa ditunda, tak lain tak bukan karena kahadiran Omicron, contohnya saja gelaran Grammy Awards yang ditunda. Di tanah air ini, Pemerintah resmi menutup sementara pintu masuk untuk Warga Negara Asing (WNA) dari negara yang pernah terinfeksi varian Omicron. Hal itu diatur dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Di balik kekhawatiran yang ada, terdapat pengetahuan lokal yang dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesehatan. Pengetahuan lokal tersebut datang dari Pulau Bali. Daerah Bali memiliki sebuah warisan budaya yang mencakup pengobatan tradisional Bali yang dikenal dengan nama usada. Usada berasal dari kata sansekerta yaitu “ausadhi” yang berarti tumbuhan yang berkhasiat obat. Usada merupakan jenis pengobatan tradisional Bali dimana salah satunya menggunakan tumbuhan sebagai bahan obat. Tumbuhan obat tersebut diracik dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi minuman 

Mengkonsumsi jamu (loloh) di masa pandemi COVID-19 merupakan salah satu cara untuk menangkal penyakit yang dapat menyerang tubuh, apalagi di musim hujan dan Omicron datang Loloh menjadi salah satu minuman tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya masyarakat Bali yang dekat dengan obat-obatan tradisional. Budaya minum loloh di masyarakat semakin eksis. Ada beberapa jenis loloh yang diminum oleh masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh jenis loloh yang dikonsumsi yaitu loloh kunyit asem, loloh don base, loloh jahe merah, loloh cemcem, loloh mengkudu (tibah), loloh sembung, loloh don piduh, loloh daun waru, loloh don kayu manis dan loloh temulawak.

Salah satu loloh yang menjadi primadona adalah loloh don cemcem yang bersumber dari daun kecemcem atau Spondias pinnata (Lf) Kurz. Don cemcem atau daun cemcem yang biasa dipakai loloh di pasaran berasal dari tumbuhan kecemcem atau biasa disebut dengan kedongdong hutan. 

Pada proses pembuatan loloh don cemcem, masyarakat Bali mengikuti pola penyajian secara tradisional, sehingga dengan mengkonsumsinya akan diperoleh berbagai manfaat khususnya pada aspek kesehatan fisik. Dalam hal ini dibuktikan dengan minum loloh don cemcem untuk mengobati penyakit-penyakit ringan. Adapun manfaat loloh don cemcem bagi kesehatan adalah sebagai berikut: 

  1. Meningkatkan nafsu makan.
  2. Meringankan batuk kering dan memperlancar buang air kecil.
  3. Menurunkan Hipertensi.
  4. Meredakan panas dalam dan menambah cairan tubuh. 
  5. Melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus.

Hasil penelitian Trisnawati et al (2016), menunjukkan bahwa ekstrak daun cemcem mengandung flavonoid, tannin dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E-coli

Pengetahuan lokal mengenai obat-obatan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Terlebih lagi untuk keadaan saat ini yang mana ancaman Omicron masih merajalela. (LS)

Sumber:

Cahyaningrum, P. L., & Sudaryati, N. L. G. (2021). BUDAYA MINUM LOLOH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DIMASA PANDEMI COVID 19. Widya Kesehatan3(2), 18-24.

Sutana, I. G. (2020). Manfaat Loloh Don Cemcem Dalam Sistem Kesehatan Tradisional. JURNAL YOGA DAN KESEHATAN3(2), 174-182.

https://travel.detik.com/travel-news/d-5886147/cegah-Omicron-wna-dari-14-negara-ini-dilarang-masuk-indonesia-mulai-besok.

Trisnawati, N. R., Widpradnyadewi, P. A. S., & Sugitha, I. M. (2016). Daya Hambat Ekstrak Daun Cemcem (Spondias Pinnata (LF) Kurz.) Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Atcc 8739 Secara In Vitro. Journal Ilmu dan Teknologi Pangan5(2), 119-129.

Photo: bobo.grid.id