Terapi Seni Dapat Jadi Solusi Penanganan Trauma Pada Anak

Terapi Seni Dapat Jadi Solusi Penanganan Trauma Pada Anak
Ilustrasi Terapi Seni sehatq.com
Ekspedisi Jawadwipa

Terapi seni dapat menjadi solusi dalam penanganan trauma yang utamanya kepada anak. seperti bapak SBY di tengah penyakit kanker prostat yang diderita, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Presiden ke 6 RI kembali menekuni hobi melukisnya. Bagi SBY melukis seolah menjadi kegiatan untuk melupakan rasa cinta kepada meniang istrinya yang meninggal sejak 2019 lalu.  

Melukis menjadi kegiatan olah seni yang dipilih SBY untuk mengeksplorasi perasaannya. Ternyata seni dapat menjadi salah satu jalan untuk terbebas dari trauma. Pengalaman traumatis dapat menyebabkan gangguan stres akut dan gangguan stres pascatrauma. Seni telah ditemukan menjadi alat yang sangat efektif untuk bekerja dengan orang dewasa dan anak-anak dalam mengatasi trauma. Seni dapat dijadikan sebuah terapi yang mampu membantu kita berdamai dengan konfik emosional dalam diri serta mengurangi kecemasan.   

Mengutip dari laman journalofethics.ama-assn.org, terapi seni adalah bidang perawatan kesehatan mental yang berkembang yang menggunakan seni sebagai bentuk komunikasi ilustratif. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa proses kreatif, bertindak sebagai bentuk ekspresi bawah sadar, dapat membantu mengidentifikasi konflik batin, menimbulkan harga diri dan kesadaran diri, mengurangi stres, dan membangun kembali rasa fisik, emosional, dan sosial secara keseluruhan. 

Terapi Seni

Terapi seni juga dianggap sangat baik untuk merawat anak-anak, yang seringkali tidak memiliki kemampuan sosial atau verbal untuk mengekspresikan pikiran dan emosi mereka, terutama ketika mereka mengalami trauma.

Baru-baru ini, semakin banyak anak yang selamat dari bencana yang dirawat dengan terapi seni. Seni digunakan sebagai sarana komunikasi dengan anak-anak setelah kejadian yang membuat mereka stres. Penelitian menyimpukan bahwa seni adalah intervensi yang efektif dan bermanfaat secara psikologis bagi anak-anak yang telah mengalami trauma psikologis yang signifikan dan intervensi yang dapat dilakukan secara lintas budaya.

Penelitian Gavron, 2020, menunjukkan bahwa pembuatan seni dapat memungkinkan mengatasi akibat bencana alam. Dalam situasi traumatis, seperti bencana alam, kreativitas dapat menjadi sumber ekspresi murni dan meningkatkan kesadaran akan kemungkinan baru yang dapat mendorong cara baru untuk mengatasinya. 

Terapi seni sebagai metode komunikasi nonverbal dapat memungkinkan individu maupun kelompok orang untuk mengekspresikan apapun yang tidak bisa dicurahkan melalui kata-kata dan juga dapat berperan dalam mengobati peristiwa traumatis kolektif seperti bencana alam. Terdapat pula bukti bahwa intervensi psikososial dapat meredakan stres psikologis yang terkait dengan bencana alam dan menumbuhkan ketahanan serta mengatasi reaksi stres pascatrauma. 

Begitu banyak anak-anak yang menjadi penyintas akibat ribuan bencana yang melanda Indonesia setiap tahunnya. Terapi seni dapat dijadikan salah satu cara untuk memulihkan trauma pada anak-anak akibat bencana yang mereka alami.(LS)

Sumber:

https://journalofethics.ama-assn.org/article/art-therapy-children-who-have-survived-disaster/2010-09

Gavron, T. (2020). The Power of Art to Cope With Trauma: Psychosocial Intervention After the Tsunami in Japan. Journal of Humanistic Psychology, 0022167820982144.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *