Hutan Kota Jakarta Menjadi Alternatif Wisata dan Mitigasi Bencana

PUBLISHED

Disasterchannel.co – Kalau kita pergi ke Jakarta pasti kita menjumpai gedung-gedung tinggi disepanjang jalan, rumah-rumah penduduk yang begitu padat serta penuhnya orang di kendaraan umum. Kalau kita ke daerah ini, rasanya nyaris mustahil melihat ruang terbuka hijau, yang ada hanyalah jalan berlapis beton. Tapi, tahukah sobat DC bahwa Jakarta juga memiliki hutan?

Jakarta memiliki sejumlah hutan kota yang tersebar di beberapa daerah. Berdasarkan data yang diakses dari laman data.jakarta.go.id, luasan hutan kota yang sudah mendapatkan SK Gubernur seluas 149,9 hektar, dengan luas terbesar ada pada Hutan Kota Kampus Universitas Indonesia dan yang terkecil ada di Hutan Kota Kawasan Berikat Nusantara Marunda.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-7.png
Diagram batang luas hutan kota DKI Jakarta ( Sumber: data.jakarta.go.id)

Hutan Kota Jadi Alternatif Wisata

Ketika tidak bisa berpergian ke hutan di tanam nasional, tak ada salahnya mencoba sensasi berpergian menjelajahi hutan kota yang ada d Jakarta untuk melepas penat yang ada.

Hutan Kota Muara Angke memiliki vegetasi pepohonan hijau dan rindang serta berbagai jenis bakau. Di hutan kota ini terdapat pula jembatan kayu atau board walk sepanjang 843 meter. Jembatan ini sengaja dibentuk melingkar agar turis bisa menikmati seluruh bagian hutan.

Di Hutan Kota Srengseng terdapat 65 spesies pohon tinggi dengan berbagai jenis dan tipe. Di antaranya jati, flamboyan, ketapang, akasia, mahoni, dan lain-lain. Pohon pendek seperti perdu dan tanaman merambat juga menghiasi Hutan Kota Srengseng. Hutan Srengseng punya pesona yang lain, kita juga bisa menikmati beberapa burung kecil yang hinggap menghisap nectar pada bunga-bunga yang ada di sini. Hutan Srengseng tampak sempurna dengan adanya pulau kecil buatan yang hijau di tengah danau hutan. Jika bosan dengan taman wisata yang menyajikan aneka wahana permainan seru, cobalah sekali-kali untuk berlibur ke Hutan Srengseng. Selain sebagai paru-paru kota, hutan ini cocok dijadikan tempat wisata.

Bila sobat DC tinggal di sekitar Tebet bisa langsung mampir ke Taman Tebet Honda atau yang dulu sering disebut dengan Hutan Kota Tebet, kini memiliki jalur trekking yang panjang. Kita bisa berolahraga sepuas hati di kawasan ini. Disini juga ada taman lansia yang bisa dinikmati oleh orang tua atau kakek nenek kita.

Ada juga Hutan Kota Pesanggrahan Sangga Buana, hutan ini menjadi tempat konservasi dan edukasi. Di hutan ini kita bisa melihat bangunan tradisional betawi looh. Selain hutan kota yang diceritakan di atas, kita juga bisa menikmati hutan kota lainnya yang ada di ibu kota untuk mengobati kita dari rasa rindu beraktivitas ke luar ruangan.

Selain jadi tempat wisata dan olahraga, rasanya masih banyak manfaat dari hutan kota, kira-kira apa lagi yaa fungsinya?

Fungsi Hutan Kota

Setiap kota, termasuk didalamnya wilayah provinsi di DKI Jakarta diwajibkan memiliki hutan kota seluas minimal 10% dari luas keseluruhan wilayahnya atau jumlah lain yang didasarkan pada kondisi wilayah kota tersebut. Hutan kota dibangun untuk menjaga kestabilan ekologi di dalam kota yang terus mengalami pertumbuhan ekonomi namun berbarengan dengan penurunan kondisi ekologi.  Kehadiran hutan kota dapat menyerap gas CO2 yang melimpah di wilayah perkotaan. Penyerapan gas CO2 juga bermanfaat dalam mebantu mengatasi efek rumah kaca. Penyerapan karbon dioksida oleh hutan kota dengan jumlah 10.000 pohon berumur 16-20 tahun mampu mengurangi karbon dioksida sebanyak 800 ton per tahun. Fungsi hutan kota sebagai penyerap karbon merupakan salah satu upaya mitigasi bencana untuk mengurangi perubahan iklim yang memicu berbagai macam bencana hidrometeorologi.

Keberadaan hutan kota dapat berfungsi sebagai pelestarian air tanah. Sistem perakaran tanaman yang mencengkeram tanah dan mengikatnya serta mengurangi erosi. Hutan kota dengan luas minimal 0,5 Ha mampu menahan aliran permukaan akibat hujan dan meresapkan air ke dalam tanah sejumlah 10.219 m3 setiap tahun. Melalui fungsi pelestarian air tanah dapat menjaga setiap wilayah yang memiliki hutan kota untuk berbas dari bencana banjir dan kekeringan.

Hutan kota juga dapat berdfungsi sebagai penahan angin yang mampu mengurangi kecepatan angin dan meningkatkan kelembaban udara. Hutan kota juga dapat menurunkan suhu pada waktu siang hari dan sebaliknya pada malam hari dapat lebih hangat. Selain menjadi tempat tumbuh berbagai pohon, hutan kota juga berfungsi untuk habitat berbagai jenis hidupan liar fauna endemik. Sepertinya tak berhenti sampai sini memanfaatkan hutan kota, luasannya yang begitu besar sangat dimungkinkan untuk dijadikan tempat kumpul sementara bila terjadi bencana. (LS)

Sumber:

data.jakarta.go.id

Detik.com

http://endesdahlan.staff.ipb.ac.id/files/2011/04/Bentuk-dan-Fungsi-HK.pdf