Belajar Memanfaatkan Air Hujan Dari Komunitas Banyu Bening

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Siapa sih muda mudi sobat DC yang punya kenangan manis saat hujan?

Kayanya semuanya punya yaaa. Tapi hujan itu terkadang memang memorable sekali ya bagi kita. Berkat hujan suasana pasti lebih sejuk dan rasanya enak sekali buat tidur atau merenung, bahkan kita juga terkadang mendapatkan inspirasi ketika hujan turun. 

Ternyata, nggak cuma sobat DC saja looh yang terispirasi melakukan hal atau menciptakan sesuatu di saat hujan. Cerita unik juga hadir dari Komunitas Banyu Bening, mereka juga terispirasi dari hujan dan mengganggap hujan sebagai solusi dari beberapa permasalahan yang ada. Mau tahu kan kelanjutan inspirasi komunitas banyu bening memanfaatkan air hujan, yuuuk simak ceritanya.

Cerita ini datang dari Ibu Sri Wahyuningsih, wanita bersuara lembut asal Yogyakarta berbagi kisahnya dalam memanfaatkan air hujan. Meskipun usianya sudah menginjak 53 tahun, namun Ibu Sri tetap bersemangat untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik mengenai masalah hujan yang terkadang mendatangkan bencana. ia membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Komunitas Banyu Bening yang berdiri pada 22 Maret 2012, sebagai wadah untuk melakukan berbagai macam hal untuk memanfaatkan air hujan. 

Melalui Sekolah Air Hujan Banyu Bening, kita akan diajarkan bagaimana mengelola air hujan dengan menggunakan konsep 5 M. M yang pertama adalah menampung air hujan. Terdapat dua metode dalam menampung, namun yang paling sering dan biaya relative sangat murah adalah dengan cara manual. Cara menampung manual dilakukan di saat hujan deras, 10 menit pertama air dibiarkan mengalir, setelah sepuluh menih baru melakukan penampungan air hujan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk melarutkan polutan yang ada di media alir air. Penampungan air hujan harus dilakukan disaat waktu dan tempat yang tepat dan bersih agar kualitas air hujan tetap dalam kondisi baik. M selanjutnya adalah mengolah, minum, menabung dan mandiri.

Pengolahan air hujan dilakukan di kelas-kelas dalam Sekolah Air Hujan Banyu Bening. Di sana sobat DC akan diajarkan oleh para pakar dan trainer untuk mengelola air hujan menjadi air yang layak konsumsi. Melalui sekolah air hujan banyu bening, masyarakat diajak untuk meyakini bahwa sejatinya air hujan itu sangat bermanfaat bagi kehidupan. Di sekolah ini akan dijelaskan secara ilmiah melalui disiplin ilmu kimia, fisika dan biologi mengenai sifat-sifat dan manfaat air hujan sehingga masyarkat betul-beyul percaya bahwa air hujan itu dapat dikonsumsi. 

Selain dari sekolah air hujan, Komunitas Banyu Bening juga memiliki segudang kegiatan lainnya, seperti gerakan pungut sampah untuk anak-anak kecil, sanggar tari dan teater, gerakan tanam pohon dan masih banyak lagi. Konservasi dengan menanam pohon selalu ditekankan oleh komunitas ini sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan alam dan sumber air. 

Ibu Sri berpesan kepada kita semua dan berkata “hargailah air hujan sebagai sumber air dan solusi air bersih untuk saat ini dan masa depan. Mari bersama-sama mengelola dan memanfaatkan air hujan sebaik mungkin untuk kebutuhan kita. Karena sebagai manusia yang diberi akal pikiran, kita ditugaskan untuk menjaga keseimbangan alam bukan untuk merusaknya.”

Jadi sobat DC jangan galau yaa kalau hujan, tapi bersiap-siap untuk tampung air hujan sebagai cadangan air untuk menyuram tanaman, atau untuk cuci motor atau mobil kalian. Bila ingin mnegkonsumsi air hujan, diusahakan agar melakukan berbagai macam penyaringan dan dimasak terlebih dahulu. (LS)