Kilas Balik 12 Tahun Lalu WHO Mengumumkan Pandemi Influenza A H1N1

PUBLISHED

Disasterchannel.co,-

Pandemi virus corona sudah berjalan dalam kirin waktu satu tahun lebih. Kita semua dikejutkan dengan beberapa kasus kematian yang amat sangat menyayat hati dari berbagai belahan dunia, seperti halnya kematian yang melonjak drastis di India. Bahkan di Indonesia juga terjadi lonjakan kasus COVID-19 di beberapa daerah pasca libur lebaran. Hingga kini jumlah daerah zona merah COVID-19 bertambah menjadi 17 daerah. 

Jauh sebelum pandemi COVID-19 muncul, terjadi pula pandemi tepat pada 12 tahun yang lalu. Strain baru virus Influenza A menyebabkan wabah infeksi pada manusia pada April 2009 di AS dan Meksiko. Virus dengan starin baru ini diklasifikasikan sebagai Influenza A (H1N1) 2009. Materi genetik berasal dari tiga spesies yang berbeda di antaranya dari manusia, burung dan babi. 

Pada 17 April 2009, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Center of Disease Control and Prevention (CDC), di Amerika Serikat, melaporkan strain baru Influenza A (H1N1) dengan translokasi segmen empat kali lipat pada RNA-nya. Pada Juni 2009, World Health Organization (WHO) telah mengklasifikasikan jenis ini sebagai virus pandemi, menjadikannya pandemi pertama dalam 40 tahun. Influenza A (H1N1) 2009 ditularkan melalui droplet atau tetesan pernapasan, penularan strain ini lebih tinggi dari strain influenza lain yang membuat pengendalian infeksi sulit. Sebagian besar kasus H1N1 pada tahun 2009 mengalami gejala ringan dan sembuh sendiri, tetapi beberapa orang mengalami komplikasi dan yang lainnya meninggal. Sejak itu strain ini telah menyebar ke seluruh dunia dan pada 11 Juni 2009 dinyatakan oleh WHO sebagai virus pandemi Fase 6 (ancaman maksimum)

Kasus pertama infeksi pandemi influenza A H1N1 2009 baru diidentifikasi pada April 2009 di Amerika Serikat. Pada Agustus 2009, jumlah kumulatif infeksi di Amerika Serikat saja diperkirakan setidaknya 1 juta. Namun, hanya ada 556 kematian yang dikonfirmasi dengan mortality rate (angka kematian) hanya 0,056%.

Virus influenza ditularkan melalui tetesan pernapasan, yang biasanya tidak menempuh jarak lebih dari satu meter meskipun batuk dan bersin dapat meningkatkan jarak ini beberapa meter lagi. Virus dapat bertahan selama 6 jam pada permukaan yang kering, ketika disentuh oleh tangan dapat ditransmisikan kembali. Penularan strain A H1N1 2009 lebih tinggi daripada strain influenza musiman.

Beberapa upaya dilakukan untuk mengkontrol penyebaran virus influenza ini. Rumah sakit mengisolasi pasien yang dicurigai terjangkit virus influenza A (H1N1), rumah sakit juga mengirim petugas rumah kesehatan atau home health care workers (HCW) dengan penyakit seperti influenza dan menasihati pengunjung yang menunjukkan gejala influenza untuk tidak datang ke ruamh sakit. Mencuci tangan dengan air dan sabun atau pembersih tangan berbasis alcohol terus disosialisasi dan dilakukan. Selain itu dianjurkan pula menjaga jarak satu meter antara orang sakit dan sehat, serta pasien harus menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulutnya.

Ruangan khusus disiapkan untuk melakukan isolasi pada pasien yang diduga terjangkit virus A (H1N1). Ruangan didesain dengan ventilasi yang baik dan bertekanan normal. Petugas kesehatan yang memeriksa pasien harus menggunakan masker bedah atau masker N95.

Kematian yang tinggi pada pandemi Influenza A (H1N1) tahun 2009 di Meksiko terutama disebabkan oleh keterlambatan pencarian perawatan. Alasan utama keterlambatan pencarian perawatan dan kematian Influenza A (H1N1) 2009 di AS adalah kurangnya asuransi kesehatan. Dibandingkan dengan influenza musiman, kematian anak yang disebabkan oleh pandemi influenza A (H1N1) 2009 terjadi terutama pada anak-anak dengan penyakit penyerta yang diketahui termasuk penyakit paru kronis atau defisiensi imun. 

Baik pandemi COVID-19 maupun pandemi virus H1N1 dapat dicegah penyebarannya dengan menggunakan masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun dan mnejauhi kerumunan. Disiplin menjalankan protokol kesehatan akan membawa kita semakin dekat dengan keberhasilan mengendalikan pandemi. (LS)

Sumber:

www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3074714/

Sumber foto: ndtv.com