Kasus Baru COVID-19 Di Jawa Tengah Meningkat, Yuk Simak Detailnya

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Pasca lebaran Idul Fitri kasus baru COVID-19 terus mengalami penaikan. Jumlah kasus baru COVID-19 Indonesia hampir menyentuh 10 ribu pada Minggu (13/6/2021). DKI Jakarta dan Jawa Tengah masing-masing menyumbang angka tertinggi dengan lebih dari 2.500 kasus. Provinsi DKI Jakarta menyumbang angka kasus positif terbanyak dengan total 2.769. Disusul Jawa Tengah dengan total kasus 2.579, dan Jawa Barat dengan total 1.242 kasus.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga meninjau wilayah Kudus pada Minggu (13/06/2021). Dalam kesempatan itu, Ganjar meminta masyarakat taat prokes dan tidak kucing-kucingan karena Corona varian Delta disebut mudah menular.

“Saya minta dukungan masyarakat ini akan jangan kucing-kucingan terus, ingat varian baru sudah ada di Kudus. Catat, sudah masuk di Kudus. Maka penularannya cepat sekali, maka masyarakat sadar betul,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan Posko Gabungan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus, Minggu (13/6/2021).

Zona merah penyebaran COVID-19 di Jawa Tengah semakin meluas. Hingga Minggu (13/06/2021) terdapat 11 daerah yang masuk kategori zona merah di antaranya Kudus, Brebes, Tegal, Pati, Grobogan dan Sragen. Gubernur Jateng meminta seluruh kepala daerah untuk memperhatikan kondisi wilayah masing-masing.

Dilansir dari BBC News Indonesia, kekhawatiran mengenai penyebaran kasus baru COVID-19 di Indonesia datang dari seorang ahli penyakit menular dari Griffith University Australia, Dicky Budiman dengan kemungkinan Indonesia akan mengalami ledakan ‘bom waktu COVID-19’ dalam dua hingga tiga pekan mendatang, jika pemerintah gagal mengantisipasinya.

Kekhawatiran ini dilatari beberapa fakta, seperti kembali melonjaknya kasus COVID-19 di beberapa daerah, menipisnya ketersediaan tempat tidur, hingga memburuknya jumlah pelacakan dan pengujian.

“Kemungkinan terburuknya adalah lonjakan kasus yang sangat besar. Tidak pada akhir Juni ini, tapi setelahnya, terutama jika (antisipasi) tidak dipersiapkan,” kata Dicky Budiman pada Minggu (13/06/2021). Dia juga menganggap kebijakan yang tidak tepat kemungkinan akan memperburuk situasi, di mana pandemi semakin lama, serta kemungkinan terburuk berupa lonjakan kasus yang diperkirakan mencapai ratusan ribu per hari.

Karena kasus yang terus meningkat, maka keputusan dilontarkan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut tren peningkatan kasus COVID-19 harus segera dikendalikan melalui testing, tracing dan pelaksanaan isolasi serta penguatan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Peningkatan kasus COVID-19 ini harus segera dikendalikan dan jangan sampai mengganggu upaya pemulihan ekonomi yang saat ini sedang digulirkan pemerintah bersama pelaku usaha dan masyarakat,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (13/06/2021).

Airlangga yang juga Ketua Komite PC-PEN mengungkapkan bahwa berdasarkan pada tren kenaikan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur Isolasi maupun ICU, terutama di keempat provinsi utama di Pulau Jawa, maka perlu segera dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen. Terutama di kabupaten/kota yang termasuk zona merah dan BOR tinggi di atas 60 atas serta juga perlu dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19 di rumah sakit rujukan di kota terdekat atau Ibu Kota Provinsi.

“Penambahan kapasitas ini akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan pemerintah daerah dan akan dievaluasi lagi selama seminggu ke depan,” tutur Airlangga.

Gabungan dari berbagai macam peristiwa seperti mudik saat lebaran ataupun berlibur, dipadukan dengan kebijakan dan perepannya yang tidak baik menyebabkan kasus baru pandemi COVID-19 kembali naik. (LS)

Sumber:

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5604294/beredar-pesan-jateng-akan-dikunci-gegara-corona-varian-india-ini-faktanya

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57459555

https://bisnis.tempo.co/read/1472187/kasus-covid-19-melonjak-airlangga-ppkm-mikro-diperpanjang-hingga-28-juni-2021/full&view=ok