Kamu Harus Tahu: ini Potensi Kegempaan di Wilayah Jawa

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Pulau Jawa adalah pulau terbesar ke 13 yang ada di dunia dan pulau terbesar urutan ke lima di Indonesia dengan luas sebesar 126.700 km2. Jumlah penduduk hampir 160 juta jiwa yang menyebar di enam provinsi yaitu provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak. Risiko bahaya gempabumi sangat ditentukan oleh kepadatan penduduk dan infrastruktur di suatu wilayah yang telah dinyatakan rawan bencana dan risiko gempabumi.

Pulau Jawa yang bersebelahan dengan pulau Sumatra memiliki frekuensi dan magnitude kegempaan yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan Sumatra. Tektonik regional wilayah Jawa dikontrol oleh tektonik tunjaman selatan Jawa. Akibat tunjaman tersebut terbentuk struktur-struktur geologi regional di wilayah daratan Jawa. Wilayah Jawa ini merupakan daerah rawan bencana gempabumi Indonesia. Gempa bumi lajur tunjaman ini umumnya memperlihatkan mekanisme gempa bumi sesar naik, gempabumi bermekanisme sesar normal dapat juga terjadi pada lajur ini, terutama pada kedalaman >300 km di sebelah utara Jawa. Gempabumi dengan mekanisme normal tersebut disebabkan oleh proses peregangan (extension) pada lajur di bawah rumpang gempabumi atau zona dengan seismisitas rendah (seismic gap).

Terdapat beberapa gempa besar yang terjadi di lepas pantai selatan Jawa, terutama di sepanjang megathrust. Terjadi tsunami pada tahun 1994 di Banyuwangi dan tahun 2006 di Pangandaran, kejadian ini menunjukkan bahwa zona subduksi Jawa tidak sepenuhnya aseismic (tidak menyebabkan gelombang seismic/ gempa) dan masih menyimpan potensi kegempaan. Ada periode seismisitas yang lama bisa jadi mengindikasikan locked patches yang terisolasi di daerah batas lempeng, locked patches yang terisolasi ini ketika akhirnya lepas akan menghasilkan gempa bermagnitude besar. Besar kemungkinan bahwa potensi kegempaan zona subduksi di Jawa mengikuti pola bahwa gempa yang akan datang kemungkinan terjadi di daerah yang terdapat seismic gap di sepanjang zona seismik yang sempit. 

Di pulau Jawa terdapat beberapa sesar aktif, secara umum struktur geologi aktif di Jawa didominasi oleh sesar geser dan sesar naik dengan sesar turun sebagai struktur minor. Beberapa sesar utama di Jawa yang sudah banyak diketahui keberadaannya adalah Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis-Citanduy. Di Jawa bagian tengah dan timur, struktur yang terlihat dominan adalah struktur sesar naik yang ada di zona Sesar Kendeng dan Sesar Semarang, sedangkan di bagian timur Jawa diwakili oleh sistem patahan turun yang ada pada Sesar Pasuruan, Probolinggo dan Baluran. 

Guna mewaspadai bahaya bencana gempa bumi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, penilaian risiko bahaya gempabumi yang berbasiskan makrozonasi dan mikrozonasi kerentanan bencana dan risiko gempa bumi merupakan hal pokok dan mendasar untuk segera dilakukan untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Mengingat banyaknya jumlah penduduk yang ada di pulau Jawa, maka dirasa penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terkait pengetahuan mengenai potensi bencana gempabumi, kesiapsiagaan dan upaya mitigasi yang tepat untuk menghadapi ancaman gempa bumi. (LS)

Sumber:

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Pusat Studi Gempa Nasional: Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Soehaimi A. 2008. Seismotektonik dan Potensi Kegempaan Wilayah Jawa. Jurnal Geologi Indonesia. Vol. 3 No. 4, 227-240.

https://news.detik.com/berita/d-4734157/5-fakta-pulau-jawa-sejarah-hingga-peninggalannya