Heboh Isu Tsunami Di Jawa Timur, BMKG Sebut Itu Adalah Potensi Bukan Prediksi

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Daerah Jawa Timur merupakan daerah yang rawan terjadi tsunami. Hal ini dibuktikan dengan sejarah kejadian tsunami yang menimpa daerah ini, di antaranya tsunami tahun 1840,1943, 1859 dan tsunami 1994 dengan ketinggian 13,9 meter dan menewaskan sedikitnya 250 orang. 

Daerah yang rawan terhadap tsunami ini dikagetkan dengan kabar heboh mengenai isu potensi gempa dengan kekuatan M 8,7 dan tsunami setinggi 29 meter di pantai selatan Jawa Timur yang beredar pada Pada 05/06/2021 lalu. Isu ini menghebohkan sebagian besar masyarakat Jawa Timur, khususnya msyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai selatan Jawa Timur. 

Dalam merespon isu yang menghebohkan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengadakan siaran pers untuk meluruskan isu yang tengah beredar hangat di masyrakat ini. Berikut merupakan isi dari siaran pers BMKG.

SIARAN PERS

BMKG: Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter di  Pantai Selatan Jawa Timur adalah Potensi bukan Prediksi

Merespon kekhawatiran masyarakat terkait informasi potensi terjadinya gempabumi dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur yang dilansir oleh beberapa media online, maka bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut:

1. Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

2. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.

3. Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yg pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami, Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pihak Swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan  terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan  Peringatan Dini dari BMKG,  Pemerintah Daerah dengan Pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami  dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona  sempadan untuk pertahanan terhadap  gelombang tsunami dan abrasi.  Pemerintah Daerah dengan Pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami.

4. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Bila menerima kabar dari manapun sebaiknya tetap melakukan kroscek, jangan sampai membuat kita semua panik. Begitu jelas banyak sekali jejak sejarah terjadinya tsunami di wilayah selatan Jawa. Hal ini seharusnya membuka pemahaman baru kepada kita semua untuk lebih siapsiaga menghadapi ancaman bencana yang ada. (LS)