Erupsi Gunung Tambora Menggemparkan Dunia

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- 206 tahun yang lalu, pada tanggal 5 April 1815, Gunung Tambora meletus. Letusan Gunung Tambora merupakan erupsi terbesar yang tercatat dalam sejarah dunia. Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa. Sebelum meledak gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 4.300. Saat ini tinggi gunung hanya sekitari 2.851 meter.

Dilansir dari New York Times, sebelum meledak, Tambora adalah puncak tertinggi di tanah puncak yang berawan. Pada malam hari, tanggal 5 April 1815, menurut laporan kontemporer, api keluar dari puncaknya dan bumi bergemuruh selama berjam-jam. Lima hari kemudian, puncaknya meledak dalam deru api, batu, dan abu mendidih yang terdengar ratusan mil jauhnya. Sungai berbatu dari batuan cair mengalir menuruni lereng, menghancurkan hutan tropis dan desa-desa. Beberapa hari kemudian, masihterjadi erupsi, hingga mengakibatkan gunung itu runtuh, ketinggiannya tiba-tiba berkurang satu mil.

Hampir sekitar 100.000 orang meninggal. Planet ini mengalami bencana yang begitu luas pada 200 tahun yang lalu. Di sekitar pulau-pulau subur yang terletak di wilayah Hindia Belanda kala itu, sekarang Indonesia, letusan Gunung Tambora menewaskan puluhan ribu orang. Orang-orang tewas akibat terbakar hidup-hidup atau tertimpa batu-batu yang beterbangan, mereka yang selamat pun kemudian meninggal karena kelaparan akibat gagal panen.

Dilansir dari Smithsonian, letusan Gunung Tambora selain meledakkan 12 mil kubik gas, debu dan batu ke atmosfer, menyebabkan gempa yang memicu tsunami yang melaju melintasi Laut Jawa. Letusan Tambora sepuluh kali lebih kuat dari letusan Gunung Krakatau, yang berjarak 900 mil. Tetapi Krakatau lebih dikenal luas, sebagian karena meledak pada tahun 1883, setelah penemuan telegraf, yang menyebarkan berita dengan cepat.

Akibat letusan gunung Tambora yang sangat luas, para ilmuan tertarik untuk menelitinya. Mereka telah mempelajari bagaimana material dari gunung berapi menyelimuti dan mendinginkan bagian-bagian planet ini selama berbulan-bulan, berpengaruh terhadap kegagalan panen dan kelaparan di Amerika Utara dan epidemi di Eropa. Para ahli mengenai iklim percaya bahwa letusan Tambora ikut bertanggung jawab atas dinginnya musim yang terjadi di sebagian besar Belahan Bumi Utara pada tahun 1816, yang dikenal sebagai “tahun tanpa musim panas”. LetusanTamboran bahkan mungkin berperan dalam penciptaan salah satu karakter fiksi abad ke-19 yang paling abadi, monster Dr. Frankenstein.(LS)

Sumber foto: kompas.com