Desa Serempah Perkuat Kapasitas dalam Fase Tanggap Darurat

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Desa Serempah adalah desa yang paling parah terdampak bencana gempa 2 Juli 2013 silam. Sebagian besar warga desa ini masih ingat betul bagaimana kronologi kejadian bencana gempa itu terjadi. Bahkan beberapa di antara mereka masih menyimpan rasa trauma sebab harus rela ditinggalkan sanak-saudara.

Bila kita berkunjung ke Desa Serempah, masih dapat disaksikan beberapa bangunan yang ditinggalkan pasca bencana gempa terjadi. Sebab wilayah Desa Serempah yang dulu dihuni sebagian tertutup oleh longsor sesaat setelah gempa. Genap sudah 10 tahun mereka tinggal di tempat relokasi.

Sampai saat ini, belum ada penemuan yang mampu memprediksi kapan gempa akan terjadi. Oleh sebab itu, kapasitas dalam menghadapi bencana gempabumi harus ditingkatkan. Yayasan Skala Indonesia didukung oleh PT. Mandala Multifinance Tbk melakukan program “Develop Community Led on Disaster Risk Management”. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas warga yang berada di daerah paling berisiko untuk dapat mengelola secara mandiri risiko bencana yang ada di daerahnya. Program ini dijalankan dengan beberapa tahapan, di antaranya adalah pelatihan pra-bencana, saat bencana dan juga pasca bencana.

Program ini telah dijalankan di Desa Serempah sejak bulan Maret lalu. Beberapa rangkaian pelatihan sudah dijalankan mulai dari peningkatan kapasitas pengetahuan warga mengenai ancaman, kajian kerentanan dan kapasitas desa, pelatihan kesiapsiagaan dan juga pembuatan rencana kontinjensi gempabumi

Pelatihan kembali dilanjutkan pada 7-9 November 2023 bertempat di kantor Desa Serempah. Kabut tipis dan semilir angin yang mengelilingi Desa Serempah, perlahan-lahan mulai luntur saat pelatihan berlangsung. Pada hari pertama, dilakukan pelatihan menganai pengambangan postensi berbasis sumber daya lokal dengan memanfaatkan social media. Semua peserta berdiskusi memetakan sumber daya, sistem pasar dan potensi pengembangan produk, serta berlatih menggunakan social media sebagai bentuk deseminasi informasi produk.

Gambar 1. Proses pemetaan sumber daya dan potensi Desa Serempah, 7/11/2023, sumber: disasterchannel.co

Selanjutnya, warga diajak untuk mengetahui langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempabumi dari fase sebelum terjadi gempa, saat terjadinya gempa dan setelah terjadinya gempa. Selain itu, warga juga dikenalkan dengan beberapa bentuk nyanyian kesiapsiagaan menghadapi gempabumi sebagai salah satu bentuk edukasi di tingkat keluarga. Materi terakhir pada hari pertama ditutup dengan penyampaian materi Search and Rescue (SAR) untuk korban bencana.

Pada hari berikutnya, Rabu 8/11/2023, pelatihan dilanjutkan dengan memberikan pengetahuan dan juga kemampuan dalam bidang materi manajemen pengungsian dan juga Water Air Sanitary and Hygiene (WASH). Dalam pelatihan ini, warga bersama-sama berdiskusi mengenai potensi penyakit yang dapat menyebar kala bencana, bagaimana cara memenuhi kebutuhan air dan sanitasi saat tanggap darurat, serta bagaimana design dan pengelolaan pengungsian yang baik.

Gambar 2. Proses pelatihan dan diskusi mengenai manajemen pengungsian saat tanggap darurat bencana di Desa Serempah 8/11/2023 sumber: disasterchannel.co

Warga juga dibekali dengan pelatihan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Mereka berlatih untuk menangani luka tertutup ataupun terbuka dan mekanisme pendataan dan penanganan korban dan tingkat rujukan.

Setelah semua materi disampaikan, pada hari ketiga, kamis 9/11/2023 masyarakat dilatih untuk mempraktekkan cara evakuasi mandiri ketika gempa terjadi. Semua peserta dikenalkan dengan prosedur evakuasi mandiri dan bunyi sirine untuk masing-masing artinya. Kemudian, warga berlatih simulasi evakuasi dengan cara melindungi diri hingga menyelamatkan diri menuju titik kumpul yang dibuat berdasarkan kesepakatan warga.

Saat simulasi evakuasi mandiri berhasil, dilanjutkan dengan melatih warga untuk aktivasi rencana kontinjensi gempabumi yang telah dirancang sebelumnya untuk kemudian menjadi sebuah rencana operasi tanggap darurat. Seluruh peserta evakuasi mandiri dilatih untuk berperan menjalankan tugas-tugasnya ketika fase tanggap darurat.

Gambar 3. Simulasi pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat di Desa Serempah 9/11/2023 sumber: disasterchannel.co

Semua pelatihan berjalan dengan lancar walau kabut selalu menyertai semua fase pelatihan. Warga begitu terkesan dengan semua fase pelatihan yang mereka jalani. 

Selamat (43), sekretaris Desa Serempah mengatakan bahwa serangkaian pelatihan ini sangatlah bermanfaat bagi dirinya sendiri dan warga desa secara umum.  

“Kalau datang musibah (gempa), kita tahu kemana akan pergi (titik kumpul). Tanpa ada pelatihan ini, kita tidak akan tahu semua yang harus dilakukan saat bencana” ungkap Selamat.

Sejalan dengan Selamat, Kamaludin (23) selaku perwakilan pemuda Desa Serempah juga sepakat bahwa pelatihan ini sangat menarik dan berguna, apalagi dalam menjalankan penanggulangan bencana.

“Istilahnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena dapat mengurangi risiko bencana. Minimal kita tau cara melindungi diri ketika gempa terjadi” sebut Kamaludin (23).

Pemuda yang dipanggil Kamal ini menambahkan “Semua fase pelatihan menarik, yang paling asik itu pelatihan ketiga, saat simulasi evakuasi dan simulasi aktivasi posko bencana.”

Bagi Kamal, pemuda sangat berperan penting dalam penanggulangan bencana. Sebab pemuda masih punya banyak tenaga, mereka bisa aktif dalam operasi pencarian dan penyelamatan serta bidang lainnya dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, pemuda dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh dan terus melanjutkannya di masa depan. 

Baik Kamal maupun Selamat, mereka berdua berharap program ini tidak berhenti sampai di.sini. mereka begitu menginginkan ada pelatihan lanjutkan agar mereka dapat mengembangkan potensi desa untuk berbagai macam hal, termasuk dalam pengurangan risiko bencana. (LS)