Desa Kute Panang Hadapi Ancaman Gempa dengan Siapsiaga

PUBLISHED

Disasterchannel.co,- Desa Kute Panang, adalah desa di dataran tinggi yang sebagian besar tanahnya ditanami kopi arabika. Daerah dengan pemandangan indah ini seketika porak poranda karena kejadian gempa pada 2 Juli 2013. Banyak rumah yang rusak dan terpaksa direlokasi akibat bencana yang terjadi sepuluh tahun silam. Bahkan, hingga kini masih bisa kita jumpai puing-puing rumah sisa terjangan gempa yang ada di desa ini.

Ancaman keberulangan kejadian gempabumi sangatlah besar tertanam di wilayah ini. segala bentuk kemajuan teknologi yang ada, sampai saat ini belum mampu untuk memprediksi gempa yang akan terjadi. Berangkat dari masalah yang ada, Yayasan Skala Indonesia didukung oleh PT. Mandala Multifinance Tbk melakukan program “Develop Community Led on Disaster Risk Management”. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas warga yang berada di daerah paling berisiko untuk dapat mengelola secara mandiri risiko bencana yang ada di daerahnya. Program ini dijalankan dengan beberapa tahapan, di antaranya adalah pelatihan pra-bencana, saat bencana dan juga pasca-bencana.

Beberapa proses pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat Desa Kute Panang sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu. Pelatihan kembali dilanjutkan pada 13-15 November 2023. Kabut tebal yang selalu hadir di Desa Kute Panang menjadi saksi serunya rangkaian pelatihan. 

Pada Senin, 13 November 2023, pelatihan diisi dengan materi pengambangan potensi berbasis sumber daya lokal dengan memanfaatkan sosial media. Setelah itu, warga diberikan bekal pengetahuan kesiapsiagaan dalam menghadapi gempabumi. Terakhir, para peserta diberikan informasi dan juga teknik mengenai pencarian dan penyelamatan korban saat bencana terjadi.

Pada hari berikutnya, 14/11/2023 pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi sekaligus praktek mengenai klaster pengungsian dan juga Water Air Sanitary and Hygiene (WASH). Antusiasme warga sangat terlihat ketika berdiskusi mengenai potensi penyakit yang dapat menyebar kala bencana, cara memenuhi kebutuhan air dan sanitasi ketika tanggap darurat, serta bagaimana design dan pengelolaan pengungsian yang baik. Selepas lama berdiskusi, warga kembali ditingkatkan kapasitasnya dengan pengetahuan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat.

Gambar 1. Simulasi evakuasi dan pencarian korban di Desa Kute Panang, sumber: Disasterchannel.co

Pada sesi terakhir yang dilakukan pada 15/11/2023, warga bersama-sama mempraktekkan cara simulasi evakuasi mandiri. Semua peserta yang mengikuti kegiatan langsung mempraktekkan cara melindungi diri dan mengikuti standar operasional simulasi evakuasi yang telah disepakati untuk menuju titik kumpul. 

Setelah semua peserta sudah sampai di titik kumpul yang telah disepakati, kemudian dimulai praktik aktivasi rencana kontinjensi gempabumi Desa Kute Panang menjadi rencana operasi tanggap darurat. Semua mulai berlatih memerankan perannya untuk menjalankan fungsi dari masing-masing bidang yang sudah disepakati dalam dokumen rencana kontinjensi. 

Simulasi dapat selesai sebelum hujan deras tiba. Semua rangkaian pelatihan selama tiga hari ini akhirnya ditutup dengan penyelenggaraan kuis bencana. Di tengah hujan deras, para peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok terus berkompetisi untuk menjawab puluhan pertanyaan seputar materi pelatihan. Suara derasnya hujan mulai samar ketika para peserta mulai bersaing memperebutkan perolehan skor untuk merebut hadiah utama.

Semua peserta begitu Bahagia, mereka seolah enggan menerima kenyataan bahwa ini adalah pelatihan terakhir. Sri Haryati (30) sebagai perwakilan Perempuan Desa Kute Panang merasa bahwa pelatihan ini sangat menyenangkan. Menurut Sri, semua pelatihannya sangat bermanfaat, apalagi untuk warga desa yang sudah pernah mengalami dampak gempa. M. Ridho Sahrullah (22) salah satu perwakilan pemuda juga mengungkapkan hal yang sama.

Gambar 2. Kemeriahan kuis mengenai bencana di Desa Kute Panang, sumber: Disasterchannel.co

“Pelatihannya sangat bermanfaat sekali, tentunya dalam rangka menumbuhkan kesadaran di dalam masyarakat akan terjadi suatu bencana alam yang bisa saja terjadi di kemudian hari dan bagaimana cara cara untuk menghadapi masa masa sulit pada saat kejadian tersebut” terang Rhido. 

Semua rangkaian pelatihan yang diselenggarakan sangatlah berkesan. Sebab, pada semua tahapan selalu diselingi dengan games, ice breaking dan praktek yang seru. Banyak canda tawa di Tengah keseriusan materi. Hal ini membuat warga begitu menikmati setiap alurnya. 

Sebagai perwakilan pemuda, Rhido beranggapan bahwa peran pemuda dalam penanggulangan bencana bernilai besar. 

“Tentunya bagi pemuda yang sudah ikut pelatihan, sudah tau bagaimana cara-cara dalam penanggulangan bencana dapat banyak berperan dalam bencana. Kalau tidak ada dari aspek pemudanya ya gimana ya? Pastinya aneh dong…” terang Ridho.

Ridho berharap, dari ilmu dan keterampilan yang didapatkan oleh para peserta dapat disebarluaskan ke masyarakat luas. Agar semua warga Kute Panang dapat mengetahui langkah-langkah tepat yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. (LS)