A-PAD Indonesia mendorong partisipasi pelaku usaha dalam CBDRM

PUBLISHED

Disasterchannel.co – KNPRBBK XIV 2021 fokues kepada refleksi kritis pemberiataan dan Komunikasi pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas. Hal ini relevan dengan kondisi wilayah Indonesia yang sangat rawan bencana. Bencana-bencana besar yang berdampak luas dengan korban jiwa dan harta benda serta kerusakan infrastruktur telah terjadi. Ingat saja gempa-tsunami Aceh Nias 2004, gempabumi Yogyakarta-Jawa Tengah 2006, tsunami Pangandaran 2006, gempabumi Padang 2009, erupsi Gunung Merapi 2010, kebakaran hutan dan lahan 2015, gempabumi Lombok 2018, tsunami Selat Sunda 2018.

Pada kesempatan ini A-PAD Indonesia mendukung Regional Bali dalam diskusi berjudul, ”Refleksi Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Wilayah Bali”. Pembicara yang hadir adalah Nila Sofianty, WAPENA; Kadek Anna, artis penari Bali; I Gede Wirawan, Pramuka Peduli Kwarda Bali. Pada sesi ini para penanggapnya adalah Putu Suta Wijaya, Forum Relawan Bali dan Ranggawisnu, DRR Manager IDEP Bali.

Selain itu A-PAD Indonesia mendukung Webinar untuk Tema 3 berjudul: “Integrasi KNPRBBK pada Pelaku Usaha”. Faisal Djalal dari A-PAD Indonesia mempresentasikan hasil DROF 2021 terkait membangun pariwisata dari masyarakat. Siti Utami dari Indonesia Paradise Group mempresentasikan program BCP mereka. Sahabudy Kusuma, mempresentasikan pengalaman dari Lombok Utara. Aria Mariany, dari PPMB ITB memberikan gambaran jalannya diskusi. (LA)