Sekilas Sejarah Gempa di Sulawesi

Sesar Palu–Koro merupakan sesar aktif di Pulau Sulawesi. Mungkin gempa yang mengakibatkan tsunami pada 1 Desember 1927 adalah peristiwa gempa yang tercatat dengan baik. Gempa yang bersumber di Teluk Palu ini dirasakan hingga ke bagian tengah Pulau Sulawesi yang berjarak 230 km. Korban jiwa akibat tsunami setinggi 15 meter ini sebanyak 14 jiwa dan 50 lainnya luka-luka. Gempa ini menimbulkan kerusakan parah terutama di pelabuhan dan menyebabkan penurunan dasar laut sedalam 14 meter. Gempa dahsyat kembali menerjang Pulau Sulawesi pada 20 Mei 1938 yang dirasakan di semua wilayah Sulawesi hingga ke wilayah bagian timur Pulau Kalimantan. Teluk Parigi adalah wilayah
Continue Reading

Ekspedisi Palu-Koro dan Beberapa Aspek Unik Yang Mesti Dikedepankan

Workshop untuk mempersiapkan Ekspedisi Palu-Koro telah diselenggarakan tanggal 11 Agustus 2016 lalu di Gedung DEN, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Workshop ini terselenggara berkat dukungan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Komite Eksplorasi Nasional (KEN) dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ekspedisi yang diinisiasi oleh Perkumpulan SKALA dan Platform Nasional (Planas) untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ini sejak awal sekali didukung oleh IAGI yang diketuai oleh Sukmandaru Prihatmoko. Menyusul datang juga dukungan dari BPPT dan BNPB. Lalu menyusul juga KEN diwakili oleh Ketuanya Andang Bachtiar yang kut memberi
Continue Reading

Ekspedisi Palu-Koro Mengungkap Wilayah Rawan Gempa Besar di Sulawesi

Untuk mempersiapkan Ekspedisi Palu-Koro yang akan dilaksanakan pada bulan September 2016, Planas, Perkumpulan SKALA, DisasterChannel.co dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), serta Komite Eksplorasi Nasional (KEN) menyelenggarakan sebuah workshop hari ini, 11 Agustus 2016. Ekspedisi ini akan mengungkap potensi bencana gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi, terutama wilayah yang berada di atas wilayah Sesar Palu-Koro yang membentang dari Teluk Palu hingga ke Teluk Bone. Hasil ekspedisi ini akan berbentuk film dokumenter yang akan di tayangkan di TV dan juga berbentuk sekumpulan foto serta buku dengan fokus kajian yang berbeda-berda. Workshop dibuka oleh sekjen Platform Nasional (Planas), Trinirmalaningrum yang menjelaskan tentang
Continue Reading

Delapan Puluh Sesar Aktif Mengancam Indonesia

Setidaknya ada 5 lempeng tektonik berada di wilayah Indonesia. Tumbukan atau pergesekan lempeng-lempeng tektonik itu tidak tanggung-tanggung menghasilkan 80 sesar aktif. Itu artinya kapan saja dan di mana saja (di atas wilayah sesar) bisa terjadi gempa dan jika terjadi di bawah laut ia bisa menimbulkan tsunami. Para ahli pernah menyampaikan di sebuah seminar di tahun 2014 lalu, bahwa kita perlu mengenali ancaman yang unik di setiap daerah, serta mengadopsi kearifan lokal. Bersamaan dengan itu perlu juga melakukan penguatan kapasitas dan sinergi stakeholders. Pakar tsunami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Widjo Kongko dalam seminar nasional Jaya Giri Jaya Bahari 2014 lalu
Continue Reading

Ekspedisi Palu-Koro Mengungkap Kerawanan Bencana Gempa dan Tsunami

Indonesia berada di atas setidaknya 2 sesar aktif (pertemuan 2 lempeng tektonik yg bergesekan dan bertumbukan) dan juga di wilayah ring of fire (gunung api aktif). Tidak heran ada banyak gempa dan tsunami kecil atau pun besar yg tidak bisa diprediksi. Indonesia bahkan terancam dengan munculnya megathrust (tumbukan atau gesekan yg menghasilkan gempa dengan magnitude melebihi angka 9). Sudah hampir 2 dekade terakhir ini Indonesia mulai akrab dengan program Pengurangan Resiko Bencana (PRB) seperti di negeri-negeri yg rawan bencana misalnya Jepang. Program PRB ini tentu untuk mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian material saat bencana datang yg tidak diketahui kapan.
Continue Reading

Gempa Selat Sunda Tidak Berpotensi Tsunami

Hari Minggu, 7 Agustus 2016, pukul 21.02.40 WIB, wilayah Lampung diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan M=5,0. Pusat gempabumi terletak pada koordinat 6,03 LS dan 104,16 BT, tepatnya di laut pada jarak 80 km arah selatan Kotaagung, dengan kedalaman 57 km. Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map), menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan cukup kuat di Krui, Marang, Banjarnegeri, Kotajawa, Bandaragung, Kotaagung, dan Tanggamus pada skala intensitas II SIG BMKG (III-IV MMI). Di daerah ini gempabumi dirasakan oleh orang banyak. Beberapa warga dilaporkan sempat berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri, namun demikian hingga
Continue Reading

Pesan Palsu dari BMKG beredar di Media Sosial tentang Bahaya Megathrust dan Tsunami Besar

  Gelombang pasang laut tinggi yang melanda laut selatan Jawa beberapa hari belakangan ini mulai mereda. Gelombang pasang laut itu kebetulan dibarengi dengan gempa di Sumatera Barat dan Sumbawa NTB. Hal ini rupanya menginspirasi orang-orang iseng untuk menyebar berita yang menimbulkan keresahan tentang peluang munculnya satu bencana yang lebih besar. Sebuah pesan meresahkan itu kini beredar di media sosial, termasuk Facebook yang menyebutkan bahwa akan terjadi gempa skala besar di laut selatan maka sebagian besar Gunungkidul Bantul hingga Kulonprogo tersapu tsunami. Barangkali, untuk menambah efek dramatis, pesan itu juga menyebut kata Megathrust dan dinyatakan oleh BMKG, sebuah badan yang paling
Continue Reading

Peraturan Keselamatan Tsunami

Disasterchannel.co-, Tidak semua gempa bumi yang terjadi dapat mengakibatkan tsunami. Tsunami tidak akan terjadi jika tidak ada faktor yang memicu terjadinya tsunami. Penyebab utama tsunami yaitu terjadinya gempa bumi di dasar laut, seperti tsunami yang menghancurkan kota Banda Aceh pada tahun 2004 dan tsunami yang memporak-porandakan Pulau Mentawai di tahun 2010. Sebagai negara yang dikelilingi oleh laut dan samudera, Indonesia sangat berpotensi terkena tsunami. Gempa bumi yang terjadi merupakan tanda peringatan alami tsunami. Namun, ada beberapa kriteria gempa yang menjadi penyebab terjadinya tsunami, seperti: Pusat gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut. Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR. Jenis
Continue Reading

Apa Itu Tsunami?

Tsunami berasal dari kata : Tsu = Pelabuhan Nami = Gelombang Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995). Perubahan tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982). Dari ketiga sumber tersebut, di Indonesia gempa merupakan penyebab utama (Puspito dan Triyoso, 1994). Gelombang tsunami yang terjadi akibat deformasi di dasar laut memiliki karakteristik sebagai berikut: •
Continue Reading