Posko Nasional Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemerintah menetapkan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB sebagai Posko Nasional Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Penetapan tersebut berdasarkan pembicaraan antara Menteri LHK, Kepala BNPB, Kepala Kantor Staf Presiden, Kepala BMKG, Kepala BRG dan Tim Komunikasi Presiden menyikapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang makin meningkat. Selama ini Pusdalops BNPB  sudah beroperasi 24/7. Artinya bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Fasilitas teknologi informasi dan komunikasi mendukung untuk melakukan pemantauan bencana di seluruh Indonesia. Jumlah dan sebaran hotspot kebakaran hutan dan lahan secara near realtime mendeteksi hotpsot karena server BNPB telah terkoneksi dengan satelit MODIS milik NASA, Lapan
Continue Reading

Asap dari Riau Mulai Memasuki Singapura

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau makin bertambah. Pantuan udara dan satgas darat melaporkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir, seperti di daerah Pujud dan Bagan Sinembah. Selain itu kebakaran hutan dan lahan juga terdapat di Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, dan Dumai. Pantauan satelit dari Lapan melaporkan ada 17 titik di Riau pada Jumat pagi (26/8/2016). Sedangkan dari Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen yaitu di Rokan Hilir 44, Bengkalis 17, Siak 4 dan Rokan
Continue Reading

Siaga Darurat Karhutlat 2016

PONTIANAK – Kepala BNPB Willem Rampangilei menghadiri rapat koordinasi penanggulangan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan serta pengendalian tanggap darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di kantor Gubernur, Kalimantan Barat (25/8). Rakor dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. Serta dihadiri Kementerian/Lembaga terkait dari Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Walikota dan Bupati Se-Kalimantan Barat. Gubernur mengatakan Provinsi Kalimantan Barat membutuhkan bantuan pemerintah pusat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain itu membutuhkan penanganan untuk Kejadian Luar Biasa Rabies. “Bupati dan Walikota saya harap untuk serius, menangani 2 kejadian bencana ini yakni Asap dan vaksin untuk
Continue Reading

6 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan & Lahan

Bulan September adalah periode puncak kemarau. Biasanya bulan September juga merupakan puncak dari jumlah hotspot atau puncak panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Periode hotspot terbanyak dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan selama Agustus hingga Oktober dengan puncak September. Mengantisipasi bencana asap akibat karhutla, maka 6 provinsi telah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Periode siaga darurat karhutla masing-masing provinsi adalah Riau (1/3/2016 – 30/11/2016), Jambi (27/7/2016 – 14/10/2016), Sumatera Selatan (7/3/2016 – 30/11/2016), Kalimantan Barat (1/6/2016 – 1/9/2016), Kalimantan Tengah (11/7/2016 – 8/10/2016), dan
Continue Reading

Titik Panas Menurun Hingga 60%, Teten Tetap Ingatkan Sistem Peringatan Dini dan Tanggap Darurat

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menekankan pentingnya sistem peringatan dini (early warning system) dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Termasuk juga kesiapan menghadapi kondisi darurat. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat Siaga Tanggap Darurat Karhutla di ruang media center Lanud Roesmin Nurjadin, Provinsi Riau, Kamis 21 Juli 2016. Pendeteksian dini sebagai antisipasi perubahan titik panas (hot spot) menjadi titik api perlu didukung kesiapan teknis untuk tindakan pemadaman. Selain itu kesiapan tempat aman dan bersih bagi masyarakat untuk beraktivitas. Teten mengingatkan arahan Presiden saat mengunjungi Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau tahun 2014 lalu. Arahan Presiden mencakup: penataan perizinan, penegakan hukum, dan pemberdayaan
Continue Reading

Tak Ada Libur, Lebaran pun Satgas Siaga Karhutla Tetap Padamkan Api

Kepala BNPB dan Gubernur Riau telah memerintahkan petugas di Posko Satgas Terpadu Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) Provinsi Riau untuk terus padamkan titik panas (hotspot) agar tidak meluas. Berdasarkan pantauan satelit Modis dengan sensor Terra Aqua yang dilakukan Lapan pada Rabu (6/7/2016) pukul 06.00 Wib, terdapat 49 hotspot di Sumatera dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen. 49 hotspot tersebut tersebar di Lampung 2, Bengkulu 1, Sumbar 4, Aceh 7, Jambi 3, Sumut 13 dan Riau 21 hotspot. Sedangkan pada tingkat kepercayaan lebih dari 70 persen di Riau terdapat 9 hotspot yaitu Kampar 2, Pelalawan 2, Rohil 1, Rohul
Continue Reading

288 Hotspot Karhutla Terpantau Satelit Modis dari NASA

Libur panjang menjelang lebaran ternyata diikuti dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pantauan Lapan dari satelit Modis dengan sensor Terra Aqua dari NASA, terdeteksi ada 288 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (30-79%) dan tinggi (lebih dari 80%) pada Minggu (3/7/2016) pukul 06.00 Wib. Dari 288 hotspot tersebut 245 hotspot di Sumatera dan 43 hotspot di Kalimantan. Sebagian besar hotspot tersebut disengaja atau dibakar. Pada tingkat kepercayaan sedang (lebih dari 30%) di Sumatera terdapat 245 hotspot dengan sebaran Aceh 29, Sumatera Utara 112,  Sumbar 47, Riau 26, Bengkulu 15, Jambi 10, Lampung 2, dan Sumsel
Continue Reading

DIBALIK TRAGEDI ASAP, Buku Berisi Catatan Penting tentang Kebakaran Hutan

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang terjadi di tahun 2015 lalu masih menyisakan urusan yang belum tuntas. Ada banyak perkembangan sekaligus temuan-temuan terbaru sebagai catatan penting untuk pula diketahui sekaligus diperbincangkan kembali oleh publik. Salah satu catatan penting dari peristiwa karhutla yang terjadi pada periode 1 Juni sampai 31 Oktober 2015, adalah besarnya jumlah kerugian yang dialami negara dan masyarakat. Negara diprediksi mengalami kerugian sebesar Rp 221 triliun. Sementara itu, terdapat pula 24 korban tewas, lebih dari 600 ribu orang menderita ISPA, dan sekitar 60 juta orang terpapar asap. Kerugian tersebut berimbas pada seluruh sektor di
Continue Reading