Cara PMI Menguatkan Keluarga Korban Sriwijaya Air Dengan Pendampingan Psikososial

Disasterchannel.co, Jakarta,- Palang Merah Indonesia (PMI) membuka Pelayanan pertolongan pertama psikologis (PFA) untuk memberikan dukungan pendampingan psikososial kepada keluarga korban (family assistant) kecelakaan pesawat
Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan laut Kepulauan Seribu,

“Kita sudah terjunkan Tim relawan PMI untuk memberikan layanan pendampingan psikologis, untuk mengurangi beban emosi khususnya keluarga korban yang sampai saat ini masih menunggu kabar kejelasan informasi keberadaan keluarga yang hilang dalam insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182,” Ungkap salahsatu Tim Relawan PMI DKI Jakarta, Malla Sari

Kegiatan pelayanan ini dilakukannya di Posko PMI di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok

Menurutnya Dalam upaya mengurangi beban psikologis keluarga korban itu, Tim PMI mengerahkan Personilnya dengan menyambangi dan pendekatan kepada para keluarga korban yang saat ini masih terus berdatangan dan menunggu hasil informasi resmi yang diberikan pihak DVI kepolisian.

“Pada saat pendampingan dan berkomunikasi dengan dengan sejumlah keluarga korban, tidak sedikit muncul dari mereka reaksi emosional rasa sedih, cemas, marah dan penuh harap akan nasib keluarganya,” kata Malla.

Melalui layanan dukungan Psikososial ini, dirinya berharap bisa meminimalisir beban psikologis keluarga korban, agar bisa terus bersabar dan tetap berdoa terbaik akan nasib para keluarganya atas insiden peristiwa duka ini.

Program dukungan psikososial ini diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, wanita maupun lanjut usia. Ada berbagai teknik yang dilakukan agar para keluarga korban yang sedang menunggu berbagai informasi terkait perkembangan operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bisa lebih tenang.

“Dalam memberikan berbagai pelayanan untuk keluarga korban, kami tetap menerapkan protokol kesehatan untuk antisipasi terjadinya penyebaran COVID-19 apalagi kondisi saat ini,”katanya

Dikatakannya, Pelayanan dukungan Psikososial inj Juga diberikan kepada petugas PMI dan yang instansi lain yang sudah bertugas selama lima hari untuk meminimalisir adanya dampak psikologis selama bertugas dalam kondisi krisis

Selain itu, dalam merespon kejadian musibah ini, PMI sudah menurunkan personil sebanyak 100 orang dengan layanan Evakuasi Ambulance Jenazah, Layanan Kesehatan, Posko Lapangan, Spraying Disenfektan, Edukasi Mencuci tangan pakai Sabun, dengan wastafel Portable.

Kontributor: Atep Maulana