Belajar dari Longsor Desa Cihanjuang, Yuuk Siapsiaga Menghadapi Longsor

Disasterchannel.co. Jakarta – Mungkin waktu kecil Sobat DC senang sekali bila hujan datang, kala hujan anak-anak riang gembira bermain di tengah hujan tanpa tahu apa bahaya yang mengancam. Hujan juga menjadi berkah bagi para petani karena tidak pusing lagi memikirkan pengairan pada lahan pertaniannya. Berkah juga dirasakan bagi beberapa pedagang yang menjual makanan hangat ataupun menjual payung dan jas hujan. Tak sama degan situasi sekarang, musim penghujan seolah menjadi momok bahaya bagi seluruh warga karena banyak disaksikan bencana hidrometeorologi yang terjadi, salah satunya adalah longsor.

Pada tanggal 9 Januari 2021 tepatnya pada pukuk 19.30 WIB, terjadi longsor di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Longsor susulan pun terjadi dan menambah korban jiwa. Dilansir dari detik.com, Tim SAR menemukan dua korban tanah longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang. Deden Ridwansyah Kepala Kantor SAR Bandung mengatakan bahwa “Hingga pukul 23.16 WIB Tim SAR Gabungan temukan dua korban tertimbun longsor dalam keadaan meninggal dunia.”

Deden menambahkan bahwa “Total ada 15 orang meninggal dunia, 25 orang selamat, dan 25 orang masih dalam pencarian,” ucapnya Senin (11/1/2021).

Berkaca pada peristiwa longsor yang melanda Desa Cihanjuang, maka kita harus waspada dan siapsiaga menghadapi ancaman yang ada di sekitar kita. Kali ini sobat DC harus mengetahui bagaimana cara melakukan kesiapsiagaan bencana longsor.

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh seperti erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat, gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju.

Sebelum terjadinya longsor, ada beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya adalah melakukan pemetaan daerah tempat tinggal. Kemudian pelajari tanda-tanda terjadinya longsor pada daerah yang berlereng (hujan lebat terus menerus, muncul rembesan, muncul retakan, warna air sungai keruh jika ada potensi banjir bandang). Memberitahu lingkungan bila terdapat kemungkinan terjadi longsor dan melakukan langkah-langkah pengurangan risiko longsor. Rutin melakukan patroli seperti mengontrol aliran sungai di lereng bagian atas, jika terjadi pembendungan dapat berpotensi terjadi banjir bandang. Jika tanda-tanda longsor sudah terlihat maka pertimbangkan untuk mengungsi ke tempat yg aman.

Bila saat terjadi longsor maka harus mmelakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Jangan panik dan tetap tenang, selalu berusaha bersikap tenang, karena kondisi panik akan mengakibatkan kita tidak dapat bertindak tepat.
  2. Cepat tinggalkan rumah, jika tanah longsor terjadi di sekitar rumah kita. Berlindunglah ke tempat yang aman dan jangan mendekati daerah longsoran, karena longsor susulan masih mungkin terjadi.
  3. Bila memungkinkan bantu keluarga dan orang lain yg mengalami situasi sulit akibat longsor
  4. Hubungi petugas di lingkungan tempat tinggal
  5. Jika kondisi di sekitar tempat kita tinggal membahayakan, mengungsilah.
  6. Pantau terus informasi, apabila informasi menyatakan kondisi belum aman, jangan dulu kembali ke rumah

Sesudah terjadinya longsor maka Jauhi kawasan yang terkena longsor dan tetap berada ditempat yang aman. Kemudian Ikuti terus informasi untuk memastikan kita sudah berada di tempat yang tepat dan aman. Berikanlah pertolongan bagi yang membutuhkan tanpa membahayakan keselamatan diri sendiri. Laporkan kondisi dan kejadian dengan singkat dan jelas. Ikuti perintah relokasi apabila telah diputuskan oleh pihak yang berwenang. Kembalilah ke rumah jika situasi dan kondisi di tempat kita tinggal sudah dinyatakan aman.

Tingginya potensi bencana yang ada di Indonesia mengharuskan kita untuk terus belajar dan mengasah diri agar tetap waspada dan siapsiaga menghadapi semua ancaman yang ada. Melalui peristiwa bencana logsor yang menimpa Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, selayaknya kita harus terus berupaya untuk lebih mengenal lingkungan pemukiman dan mengenali risiko bencana yang ada disana. (LS)

 

Sumber:

Buku Panduan Kesiapsiagaan Bencana Untuk Keluarga BNPB