Akankah Kehidupan Kita Kembali Normal di Tahun Baru 2021

Disasterchannel.co. Jakarta – Tahun baru 2021 kali ini, mungkin banyak di antara sobat DC yang memiliki resolusi untuk terbebas dari belenggu virus corona, berharap virus corona penyebarannya menurun dan kita semua bisa menjalankan hidup secara normal.

Banyak diantara kita yang membayangkan di tahun ini kita dapat bebas melakukan perjalanan kemanapun yang kita mau. Kita dapat leluasa bertegur sapa dan berjabat tangan kala bertemu. Tidak lagi bekerja dari rumah ataupun hanya melakukan pertemuan virtual. Semua orang dapat melakukan pesta dengan tanpa dibatasi jarak dan memakai masker seharian penuh. Semua wanita bebas memamerkan kecantikannya dengan riasan yang ia kenakan tanpa harus ditutupi masker.

Kenyataan berkata sebaliknya, kasus penyebaran virus corona di Indonesa terus mengalami peningkatan, bahkan hingga Rabu (6/1/2021), ada 70.029 suspek Covid-19 di Indonesia dengan kenaikan sebanyak 8854 kasus. Karena penularan virus corona terus bertambah, maka pemerintah kembali membatasi kegiatan masyarakat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) dengan tujuan untuk menekan penularan COVID-19 khususnya di Pulau Jawad an Bali. PSBB Pulau Jawa dan Bali telah ditetapkan berlaku sejak 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Bayang-bayang kesenangan yang tergambar dalam imajinasi di tahun 2021 harus kandas kembali dengan melihat kenyataan bahwa tingat bahaya penularan COVID-19 masih sangatlah tinggi di Indonesia terutama di Pulau Jawa dan Bali.

Ada sedikit kabar gembira yang mungkin membuat kita sedikit bernafas lega. Dilasir dari detik.com, vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah dijadwalkan berlangsung pada rabu (13/1/2021) mendatang menggunakan vaksin Corona Sinovac. Kedepannya disebut akan ada 7 jenis vaksin COVID-19 yang beredar di Indonesia yaitu Vaksin COVID-19 yang diproduksi PT Bio Farma, Vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca, Vaksin COVID-19 China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Vaksin COVID-19 Moderna, Vaksin COVID-19 Novavax, Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech dan Vaksin COVID-19 Sinovac.

Pertanyaan muncul dalam benak kita semua, apakah vaksin dapat membawa kita ke kehidupan normal?

Jangan terburu-buru menyimpulkan, karena realita tidak seindah semua ekspektasi yang kita bayangkan. Mengutip dari healtline.com, para ahli mengatakan bahwa diperlukan waktu lama agar vaksin memberikan efek yang jelas selama pandemi berlanjut.

Timothy Brewer, seorang profesor kedokteran di divisi penyakit menular di David Geffen School of Medicine di UCLA dan seorang profesor epidemiologi di UCLA Fielding School of Public Health, mengatakan bahwa penting bagi kita semua untuk menyadari akibat keterlambatan dalam produksi vaksin dan permintaan yang tinggi, tidak akan ada “perubahan langsung” dalam masyarakat. Kehidupan sehari-hari telah berubah total selama pandemi. Ini tidak akan beralih kembali ke gagasan “normal” yang telah kami anggap sebelumnya dalam waktu dekat.

Brewer mengatakan belum ada data yang bagus mengenai apakah vaksin ini dapat mencegah penularan. Ada kemungkinan kita bisa terlindungi dari sakit, tetapi mungkin tidak mencegah kita terinfeksi dan menularkan infeksi ke orang lain yang belum divaksinasi.

Ini berarti bahwa protokol pencegahan yang dilakukan selama setahun terakhir dari mulai menjaga jarak secara fisik hingga memakai masker pelindung harus tetap dipatuhi kembali dalam kehidupan di tahun ini. Sobat DC harus cermat membaca keadaan yang semakin buruk, jangan menambah keburukan yang telah terjadi, tetapi mari kita berkerja sama dalam menanggulangi virus ini. Kunci utama adalah kita harus bersabar menghadapi semuanya, jangan lelah untuk selalu mendisiplinkan diri mematuhi protokol kesehatan dan peraturan PSBB yang telah diterapkan. (LS)

 

Penulis Publik :  Lien Sururoh