Siapsiaga Menghadapi Gempabumi di Negara Kepulauan dengan 295 Sesar Aktif

Disasterchannel.co. Jakarta – Indonesia itu kaya, salah satu negara kepulauan yang memiliki banyak sekali pulau. Berdasarkan berita acara Penetapan Jumlah Pulau Hasil Validasi dan Verifikasi sampai akhir tahun 2019 jumlah pulau sebanyak 17.491, namun jumlah tersebut masih perlu ditelaah ulang sebanyak 470 pulau dan diverifikasi ulang oleh Kemendagri sebanyak 482 pulau. Sedangkan jumlah pulau yang sudah terverifikasi spasial (memiliki nama, koordinat dan poligon) sebanyak 16.684 pulau, jumlah pulau yang dinyatakan valid setelah ditelaah sebanyak 17.162 per April 2020 dan menyisakan 229 pulau yang masih akan ditelaah. Waaaawwww banyak sekali pulau yang ada di Indonesia yaaa sobat DC.

Bukan hanya pulaunya saja yang banyak, tapi ternyata jumlah sesar aktif yang ada di Indonesia juga nggak kalah banyak looh. Terdapat 295 sesar aktif yang tersebar di seluruh kawasan Indonesia, menakjubkan sekaligus mengerikan sekali yaaa sobat DC. Eeeittsss jangan panik, sobat DC bisa simak tulisan ini agar tahu bagaimana caranya menghadapi ancaman bencana gempabumi.

Gempabumi dapat terjadi karena pergerakan sesar aktif, aktivitas vulkanik gunung berapi ataupun karena ledakan bahan-bahan kimia. Melihat banyaknya sesar aktif yang melintasi wilayah nusantara, alangkah baiknya kalau kita mengetahui bagaimana kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempabumi. Kesiapsiagaan dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian seluruh elemen masyarakat untuk mampu menanggapi suatu situasi bencana secara cepat dan tepat guna. Ada beberapa langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan sebelum terjadi gemabumi diantaranya adalah:

  1. Kenali tempat yang aan di dalam rumah. Perhatikan penataan barang pecah belah dan barang dengan beban berat harus diletakkan di bawah. Perkuat lemari dan perabot yang berisiko roboh. Periksa dan perbaiki atap atau dinding yang rusak atau retak. Periksa perabot lain yang kemungkinan menjatuhi saat terjadi gempabumi, terakhir pastikan gas dan instalasi listrik aman
  2. Siapkan tas siaga bencana (untuk kelangsungan hidup darurat di 3x 24 jam pertama) termasuk dokumen dan nomor telpon penting yang diletakan di tempat yang aman, mudah dijangkai, terlihat dan dekat dengan akses keluar rumah
  3. Pastikan jalur evakuasi keluar rumah dalam keadaan kosong dan tidak terhambat oleh apapun seperti meja, kursi, lemari dan lain-lain
  4. Pastikan anggota keluarga mengetahui dan memahami cara berlindung saat terjadi gempa bumi dengan melindungi kepala, masuk ke kolong meja/ tempat tidur yang kuat, dan berpegangan pada kaki meja atau ditempat yang aman (drop, cover and hold on)
  5. Pastikan anggota keluarga memahami dan melaksanakan rencana kesiapsiagaan keluarga ketika terjadi bencana gempabumi (melindungi diri, menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang disepakati).
  6. Memperhatikan anggota keluarga yang sakit dan berkebutuhan khusus
  7. Membuat peringatan dini sederhana yang dapat menimbulkan bunyi ketika gempabumi sedang terjadi, seperti kelereng yang dimasukkan dalam kaleng bekas yang diletakkan di atas lemari.
  8. Dapatkan informasi gempabumi dari BMKG melalui TV nasional/ radio / aplikasi infobmkg / pengumuman di sekitar anda.

Bila terjadi gempabumi, maka jangan panik. Jika mengalami kejadian gempa di dalam rumah maka jangan berlari keluar ruangan, segera merunduk (drop) kemudian lindungi kepala (cover) dan lindungi diri dinbawah kolong meja atau kasur lalu berpegangan (hold on) atau merapat ke tiang utama bangunan. Jauhi kaca jendela, barang pecah belah dan benda-benda lainnya yang berisiko menimpa diri kita. Jika sedang memasak segera matikan kompor. Matikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran. Bila terjadi gempabumi saat kita sedang ada di luar ruangan maka lindungi kepala dan merunduk. Hindari bangunan yang berpotensi roboh, hindari tiang listrik, papan reklame, pohon dan lainnya yang dapat berpotensi roboh akibat guncangan gempa. Perhatikan tempat berpijak dan hindari rekahan-rekahan tanah yang ada. Jika saat berkendara, maka segera berhenti berkendara dan menepi, hindari jalan layang, jembatan, tiang listrik, papan reklame dan benda benda lain yang berpotensi menimpa kendaraan. (LS)

 

Sumber :

1. Buku Panduan Kesiapsiagaan Bencana Untuk Keluarga BNPB

2. Buku Panduan Kesiapsiagaan Bencana Untuk Keluarga BNPB