Retrofitting, Solusi Rumah Tahan Gempa

Disasterchannel.co. Jakarta – Sobat DC sebelumnya pernah dengar apa itu retrofitting? Kalau belum pernah dengar, yuuuk simak tulisan dibawah ini!

Banyak sekali daerah di Indonesia yang merupakan daerah rawan terjadinya gempa, hal ini disampaikan oleh Dr. Sc Hendra Gunawa dari Institut Teknologi Bandung. Bagaimana kita dapat mengurangi risiko bencana gempabumi? Jawabannya adalah kita harus meningkatkan kapasitas yang kita miliki diantaranya adalah meningkatkan efektifitas pencegahan dan mitigasi, salah satunya adalah dengan menerapkan konsep retrofitting untuk rumah di daerah rawan gempa.

Dalam ilmu konstruksi terdapat istilah “retrofitting” yaitu metode atau teknik untuk melengkapi bangunan dengan memodifikasi atau me-restore dengan menambah bagian atau peralatan baru yang dianggap perlu karena tidak tersedia pada saat awal pembuatannya. Teknik retrofitting bertujuan untuk menyesuaikan kondisi atau keperluan baru terhadap bangunan seperti memperbaiki bangunan yang rusak, memperkuat bangunan, menambah ruangan dan lain sebagainya, tanpa harus membongkar total bangunan yang sudah ada.[1]

Strategi retrofitting terdiri atas peningkatan kekakuan dan atau kekuatan, peningkatan daktilitas (kemampuan struktur untuk mengalami lendutan besar), peningkatan energi dispasi, merubah karakter gerakan tanah dengan menggunakan base isolation dan merubah bentuk peruntukan bangunan. Peningkatan kekuatan bisa dilakukan antara lain dengan jalan menambah dinding baru, mempertebal dinding geser, pemasangan bandage (kawat ayam) di kedua sisi dinding sebelum diplester, atau sistem jacketing dengan menambah tulangan besi tambahan.[2]

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan American Cross menginisiasi program retrofitting sebagai solusi mengurangan risiko bencana gempa bumi di daerah Sukabumi dan Banyuwangi. Menurut Arwin Soelaksono, retrofitting data dilakukan dengan dana yang minim namun dapat secara efektif memperkuat rumah. Walau saat menjalankan proses penyebaran informasi mengenai retrofitting banyak mengalami kendala, diantaranya adalah:

  • Retrofitting memiliki kerumitan yang lebuh tinggi dibandingkan membangun baru
  • Retrofitting memerlukan perencanaan, pelaksana dan pengawasan yang memiliki pangelaman dan latar belakang teknis
  • Dalam batasan tertentu masyarakat awam dapat melakukan retrofitting namun tetap perlu pengawas yang telah terlatih.

Tak berputus asa sampai di situ saja, American Cross bersama lembaga lainnya mengeluarkan buku panduan untuk retrofitting agar masyarakat dapat melakukan retrofitting secara mandiri. Buku panduan dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan pembaca dalam mengerti bahasa bahasa teknik yang tidak familiar. Panduan ini berisi tentang tatacara assessment, pilihan retrofitting dan perhitungan angggaran.

Melalui Relawan Siaga Bencana Berbasis Mayarakat atau biasa disebut Sibat, PMI dan Sibat terus berupaya mengkampanyekan pembuatan rumah dengan konsep retrofitting yang dilakukan di beberapa keluarahan yang ada di Sukabumi dan Banyuwangi. (LS)

.

 

 

[1] https://lenterarumah.com/teknik-retrofitting-untuk-bangunan-rusak#:~:text=Dalam%20ilmu%20konstruksi%20terdapat%20istilah,tersedia%20pada%20saat%20awal%20pembuatannya Diakses pada pukul 16.45 15/10/2020

 

[2]  Rolly R. Oroh. 2017. Peningkatan Kemampuan Teknik Retrofitting Bangunan Beton Pascagempa Bagi Kelompok Tukang Bangunan Di Desa Rumoong Atas Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Neger